Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Rekayasa Desain Pondasi Dalam untuk Bangunan Tinggi di Tanah Lunak Annisa Adika Qolby; Aisyah Ramadhanti; Kelana Handika Setiawan
Jurnal Studi dan Aplikasi Teknik Sipil (JSATS) Vol. 1 No. 1 (2025): Ferbruari
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/jsats.v1.i1.5

Abstract

Pembangunan gedung bertingkat di kawasan dengan kondisi tanah lunak menghadirkan tantangan besar dalam bidang rekayasa geoteknik, khususnya dalam merancang sistem pondasi yang mampu menopang beban bangunan secara aman dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan optimalisasi desain pondasi dalam seperti tiang pancang dan bored pile yang diterapkan pada tanah lunak. Metode penelitian melibatkan analisis geoteknik berbasis uji lapangan (SPT, CPT, dan sondir), permodelan numerik dengan Finite Element Method (FEM), serta simulasi pembebanan vertikal dan lateral. Parameter desain utama yang dianalisis meliputi kapasitas daya dukung, penurunan total dan diferensial, serta distribusi tegangan sepanjang elemen pondasi. Hasil studi menunjukkan bahwa pada tanah lunak dengan nilai NSPT < 10, diperlukan kedalaman tiang lebih dari 25 m dengan kombinasi kelompok tiang dan pile cap untuk menjaga penurunan dalam batas aman. Penggunaan bored pile dengan diameter besar dan kekakuan tinggi terbukti lebih unggul dalam mengurangi penurunan diferensial. Penelitian ini memberikan rekomendasi desain yang adaptif terhadap variasi stratifikasi tanah lunak dan memberikan landasan teknis untuk mendukung pembangunan vertikal di wilayah marginal.
Analisis Kestabilan Lereng Pada Tanah Berlempung Menggunakan Metode Bishop Studi Kasus di Desa X Annisa Adika Qolby; Husnul Fataa Fahreza; Kelana Handika Setiawan
Momentum Jurnal Inovasi dan Rekayasa Teknik Sipil (MJIRTS) Vol. 1 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Marasofi International Media and Publishing (MIMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64123/mjirts.v1.i1.1

Abstract

Stabilitas lereng merupakan aspek kritis dalam perencanaan geoteknik, terutama di wilayah dengan dominasi tanah berlempung yang rentan terhadap kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng di Desa X menggunakan metode Bishop, salah satu metode keseimbangan batas yang populer dalam perhitungan faktor keamanan lereng. Data primer diperoleh melalui uji laboratorium, seperti direct shear test dan triaxial test, serta survei lapangan untuk menentukan karakteristik geoteknik tanah setempat. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor keamanan lereng bervariasi tergantung pada kondisi kadar air dan beban eksternal. Faktor-faktor seperti kohesi tanah, sudut geser dalam, berat jenis tanah, serta kedalaman muka air tanah secara signifikan mempengaruhi kestabilan lereng. Studi ini juga mengidentifikasi bahwa keberadaan air tanah akibat curah hujan intensif secara drastis menurunkan kekuatan geser tanah, meningkatkan risiko longsor. Rekomendasi teknik perkuatan lereng, seperti penggunaan drainase bawah tanah dan revegetasi, diusulkan untuk meningkatkan kestabilan. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar pertimbangan teknis dalam mitigasi risiko longsor di daerah sejenis. 
Analysis Of the Strength of The Structure of The Multi-Story Building of Universitas Pembangunan Panca Budi Using Sliding Walls Using the Pushover Analysis Method Annisa Adika Qolby
Journal of Information Technology, computer science and Electrical Engineering Vol. 1 No. 3 (2024): October 2024
Publisher : Yayasan Sinergi Multidimensi Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61306/jitcse.v1i3.97

Abstract

This study aims to analyze the strength of the structure of the multi-storey building of Panca Budi Development University using a shear wall through the Pushover Analysis method. This analysis is important considering the importance of ensuring the safety needs of the structure for building users. The research method used is numerical analysis with structural modeling using ETABS software v.19.0.0. Primary data is obtained through direct measurement of structural dimensions and material testing in the field, while secondary data is obtained from building planning documents. Pushover analysis is carried out by monotonic static lateral loading which is gradually increased until the structure collapses. The analyzed parameters include the shear capacity of the foundation, lateral displacement and the collapse mechanism of the structure. The results show that the building structure with the addition of sliding walls has a maximum basic shear capacity of 12,450 kN, with a maximum lateral displacement on the roof of 0.235 meters. The performance level of the structure is in the Life Safety (LS) category based on FEMA 356, which indicates that the structure is able to withstand the planned earthquake load well. The addition of sliding walls increases the lateral stiffness of the structure by 45% compared to the structure without sliding walls, as well as reduces lateral displacement by 35%. The collapse pattern that occurs is daktail with the formation of plastic joints starting from the beam before the column, in accordance with the concept of strong column-weak beam. This study concludes that the use of sliding walls in the multi-storey building of Panca Budi Development University significantly improves the seismic performance of the structure and meets safety requirements in accordance with SNI 1726:2019 concerning Earthquake Resistance Planning Procedures for Building and Non-Building Structures. This study recommends the implementation of sliding walls as an effective solution to improve seismic resistance in high-rise buildings in the middle earthquake zone.
Analisis Daya Dukung Tanah Dasar terhadap Rencana Pelebaran Jalan Berdasarkan Nilai CBR dan LHR di Kecamatan Sunggal Annisa Adika Qolby
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.8163

Abstract

Peningkatan volume lalu lintas di Kecamatan Sunggal mengakibatkan kapasitas jalan eksisting tidak lagi memadai untuk menampung beban kendaraan yang terus meningkat. Kondisi tersebut menuntut adanya pelebaran jalan guna meningkatkan kinerja pelayanan lalu lintas. Namun, sebelum pekerjaan pelebaran dilakukan, perlu dilakukan analisis terhadap daya dukung tanah dasar untuk memastikan kemampuan tanah dalam menopang beban tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya dukung tanah dasar terhadap rencana pelebaran jalan dengan menggunakan parameter California Bearing Ratio (CBR) dan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) sebagai dasar perhitungan tebal perkerasan rencana berdasarkan metode Bina Marga (2017). Metode penelitian meliputi pengambilan data CBR lapangan menggunakan alat Dynamic Cone Penetrometer (DCP) di beberapa titik uji pada ruas Jalan Pembangunan, Kecamatan Sunggal, serta survei lalu lintas untuk memperoleh nilai LHR. Data tersebut dianalisis untuk menentukan klasifikasi daya dukung tanah, kelas lalu lintas, dan tebal perkerasan rencana sesuai grafik desain Bina Marga. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai CBR rata-rata tanah dasar sebesar 11%, yang termasuk kategori tanah dengan daya dukung baik. Nilai LHR sebesar 13.233 smp/hari menunjukkan kelas lalu lintas berat (Kelas II). Berdasarkan kombinasi CBR dan LHR, diperoleh kebutuhan tebal total perkerasan sebesar 660 mm, terdiri atas lapisan aus 100 mm, pondasi atas 200 mm, dan pondasi bawah 360 mm. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa kondisi tanah dasar pada lokasi penelitian masih layak untuk mendukung pelebaran jalan, dengan catatan dilakukan pemadatan ulang hingga 98% MDD, perbaikan sistem drainase, serta pemasangan geotekstil pada area dengan potensi penurunan tanah. Rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis dalam perencanaan pelebaran jalan di wilayah dengan karakteristik tanah serupa.
Effect of Staircase Incorporation on Seismic Performance of 6-Story RC Buildings: A Nonlinear Pushover Analysis Samsul Abdul Rahman Sidik Hasibuan; Hakas Prayuda; Masdiana; Baskoro Abdi Praja; Annisa Adika Qolby; Muhammad Rizal; Syarbaini Lubis
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.17723

Abstract

The seismic design of multi-story buildings requires accurate modeling and analysis to ensure structural safety during earthquakes. However, the staircase is often overlooked in traditional structural analyses. Therefore, this study aimed to examine the impact of the staircase on the seismic behavior of a six-story reinforced concrete building using nonlinear pushover analysis. The ETABS Nonlinear v.9.7.4 was used to model and analyze two variants, including one with a staircase and one without a staircase. Both models undergo nonlinear static pushover analysis with lateral loads of 1000 kN applied at each floor in the X and Y directions. Key seismic performance parameters were compared including natural periods, pushover curves, story displacements, drifts, drift ratios, and shears. The results showed that incorporating staircases significantly influences seismic response. The model with the staircase has a shorter natural period (0.71s vs. 0.82s for the first mode), showing increased stiffness. Subsequently, it also shows a higher base shear capacity (5200 kN vs. 4900 kN in the X-direction), suggesting enhanced lateral load resistance. The staircase model experiences reduced story displacements and lower drift ratios, with the maximum drift ratio decreasing from 1.03% to 0.86%. These results highlight the crucial role of staircases in improving seismic performance by increasing stiffness, enhancing lateral load capacity, and controlling displacement. In line with these findings, there is a need to incorporate the staircase in structural modeling to achieve more accurate seismic performance predictions, contributing to safer and more resilient building designs in earthquake-prone regions.