Kopi robusta (Coffea canephora var. robusta) merupakan salah satu komoditas di sektor perkebunan di Provinsi Lampung. Meski banyak disukai, sebagian masyarakat membatasi konsumsi kopi robusta karena kandungan kafein yang cenderung tinggi dan berpotensi mengganggu kesehatan, sehingga diperlukan proses dekafeinasi yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode ekstraksi terhadap yield, kadar kafein, dan efisiensi energi pada kopi robusta. Ekstraksi dilakukan menggunakan akuades dengan rasio kopi terhadap akuades 2 g:100 mL pada suhu 90 °C selama 30 menit melalui empat metode, yaitu maserasi, shaker water bath, ultrasound-assisted extraction (UAE), dan microwave-assisted extraction (MAE). Kafein diisolasi dari ekstrak menggunakan ekstraksi kloroform, kemudian dianalisis yield crude kafein, kadar kafein, laju produksi, dan efisiensi energinya melalui specific energy consumption (SEC) dan produktivitas energi. Hasil menunjukkan bahwa metode ekstraksi berpengaruh terhadap yield, kadar kafein, dan efisiensi energi. Metode UAE menghasilkan yield tertinggi sebesar 87%, nilai SEC terhadap massa kafein terendah sebesar 45,92 kJ/mg, produktivitas energi tertinggi sebesar 0,0217 mg/kJ, serta laju produksi ekstrak dan kafein tertinggi, yaitu 0,132 g/hari dan 0,778 mg/hari. Sementara itu, penurunan kadar kafein tertinggi diperoleh melalui maserasi, yaitu sebesar 3,59 mg/g. Hasil ini menunjukkan bahwa metode UAE lebih efisien dalam menghasilkan ekstrak dengan kadar senyawa terlarut yang tinggi dan lebih hemat energi, sedangkan maserasi lebih efektif dalam menghasilkan ekstrak dengan kadar kafein yang lebih rendah. Penelitian ini memberikan pendekatan evaluasi yang lebih komprehensif melalui integrasi evaluasi yield, kadar kafein, efisiensi energi, dan laju produksi.