Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DESKRIPSI KELAYAKAN LAHAN, KETERSEDIAAN SARANA USAHA DAN KETERSEDIAAN MODAL USAHA TRANSMIGRAN DALAM BERUSAHA TANI Malta Malta
Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi) Vol 6 No 3 (2022): Edisi September - Desember 2022
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.03 KB) | DOI: 10.31955/mea.v6i3.2516

Abstract

Keberhasilan dan keberlanjutan program transmigrasi sangat ditentukan oleh kualitas faktor-faktor pendukung yang menjadi pilar utama program dan kegiatan transmigrasi, yaitu kelayakan lahan, ketersediaan sarana usaha, dan ketersediaan modal usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kelayakan lahan, ketersediaan sarana usaha, dan ketersediaan modal usaha transmigran dalam berusahatani di Kabupaten Banyuasin dan Ogan Ilir, Sumatera Selatan - Indonesia. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2016 hingga Januari 2017. Jumlah populasi sebanyak 3.537 KK transmigran. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin. Penelitian ini melibatkan 359 responden yang ditentukan secara stratified random sampling. Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur, wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kelayakan lahan, ketersediaan sarana usaha, dan ketersediaan modal usaha di kedua kabupaten tersebut tergolong rendah rendah.
Kebijakan Pengeluaran Kepiting Bakau dan Kontribusinya terhadap PDB Perikanan Nasional Ahmad Nashrullah; Yuni Puji Hastuti; Malta Malta
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 16, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v16i1.19234

Abstract

Eksploitasi berlebihan kepiting bakau (Scylla spp.) oleh nelayan telah menimbulkan ancaman terhadap keberlanjutan sumber daya karena praktik penangkapan yang belum sepenuhnya sejalan dengan prinsip perikanan berkelanjutan. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Indonesia untuk menerapkan kebijakan pembatasan penangkapan dan pelepasan kepiting guna menjaga keberlanjutan stok sekaligus menjamin kesinambungan produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kebijakan tersebut terhadap kinerja sosial ekonomi sektor perikanan kepiting bakau, khususnya kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Perikanan Nasional. Penelitian menggunakan data deret waktu periode 2014–2023 serta data primer dari 161 responden yang dipilih dari total 241 pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan, terutama eksportir kepiting bakau yang terdampak langsung oleh kebijakan. Variabel yang dianalisis meliputi PDB sektor perikanan serta volume dan nilai ekspor kepiting bakau Indonesia. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan ekonometrika Vector Auto Regression (VAR) dengan dukungan Microsoft Excel 365 dan EViews 9. Hasil uji stasioneritas Augmented Dickey–Fuller (ADF) menunjukkan seluruh variabel telah stasioner setelah transformasi, dengan uji panjang lag optimal berdasarkan Akaike Information Criterion (AIC) sebesar satu periode. Uji kointegrasi Johansen mengindikasikan adanya hubungan keseimbangan jangka panjang yang stabil antara PDB perikanan dan kinerja ekspor kepiting bakau, sementara uji kausalitas Granger menunjukkan hubungan kausal dua arah antara nilai ekspor kepiting bakau dan PDB sektor perikanan. Temuan ini menunjukkan terjadinya pergeseran komoditas dari produk tidak hidup atau olahan menuju produk hidup, segar, dan beku dengan nilai jual lebih tinggi, yang menegaskan bahwa kebijakan pembatasan penangkapan kepiting tidak hanya memberikan manfaat ekologis tetapi juga berdampak positif terhadap kinerja ekonomi dan kontribusi sektor perikanan terhadap PDB nasional. Title: Mud Crab Export Regulations and Their Contribution to the Fisheries Gross Domestic ProductOverexploitation of mud crabs (Scylla spp.) by fishermen has posed a serious threat to resource sustainability due to harvesting practices that are not fully aligned with sustainable fisheries principles. This condition prompted the Government of Indonesia to implement catch-restriction and release policies aimed at maintaining stock sustainability while ensuring production continuity. This study analyzes the impact of these policies on the socio-economic performance of the mud crab fisheries sector, particularly its contribution to the national fisheries Gross Domestic Product (GDP). The research employs time-series data covering the period 2014–2023, complemented by primary data collected from 161 respondents selected from a total population of 241 marine and fisheries business actors, mainly mud crab exporters directly affected by the policy. The variables analyzed include fisheries-sector GDP, as well as the volume and value of Indonesian mud crab exports. Data were analyzed using an econometric Vector Auto Regression (VAR) approach, supported by descriptive and statistical analyses using Microsoft Excel 365 and EViews 9. The Augmented Dickey–Fuller (ADF) stationarity test indicates that all variables are stationary after transformation, with the optimal lag length determined as one period based on the Akaike Information Criterion (AIC). Johansen cointegration results reveal a stable long-term equilibrium relationship between fisheries GDP and mud crab export performance, while Granger causality testing demonstrates a bidirectional causal relationship between mud crab export value and fisheries-sector GDP. These findings indicate a structural shift from non-live or processed crab products toward live, fresh, and frozen products with higher economic value, confirming that mud crab catch-restriction policies generate not only ecological benefits but also positive economic impacts on the performance and GDP contribution of Indonesia’s fisheries sector.