Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengelolaan Limbah Sekam Padi Berbasis Keberlanjutan dalam Rantai Pasok: Kajian Literatur Nurhayati Nurhayati; Alexandra Sidney Budiawan; Cecillia Huang; Christella Eunice Candra; Hansel Sutioso; Yunna Teodor
Pubmedia Social Sciences and Humanities Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pssh.v3i4.633

Abstract

Peningkatan produksi beras menyebabkan meningkatnya jumlah limbah sekam padi dalam rantai pasok, terutama pada tahap penggilingan, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai strategi pengelolaan limbah sekam padi berbasis keberlanjutan dalam rantai pasok beras serta menganalisis potensinya dalam mendukung konsep ekonomi sirkular. Metode yang digunakan adalah narrative literature review dengan menganalisis berbagai artikel ilmiah terindeks yang dipublikasikan pada periode 2016–2026. Kajian dilakukan terhadap pemanfaatan sekam padi pada sektor energi, pangan, pertanian, dan material fungsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekam padi memiliki potensi besar untuk dikonversi menjadi biogas, biofuel, karbon aktif, silika, pupuk organik, senyawa fenolik bioaktif, serta serat pangan yang bernilai tambah. Pemanfaatan tersebut mampu mendukung pengurangan limbah, efisiensi sumber daya, penyediaan energi terbarukan, dan pengurangan emisi akibat pembakaran terbuka. Selain itu, pengolahan sekam padi juga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi residu agroindustri dan memperkuat keberlanjutan rantai pasok beras. Namun, sebagian besar penelitian masih dilakukan pada skala laboratorium sehingga implementasi pada skala industri masih memerlukan pengujian lebih lanjut terkait aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan. Kesimpulannya, pengelolaan sekam padi berbasis keberlanjutan dapat menjadi strategi penting dalam mendukung penerapan ekonomi sirkular dan pengembangan agroindustri ramah lingkungan, khususnya di negara agraris seperti Indonesia.  
PENDEKATAN IN VITRO DALAM PENILAIAN BIOAVAILABILITAS ZAT BESI PANGAN: In vitro Approaches in Assessing Dietary Iron Bioavailability Yunna Teodor; I Kadek Adi Indrawan; Kelvin Then; Kent Pranata Tjandra; Rike Tri Kumala Dewi; Dwining Putri Elfriede
JURNAL TEKNOLOGI PANGAN DAN ILMU PERTANIAN (JIPANG) Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian (JIPANG)
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jipang.v8i1.7997

Abstract

Iron availability in foods was determined not only by total iron content but also by its bioaccessibility and bioavailability. This review aimed to evaluate the role of in vitro testing methods in assessing iron availability from various food products and to identify food matrix factors influencing its absorption. The methods discussed included static gastrointestinal digestion simulation, total iron analysis using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) or Inductively Coupled Plasma (ICP), and the Caco-2 cell model measuring ferritin formation as an indicator of bioavailability. The findings indicated that total iron content did not necessarily correlate with biological absorption. Several factors, such as fermentation, fortification, phytate degradation, and the addition of ascorbic acid, were found to significantly enhance iron availability, particularly in plant-based food matrices. These results suggested that food processing and formulation strategies played a critical role in improving iron uptake. Among the reviewed approaches, the combination of in vitro gastrointestinal digestion and Caco-2 cell models was identified as the most comprehensive method for future product development, as it allows simultaneous evaluation of bioaccessibility and cellular uptake. In conclusion, in vitro approaches were considered practical and efficient preliminary tools in the development and evaluation of iron-rich food products before proceeding to in vivo studies.