Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Resolution of Conflict and Human Human Rights Violations in Papua Melkias Hetharia; Josner Simanjuntak
International Journal of Social Service and Research Vol. 5 No. 11 (2025): International Journal of Social Service and Research
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The conflict in Papua is a long-standing issue and involves various aspects, including human rights. Numerous human rights violations have fueled Papuan distrust of the central government. The dominant repressive approach often worsens relations between the community and the state. Under these circumstances, a reconciliation approach becomes an important alternative for conflict resolution. This study aims to formulate a sustainable reconciliation-based conflict resolution strategy in Papua. This study employed qualitative research methods with a descriptive-analytical approach. The data collection technique used was a literature review. The data analysis techniques used were data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the conflict and human rights violations in Papua are multidimensional problems influenced by development inequality, marginalization of indigenous Papuans, limited participation in decision-making, and the dominance of a less-than-humanistic security approach. These conditions have led to injustice, undermined public trust in the state, and prolonged the conflict, resulting in violence, humanitarian crises, and disruptions to social life. Therefore, resolving the Papuan conflict requires an approach that focuses not only on security but also on justice, dialogue, and social restoration.
Implementasi Otonomi Khusus dan Pembentukan Daerah Otonom Baru dalam Resolusi Konflik di Papua Raimondus Mote; Untung Muhdiarta; Josner Simanjuntak; Akbar Silo
Langgas: Jurnal Studi Pembangunan Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ljsp.v5i2.25663

Abstract

Artikel ini menganalisis implementasi Otonomi Khusus Jilid II dan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) sebagai instrumen resolusi konflik di Tanah Papua. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, analisis regulasi, khususnya UU No. 2 Tahun 2021, dan wawancara dengan pemangku kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revisi kebijakan Otsus dan pembentukan empat DOB, yaitu Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Barat Daya, merepresentasikan pergeseran strategi pemerintah menuju peningkatan kesejahteraan, pelayanan publik, dan pengurangan rentang kendali pemerintahan. Namun, implementasinya menghadapi tantangan berupa resistensi terhadap perubahan kelembagaan, potensi konflik horizontal antarelite dalam perebutan sumber daya, serta risiko marginalisasi Orang Asli Papua (OAP) dalam struktur birokrasi. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas DOB sebagai instrumen resolusi konflik bergantung pada transparansi pengelolaan anggaran, penguatan representasi OAP, dan perubahan pendekatan pemerintah dari kontrol sentralistik menuju pengakuan terhadap hak dan martabat OAP. Resolusi berkelanjutan memerlukan integrasi pembangunan dengan penyelesaian akar konflik politik dan perlindungan HAM.