Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN MUTU FARMASI Nadiatussholikha; Devia Nurdiana Putri; Ranum Tri Respati Ningrum; Rizka Agusti Maharcania; Mada Aditia Wardhana; Regy Dwi Aulia
PHARMACIA 2026: Edisi Khusus : Manajemen Farmasi
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen mutu farmasi berfokus pada pencegahan masalah dan pemeliharaan kualitas yang konsisten selama proses desain dan kreasi, menjadikannya krusial bagi reputasi dan profitabilitas sektor manufaktur, dengan praktik Total Quality Management (TQM) yang sering diterapkan di industri ini. Bukti implementasi manajemen mutu dalam layanan kesehatan mencakup Sistem Manajemen Mutu Laboratorium (LQMS) untuk menjamin keakuratan hasil pengujian, dan model '6S' yang terbukti secara signifikan meningkatkan efisiensi kerja dan kualitas instrumen bedah di pusat sterilisasi dan suplai (CSSD). Perkembangan saat ini mengarah pada Quality 5.0, yang memperluas kepuasan pelanggan menjadi kepuasan masyarakat (societal satisfaction), mengintegrasikan aspek keberlanjutan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Evolusi ini sejalan dengan adopsi teknologi Quality 4.0, di mana industri farmasi dinilai paling siap di Argentina dalam mengadopsi digitalisasi berbasis data seperti Big Data Analytics dan IoT untuk pengendalian kualitas real-time. Meskipun fondasi praktik sudah kokoh, penelitian mengidentifikasi dua kesenjangan utama: pertama, kesulitan dalam menerjemahkan konsep makro Kepuasan Masyarakat menjadi praktik operasional dan metrik terukur; dan kedua, hambatan implementasi Quality 4.0 yang berakar pada tantangan perilaku organisasi (misalnya, Kepemimpinan yang lemah dan resistensi terhadap perubahan) dan tata kelola TI (Keamanan siber). Penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk mengatasi tantangan struktural ini dan mengembangkan model kerangka kerja yang didorong oleh tujuan yang lebih tinggi (higher purpose) dan menerapkan perspektif sistem untuk mencapai integrasi penuh Quality 5.0 di seluruh siklus hidup nilai farmasi.
STANDARISASI SIMPLISIA DAUN PAKIS PEDANG (Nephrolepis exaltata) YANG TUMBUH DI WILAYAH KOTA BALIKPAPAN BERDASARKAN PARAMETER SPESIFIK DAN NON SPESIFIK Rofidah Nur Umar; Fileny Zahwa Filerisia; Regy Dwi Aulia; Ranum Tri Respati Ningrum; Siti Nur Fatimah; Ika Adhinda Ayundariaslan
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v11i1.9526

Abstract

Penggunaan tanaman untuk material utama pengobatan tradisional semakin meluas bersamaan dengan bertambahnya permintaan publik terhadap produk herbal yang terjamin keamanan, kualitas, serta kestabilannya. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan standarisasi simplisia pakis pedang (Nephrolepis exaltata) yang berasal dari Kota Balikpapan. Standardisasi simplisia menjadi tahap penting dalam menjamin identitas, keamanan, dan konsistensi mutu sebelum dikembangkan lebih lanjut sebagai suatu produk. Metode penelitian meliputi pemeriksaan makroskopis, analisis mikroskopis, penapisan fitokimia, serta penentuan parameter baku spesifik maupun nonspesifik. Pengamatan melalui mikroskop memperlihatkan bagian spesifik seperti sporangium, stomata menyerupai ginjal, serta jaringan pembuluh yang telah berlignin. Skrining kimia tumbuhan menegaskan adanya senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Untuk uji spesifik, ekstrak larut air sebesar 21% melampaui batas minimal 11%, sedangkan ekstrak larut etanol 16% juga sesuai standar karena melebihi 2%. Penilaian pada aspek nonspesifik memperlihatkan susut bobot pengeringan 7,66%, total abu 6,33%, dan abu tak larut asam 0,77% yang masih sesuai ambang batas yang berlaku. Mengacu pada hasil standardisasi tersebut, simplisia pakis pedang dapat dinyatakan telah memenuhi kriteria mutu.