Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

NILAI MUTU KERIPIK BUAH HASIL PENGGORENGAN VAKUM Isnaini Rahmadi; Syahrizal Nasution; Dea Tio Mareta; Lasuardi Permana; Zada Agna Talitha; Anisa Saputri; Samsu Udayana Nurdin
JURNAL STANDARDISASI Vol 23, No 3 (2021)
Publisher : Badan Standardisasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31153/js.v23i3.942

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Lampung Timur memproduksi keripik buah dengan menggunakan penggorengan vakum menghasilkan produk olahan pangan yang memiliki beberapa parameter mutu yang lebih baik dibandingkan keripik buah dengan penggorengan secara tradisional. Kriteria mutu keripik buah perlu diperhatikan untuk memperoleh kualitas keripik buah yang sesuai standar di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah melakukan evaluasi produk pangan pada salah satu UMKM di Lampung Timur berdasarkan kriteria persyaratan mutu SNI 8370: 2018. Metode penelitian dilakukan melalui pengamatan mutu pada keripik pisang, nangka, dan nanas berdasarkan parameter kadar air, asam lemak bebas, abu tidak larut dalam asam, keadaan, serta keutuhan sesuai dengan SNI 8370:2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga keripik buah memiliki parameter keadaan, dan keutuhan yang sudah sesuai dengan syarat mutu, namun memiliki parameter asam lemak bebas dan abu tidak larut dalam asam yang belum sesuai dengan syarat mutu. Selain itu, parameter kadar air pada keripik pisang sudah sesuai dengan syarat mutu, namun belum sesuai dengan syarat mutu pada keripik nangka dan nanas. Penelitian ini dapat bermanfaat dalam memperbaiki proses produksi keripik buahnya agar sesuai dengan standar SNI Keripik Buah 8370:2018.
PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI KONVENSIONAL, ULTRASOUND-ASSISTED EXTRACTION (UAE), DAN MICROWAVE-ASSISTED EXTRACTION (MAE) TERHADAP YIELD, KADAR KAFEIN, DAN EFISIENSI ENERGI PADA KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA VAR. ROBUSTA) Zada Agna Talitha; Adinda Putri; Bertha Nofitriana; Yunita Fahni; Muhammad Triyogo Adiwibowo; Desi Riana Saputri
JURNAL INTEGRASI PROSES Vol 15, No 1 (2026)
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jip.v15i1.40304

Abstract

Kopi robusta (Coffea canephora var. robusta) merupakan salah satu komoditas di sektor perkebunan di Provinsi Lampung. Meski banyak disukai, sebagian masyarakat membatasi konsumsi kopi robusta karena kandungan kafein yang cenderung tinggi dan berpotensi mengganggu kesehatan, sehingga diperlukan proses dekafeinasi yang lebih efisien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode ekstraksi terhadap yield, kadar kafein, dan efisiensi energi pada kopi robusta. Ekstraksi dilakukan menggunakan akuades dengan rasio kopi terhadap akuades 2 g:100 mL pada suhu 90 °C selama 30 menit melalui empat metode, yaitu maserasi, shaker water bath, ultrasound-assisted extraction (UAE), dan microwave-assisted extraction (MAE). Kafein diisolasi dari ekstrak menggunakan ekstraksi kloroform, kemudian dianalisis yield crude kafein, kadar kafein, laju produksi, dan efisiensi energinya melalui specific energy consumption (SEC) dan produktivitas energi. Hasil menunjukkan bahwa metode ekstraksi berpengaruh terhadap yield, kadar kafein, dan efisiensi energi. Metode UAE menghasilkan yield tertinggi sebesar 87%, nilai SEC terhadap massa kafein terendah sebesar 45,92 kJ/mg, produktivitas energi tertinggi sebesar 0,0217 mg/kJ, serta laju produksi ekstrak dan kafein tertinggi, yaitu 0,132 g/hari dan 0,778 mg/hari. Sementara itu, penurunan kadar kafein tertinggi diperoleh melalui maserasi, yaitu sebesar 3,59 mg/g. Hasil ini menunjukkan bahwa metode UAE lebih efisien dalam menghasilkan ekstrak dengan kadar senyawa terlarut yang tinggi dan lebih hemat energi, sedangkan maserasi lebih efektif dalam menghasilkan ekstrak dengan kadar kafein yang lebih rendah. Penelitian ini memberikan pendekatan evaluasi yang lebih komprehensif melalui integrasi evaluasi yield, kadar kafein, efisiensi energi, dan laju produksi.
Pengaruh Mutu Biji Kopi dan Lama Perendaman Sari Bonggol Nanas terhadap Sifat Fisikokimia dan Sensori Kopi Dekafeinasi: The Effect of Coffee Bean Quality and Pineapple Core Extract Soaking Time on The Physicochemical and Sensory Properties of Decaffeinated Coffee Zada Agna Talitha; Isnaini Rahmadi; Hafizh Fadlin Zilqarnain
Jurnal Teknologi dan Mutu Pangan Vol. 4 No. 2 (2026): JTMP: Jurnal Teknologi dan Mutu Pangan
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/jtmp.v4i2.5829

Abstract

Robusta coffee is the dominant coffee commodity produced in Lampung Province and is known for its bitter taste, which is related to its high caffeine content. This study aims to evaluate the effect of coffee bean quality and the duration of soaking in pineapple juice on the physicochemical properties and sensory attributes of decaffeinated robusta coffee. The study was conducted using a factorial randomized block design with a combination of grade 1 and 4b coffee bean quality and a soaking time of 24 hours and 36 hours. The results showed that coffee bean quality had a significant effect on total titratable acidity, protein content, b value, and sensory flavor characteristics. The duration of immersion had a significant effect on total titratable acidity, b value, and overall sensory attributes. The combination of grade 4b coffee with 36 hours of immersion produced the best color characteristics based on L* value, while the combination of grade 4b coffee with 24 hours of immersion showed the highest panelist acceptance based on total sensory evaluation. In conclusion, pineapple core waste can be used as a safer and more environmentally friendly alternative method for decaffeinating Robusta coffee. Therefore, by utilizing pineapple core waste as a source of bromelain enzyme, it is expected to increase the added value of local coffee with sensory characteristics that remain appealing to consumers.
PENGARUH PENCAMPURAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DAN LIBERIKA (Coffea liberica) LAMPUNG TERHADAP TINGKAT KESUKAAN, KARAKTERISTIK KIMIA DAN KADAR SENYAWA BIOAKTIF Zada Agna Talitha; Ilham Amirul Hakim; Ilham Marvie
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/cayq2n54

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Provinsi Lampung, dengan jenis yang umum dibudidayakan yaitu Robusta (Coffea canephora) dan Liberika (Coffea liberica). Kopi Robusta dikenal memiliki body kuat dan kandungan kafein tinggi, sedangkan kopi Liberika memiliki karakter rasa khas seperti nangka dengan kandungan kafein lebih rendah. Pencampuran kedua jenis kopi tersebut berpotensi meningkatkan penerimaan sensori serta memperkaya karakteristik kimia minuman kopi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio pencampuran kopi Robusta dan Liberika terhadap tingkat kesukaan, karakteristik kimia, dan kadar senyawa bioaktif. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima rasio pencampuran Robusta: Liberika, yaitu 100:0; 70:30; 50:50; 30:70; dan 0:100. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA pada taraf signifikansi 5% dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran kopi berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap parameter organoleptik (aroma, rasa, aftertaste, body, dan overall acceptance). Kontrol Robusta memperoleh peringkat kesukaan tertinggi, sedangkan kontrol Liberika memperoleh peringkat terendah. Pencampuran juga berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap total asam tertitrasi, kadar kafein, dan aktivitas antioksidan, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai pH (p > 0,05). 
Pengaruh Kombinasi Mocaf dan Tepung Tempe Sebagai Bahan Pengisi Terhadap Karakteristik Snack Bar Anggur Laut dan Edamame Amalia Wahyuningtyas; Zada Agna Talitha; Retno Dwi Lestari
Pro Food Vol. 12 No. 1 (2026): Pro Food (Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan)
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/profood.v12i1.612

Abstract

Snack bars are processed food products characterized by a solid, bar-shaped form, typically made from ingredients such as wheat flour, cereals, dried fruits, nuts, and other food ingredients that are combined using a binding agent. Snack bars have the potential to serve as a snack to prevent stunting due to their complete nutritional content. This study utilizes local food ingredients, namely high-fiber sea grapes and mineral-rich edamame as toppings. Additionally, mocaf and tempeh flour are used as fillers because they are gluten-free and serve as the primary nutritional sources for the snack bars. This study aims to determine the effect of the combination of mocaf and tempeh flour on the hardness, color, iron content, zinc content, crude fiber, and organoleptic characteristics of sea grapes and edamame snack bars. The method used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) with five treatment combinations of mocaf and tempeh flour (100:0, 60:40, 50:50, 40:60, 0:100) with two replicates in duplicate. The research data were analyzed using ANOVA, followed by DMRT at a 5% significance level. The results showed that the combination of mocaf and tempeh flour significantly affected color characteristics (L* and a*), iron content, zinc content, crude fiber, color organoleptics, texture, taste, and overall quality, but did not significantly affect hardness, color (b*), and aroma organoleptics in sea grapes and edamame snack bars. Thus, the combination of food ingredients can be used to produce nutritious snack bars with potential to serve as a snack alternative for stunting prevention.