Fulviana Arraisah
Universitas Negeri Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Supervisi Pendidikan dalam Menjembatani Spiritualitas dan Technopreneurship di Era Kecerdasan Buatan Hilmi Qosim Mubah; Nunuk Hariyati; Fulviana Arraisah; Moh. Ferdiyanto Ali Jakfar; Ach. Baidowi; Abdul Wahid; Abdul Wafi; Ali Nurhadi
re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management) SPECIAL ISSUE OF 1-ST INCOME (INTERNATIONAL CONFERENCE ON MANAGEMENT AND EDUCATION)
Publisher : Islamic Education Management Study Program, Tarbiyah and Teacher Training Faculty, State Islamic University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/re-jiem.vi.24258

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) in education demands a transformation of supervisory functions that balances technological innovation with human values. This study aims to explore the conceptualization of educational supervision at the intersection of spirituality and technopreneurship within AI-integrated learning environments. The method employed was a qualitative Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA 2020 protocol. A systematic search was conducted on the Scopus database with strict inclusion criteria, yielding 12 final articles assessed for quality using the Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT). Synthesis results indicate significant conceptual fragmentation where literature remains separated between AI-technology domains and spiritual-value domains, without holistic integration or explicit discussion regarding technopreneurship. No comprehensive model was found bridging spiritual values with AI-based technopreneurship practices, and implementation challenges were reported in a fragmented manner per domain. This research provides theoretical, methodological, and practical contributions for developing an integrative supervision framework. It is concluded that transforming educational supervision in the AI era requires integrating spiritual values and entrepreneurial insights to create a holistic and sustainable ecosystem.
The Effect of Movie Scene Clips on Seventh-Grade Students' English-Speaking Performance: A Quasi-Experimental Study in an Indonesian EFL Context M. Reza Pahlevi; Sueb; Fulviana Arraisah
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.3257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen performa berbicara yang memperoleh peningkatan N-Gain tertinggi pada siswa yang diajar menggunakan potongan adegan film (movie scene clips) serta untuk menguji apakah terdapat perbedaan peningkatan yang signifikan antara siswa yang diajar menggunakan potongan adegan film dan siswa yang diajar menggunakan aktivitas berbicara berbasis buku teks. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pola non-equivalent control group yang melibatkan 42 siswa kelas tujuh pada sebuah sekolah menengah pertama di Surabaya, terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh perlakuan berupa potongan adegan film Zootopia berdurasi tiga sampai empat menit melalui teknik menyimak tiga tahap, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran berbicara konvensional berbasis buku teks dengan topik yang sama. Performa berbicara diukur melalui tes lisan sebelum dan sesudah perlakuan yang dinilai oleh dua penilai menggunakan rubrik analitis adaptasi CEFR level A2 pada lima komponen, yaitu akurasi pelafalan, kelancaran, intonasi, kepercayaan diri, dan ekspresi. Data dianalisis dengan skor Normalized Gain (N-Gain), uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji Mann-Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi pelafalan, kelancaran, dan kepercayaan diri memperoleh rerata N-Gain tertinggi dan identik sebesar 0,92, diikuti intonasi (0,80) dan ekspresi (0,77); seluruhnya berada pada kategori efektivitas tinggi. Uji Mann-Whitney U menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok pada seluruh komponen (p = 0,000 < 0,05), sementara kelas kontrol hanya berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa potongan adegan film dapat menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan aspek linguistik sekaligus aspek afektif keterampilan berbicara siswa sekolah menengah pertama.