Kebutuhan masyarakat akan pemahaman kondisi kulit wajah yang tepat sebelum memilih produk skincare terus meningkat, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda pengguna aktif smartphone. Sayangnya, pemilihan produk skincare sering kali masih didasarkan pada tren atau promosi, bukan pemahaman mendalam terhadap karakteristik kulit sendiri, sehingga berisiko menghasilkan perawatan yang kurang tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan merancang serta mengembangkan aplikasi mobile bernama SkinCheck yang membantu pengguna melakukan analisis awal kondisi kulit wajah melalui kamera smartphone dan memperoleh rekomendasi perawatan yang relevan. Pengembangan sistem mengikuti model waterfall, meliputi tahap analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Aplikasi dibangun dengan framework Flutter dan bahasa Dart, didukung Supabase untuk autentikasi dan penyimpanan riwayat scan, Google ML Kit untuk deteksi wajah, serta Grok API untuk membantu analisis kondisi kulit seperti jerawat, kadar minyak, dan kelembapan. Fitur utamanya terdiri dari registrasi, login, dashboard, scan kulit, hasil analisis, riwayat scan, edukasi tipe kulit, tips perawatan, notifikasi, profil akun, dan logout. Pengujian fungsional dilakukan melalui metode black box testing. Hasil rancangan memperlihatkan bahwa aplikasi menyajikan alur penggunaan yang praktis, antarmuka yang intuitif, serta fitur pendukung yang membantu pengguna memantau kondisi kulitnya secara lebih terstruktur. Aplikasi ini diposisikan sebagai media informasi awal, bukan pengganti diagnosis tenaga medis profesional.