Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kebijakan Pengeluaran Kepiting Bakau dan Kontribusinya terhadap PDB Perikanan Nasional Ahmad Nashrullah; Yuni Puji Hastuti; Malta Malta
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 16, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v16i1.19234

Abstract

Eksploitasi berlebihan kepiting bakau (Scylla spp.) oleh nelayan telah menimbulkan ancaman terhadap keberlanjutan sumber daya karena praktik penangkapan yang belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip perikanan berkelanjutan. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Indonesia untuk menerapkan kebijakan pembatasan penangkapan dan pelepasan kepiting guna menjaga keberlanjutan stok sekaligus menjamin kesinambungan produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kebijakan tersebut terhadap kinerja sosial ekonomi sektor perikanan kepiting bakau, khususnya kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Perikanan Nasional. Penelitian menggunakan data deret waktu periode 2014–2023 serta data primer dari 161 responden yang dipilih dari total 241 pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan, terutama eksportir kepiting bakau yang terdampak langsung oleh kebijakan. Variabel yang dianalisis meliputi PDB sektor perikanan serta volume dan nilai ekspor kepiting bakau Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan ekonometrika Vector Auto Regression (VAR) dengan dukungan Microsoft Excel 365 dan EViews 9. Hasil uji stasioneritas Augmented Dickey–Fuller (ADF) menunjukkan seluruh variabel telah stasioner setelah transformasi, dengan uji panjang lag optimal berdasarkan Akaike Information Criterion (AIC) sebesar satu periode. Uji kointegrasi Johansen mengindikasikan adanya hubungan keseimbangan jangka panjang yang stabil antara PDB perikanan dan kinerja ekspor kepiting bakau, sementara uji kausalitas Granger menunjukkan hubungan kausal dua arah antara nilai ekspor kepiting bakau dan PDB sektor perikanan. Temuan ini menunjukkan terjadinya pergeseran komoditas dari produk tidak hidup atau olahan menuju produk hidup, segar, dan beku dengan nilai jual lebih tinggi, yang menegaskan bahwa kebijakan pembatasan penangkapan kepiting tidak hanya memberikan manfaat ekologis tetapi juga berdampak positif terhadap kinerja ekonomi dan kontribusi sektor perikanan terhadap PDB nasional. Title: Mud Crab Export Regulations and Their Contribution to the Fisheries Gross Domestic ProductOverexploitation of mud crabs (Scylla spp.) by fishermen has posed a serious threat to resource sustainability due to harvesting practices that are not fully aligned with sustainable fisheries principles. This condition prompted the Government of Indonesia to implement catch-restriction and release policies aimed at maintaining stock sustainability while ensuring production continuity. This study analyzes the impact of these policies on the socio-economic performance of the mud crab fisheries sector, particularly its contribution to the national fisheries Gross Domestic Product (GDP). The research employs time-series data covering the period 2014–2023, complemented by primary data collected from 161 respondents selected from a total population of 241 marine and fisheries business actors, mainly mud crab exporters directly affected by the policy. The variables analyzed include fisheries-sector GDP, as well as the volume and value of Indonesian mud crab exports. Data were analyzed using an econometric Vector Auto Regression (VAR) approach, supported by descriptive and statistical analyses using Microsoft Excel 365 and EViews 9. The Augmented Dickey–Fuller (ADF) stationarity test indicates that all variables are stationary after transformation, with the optimal lag length determined as one period based on the Akaike Information Criterion (AIC). Johansen cointegration results reveal a stable long-term equilibrium relationship between fisheries GDP and mud crab export performance, while Granger causality testing demonstrates a bidirectional causal relationship between mud crab export value and fisheries-sector GDP. These findings indicate a structural shift from non-live or processed crab products toward live, fresh, and frozen products with higher economic value, confirming that mud crab catch-restriction policies generate not only ecological benefits but also positive economic impacts on the performance and GDP contribution of Indonesia’s fisheries sector.
Urgensi Integrasi Kebijakan Pengelolaan Kepiting Bakau Dalam Menjaga Keberlanjutan dan Kinerja Ekonomi Perikanan Nasional Ahmad Nashrullah
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 21, No 2 (2026): Desember 2026 (Article in Press)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jsekp.v21i2.20938

Abstract

Penelitian ini menganalisis urgensi integrasi kebijakan pengelolaan kepiting bakau (Scylla spp.) untuk menjaga keberlanjutan stok sekaligus mempertahankan kinerja ekonomi subsektor perikanan nasional. Kajian disusun dengan pendekatan mixed methods melalui identifikasi masalah menggunakan metode urgency, seriousness, growth (USG), analisis akar masalah, telaah regulasi, serta pengujian runtut waktu terhadap data ekspor kepiting dan PDB perikanan periode 2014–2023. Hasil kajian menunjukkan bahwa pasokan nasional masih didominasi oleh tangkapan alam sekitar 75–85%, sementara pengembangan budidaya masih terkendala rendahnya survival rate benih pada kisaran 7–14% dan ketergantungan pada benih alam. Dari sisi ekologi, tujuh dari sebelas Wilayah Pengelolaan Perikanan terindikasi over-exploited. Dari sisi ekonomi, hasil uji kointegrasi Johansen menunjukkan adanya hubungan jangka panjang antara volume ekspor, nilai ekspor, dan PDB perikanan, sedangkan uji kausalitas Granger menunjukkan pengaruh satu arah dari ekspor terhadap PDB perikanan dengan probabilitas 0,0463. Temuan tersebut menegaskan bahwa kebijakan pembatasan tangkap perlu dilengkapi dengan kuota adaptif berbasis WPP, penguatan hatchery dan budidaya, rehabilitasi mangrove, serta instrumen hilirisasi dan stabilisasi ekspor. Evaluasi alternatif kebijakan menunjukkan bahwa pendekatan bioekonomi-terintegrasi dan hilirisasi merupakan opsi paling komprehensif untuk mengurangi trade-off antara konservasi dan pertumbuhan ekonomi. Title: The Urgency of Integrated Mud Crab Management Policy in Safeguarding Sustainability and National Fisheries Economic PerformanceThis researche analyzes the urgency of integrating mud crab (Scylla spp.) management policy to sustain stock resources while maintaining the economic performance of Indonesia’s fisheries subsector. The study applies a mixed-methods approach combining urgency-seriousness-growth (USG) prioritization, root-cause analysis, regulatory review, and time-series testing of mud crab export and fisheries GDP data for 2014–2023. The results show that national supply remains heavily dependent on wild capture, accounting for about 75–85% of total supply, while aquaculture development is constrained by low hatchery survival rates of only 7–14% and continued dependence on wild seed. Ecologically, seven of eleven Fisheries Management Areas are indicated to be over-exploited. Economically, the Johansen cointegration test confirms a long-run relationship among export volume, export value, and fisheries GDP, while the Granger causality test indicates a one-way effect from exports to fisheries GDP with a probability of 0.0463. These findings imply that harvest restriction policy should be complemented by adaptive quotas by fisheries management area, stronger hatchery and aquaculture systems, mangrove rehabilitation, and downstreaming and export-stabilization instruments. Policy evaluation further indicates that an integrated bioeconomic and downstreaming approach is the most comprehensive option to reduce the trade-off between conservation and economic growth.