p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ARIKA Jurnal i tabaos
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Lean Manufacturing dan Model Simulasi untuk Mereduksi Pemborosan pada Industri Kelapa Sawit di Seram Bagian Timur Marcy Lolita Pattiapon; Nil Edwin Maitimu; Richard A. de Fretes; Imelda Ch. Poceratu
ARIKA Vol 20 No 1 (2026): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arika.2026.20.1.48

Abstract

Profit yang tinggi akan diperoleh jika perusahaan bisa menekan sekecil mungkin pengeluaran perusahaan dan melakukan efisiensi termasuk menekan pemborosan yang ada. Kelapa Sawit merupakan salah satu komoditi perkebunan yang menghasilkan minyak sawit mentah CPO yang menjadi andalan komoditi ekspor Indonesia. Faktor yang menjadi perhatian perusahaan yang harus diperbaiki saat ini adalah ketidaktepatan waktu pengiriman produk ke konsumen, hal ini disebabkan karena banyaknya pemborosan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi pemborosan di sepanjang aliran pengolahan CPO serta mengurangi atau bahkan menghilangkan pemborosan melalui pendekatan konsep lean manufacturing sehingga pemenuhan order kepada konsumen dapat diterima tepat waktu. Penelitian ini menggunakan konsep lean manufacturing untuk mengeliminasi segala bentuk aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Berdasarkan hasil simulasi maka skenario perbaikan yang dipilih adalah dengan menambahkan jumlah operator pada proses pemindahan buah sawit ke tempat sortir, dari sebelumnya hanya terdapat 1 orang operator dan 1 fastrex, menjadi 2 orang operator dan 2 fastrex. Terjadi penurunan total waktu tunggu dari sebelumnya adalah 232,8063 menit, menjadi 194,5820 menit dengan peningkatan output rata-rata jumlah CPO dari 552 ton menjadi 679 ton.
ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN ORGANISASI UNIT PELAKSANA PENYALURAN DAN PENGATUR BEBAN (UP3B) MALUKU DI PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK WILAYAH MALUKU DAN MALUKU UTARA Cahyo Tri Hartoyo; Richard A. de Fretes; Imelda Ch. Poceratu
i tabaos Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2025.5.3.115-121

Abstract

Di PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara unit pelaksana yang mengelola fungsi transmisi dan operasi sistem masih tergabung dengan fungsi pengelolaan pembangkitan sehingga diperlukan pengembangan organisasi Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengatur Beban (UP3B) Maluku agar pengeloaan operasi untuk kehandalan transmisi serta operasi sistem dapat terjaga dengan baik. Untuk mengetahui kelayakan pengembangan organisasi di UP3B Maluku di PT PLN (Persero) UIW Maluku dan Maluku dilakukan analisis kelayakan pengembangan organisasi. Untuk mengetahui nilai kelayakan financial dilakukan perhitungan aspek manfaat dan aspek biaya dari pengembangan organisasi UP3B Maluku. Setelah dilakukan analisa maka didapatkan nilai B/C Ratio nilai pengembangan organisasi UP3B Maluku sebesar 1,026 Kemudian dilakukan perhitungan faktor internal dan faktor eksternal dengan metode SWOT didapatkan hasil didapatkan penggembangan organisasi UP3B Maluku bernilai sebesar 4,10 atau bernilai positif dan masuk kategori kuat untuk dilakukan dikarenakan secara aspek kekuatan internal dan aspek kesempatan eksternal mampu meminimalisir aspek kelemahan internal dan aspek ancaman eksternal. Maka berdasarkan analisasi pengembangan organisasi UP3B Maluku di PT PLN (Persero) UIW Maluku dan Maluku Utara layak untuk dilakukan.
OPTIMISASI LAYOUT GUDANG MATERIAL PLN UP3 MASOHI MENGGUNAKAN METODE CLASS-BASED STORAGE Fahrin Sukma Jaya; Richard A. de Fretes
i tabaos Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2026.6.1.19-30

Abstract

Gudang PLN UP3 Masohi berfungsi sebagai tempat penyimpanan material listrik. Permasalahan yang dihadapi gudang ini adalah belum adanya pengaturan letak penyimpanan material berdasarkan metode penyimpanan barang. Pola penyimpanan dan penyusunan material masih dilakukan secara acak, bergantung pada ketersediaan ruang kosong di gudang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang layout alternatif gudang menggunakan metode class based storage dan membandingkan tingkat utilitas layout awal dengan layout alternatif yang diusulkan. Metode class based storage digunakan untuk mengelompokkan barang atau material berdasarkan jenis atau kelompoknya. Selanjutnya, penempatan barang atau material dilakukan berdasarkan perhitungan frekuensi aktivitas material tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layout awal gudang memiliki tingkat utilitas sebesar 49%. Setelah dilakukan penelitian, terdapat dua usulan layout alternatif untuk perbaikan tata letak gudang. Layout usulan I memiliki tingkat utilitas gudang sebesar 55%, sedangkan layout usulan II memiliki tingkat utilitas sebesar 51%. Berdasarkan perhitungan utilitas yang telah dilakukan, layout usulan I dipilih sebagai layout terbaik karena memiliki tingkat utilitas tertinggi yaitu sebesar 55%. Terjadi peningkatan utilitas gudang sebesar 6% dari tata letak gudang sebelumnya setelah menggunakan layout usulan I.
ANALISIS POTENSI DEMAND ANGKUTAN PENYEBERANGAN RUTE TULEHU-MASOHI Faddil Lutfian Sangadji; Hanok Mandaku; Richard A. de Fretes
i tabaos Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/i-tabaos.2026.6.1.9-18

Abstract

Penelitian ini menganalisis karakteristik penumpang dan faktor yang memengaruhi pemilihan moda angkutan penyeberangan pada rute Tulehu–Masohi. Data diperoleh dari 100 responden melalui kuesioner stated preference dan diolah menggunakan regresi linier berganda serta regresi logistik binomial. Variabel yang diteliti adalah intensitas perjalanan (Y), tarif jasa (X1), dan waktu tempuh (X2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarif dan waktu tempuh berpengaruh signifikan terhadap pemilihan moda. Model persamaan yang diperoleh adalah Y = 0,452 - 0,101 X1 - 2,022 X2 dengan proporsi 33,9% untuk KM CL 99 B dan 66,4% untuk KM Baru. Perbedaan hasil antara regresi dan uji pilihan terjadi karena uji pilihan menekankan preferensi subjektif penumpang, sementara regresi lebih objektif berdasarkan hubungan variabel. Secara umum, moda KM CL 99 B memiliki probabilitas lebih tinggi dipilih dibandingkan KM Baru. Untuk meningkatkan minat pada KM Baru, strategi yang dapat dilakukan adalah menurunkan biaya perjalanan atau memperpendek waktu tempuh.