Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Efektifitas Pijat/Sentuhan Bayi Terhadap Kadar Bilirubin Pada Bayi Ikterik Di Ruang Bayi Rs Yogyakarta Paulinus Deny Krisnanto; Listyana Natalia Retnaningsih; Endang Lestiawati
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 6 No 1 (2019): JANUARY 2019
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v6i1.290

Abstract

Kadar Bilirubin yang berlebih dapat menyebabkan kerusakan otak yang permanen atau kernikterus. Sebanyak 60 % dari bayi sehat akan mengalami penyakit kuning/ikterik dan 75 % dilakukan perawatan di Rumah Sakit ( Rawat inap) terutama dalam minggu pertama kelahiran. Penanganan yang dilakukan diantarannya fototerapi, tranfusi tukar  dan pijat bayi untuk mencegah terjadinya encephalopathy atau kernicterus. Pijat bayi memiliki banyak manfaat diantaranya adalah meningkatkan berat badan, meningkatkan intake kalori, meningkatkan aktivitas vagal, meningkatkan motilitas lambung, meningkatkan sistem imun, tidur, menurunkan kadar bilirubin dan memperpendek rawat inap di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan efektifitas terapi pijat apakah efektif menurunkan kadar bilirubin pada bayi ikterik di Ruang bayi di Rumah Sakit Wilayah Yogyakarta Metode: Penelitian ini menggunakan metode Quasy Experimental one group pre post test. Dengan analisa bivariat menggunakan Mann-Whitney. Sampel dipilih secara random berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Terdapat hubungan antara pijat bayi dan fototerapi  dengan penurunan kadar bilirubin darah dengan p value 0.000, terdapat hubungan antara fototerapi dengan penururnan kadar bilirubin dengan p value 0.000. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan anatara bayi yang mendapatkan pijat bayi dan fototerapi dengan bayi yang mendapatkan fototerapi saja dengan p value 0.146.  Selisih kadar bilirubin antara kelompok intervensi dan kontrol sebesar 0.65. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara bayi yang mendapatkan terapi pijat dan fototerapi dengan bayi yang mendapatkan terapi fototerapi saja.
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Partisipasi Ibu Membawa Anaknya Ke Posyandu Kelurahan Kricak Wilayah Kerja Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta Apri Yuliansyah; Endang Lestiawati
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 5 No 1 (2018): JANUARY 2018
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v5i1.177

Abstract

Posyandu diselenggarakan untuk kepentingan masyarakat sehingga pembentukan, penyelenggaraan dan pemanfaatannya memerlukan peran serta aktif masyarakat dalam bentuk partisipasi penimbangan balita setiap bulannya. Pada tahun 2010 tingkat partisipasi ibu ke Posyandu di Kota Yogyakarta baru mencapai 60-69%.Hasil tersebut belum mencapai target 80% yang dicanangkan pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan partisipasi ibu balita membawa anaknya ke Posyandu.. Desain penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel  accidental sampling dengan  sampel sebanyak 90 responden. Teknik analisis yang digunakan adalah univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian ini menunjukkan partisipasi ibu balita membawa anaknya ke Posyandu 88,9%. Analisis spearman rank antara umur ibu dengan partisipasi ibu  p-value 0,265, pendidikan ibu dengan partisipasi ibu  p-value 0,388, pengetahuan ibu dengan partisipasi ibu p-value 0,032, pekerjaan ibu dengan partisipasi ibu p-value 0,047, pendapatan keluarga dengan partisipasi ibu  p-value 0,703. Analisis regresi linier antara pengetahuan dan pekerjaan dengan partisipasi ibu  nilai B pengetahuan 0,201 dan pekerjaan -0,133. Faktor yang berhubungan dengan partisipasi ibu membawa anaknya ke Posyandu adalah pengetahuan p-value 0,032 dan pekerjaan ibu p-value 0,047. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan partisipasi ibu balita membawa anaknya ke Posyandu adalah pengetahuan ibu  nilai B 0,201 (20,1%).
PENGARUH PAK EGI (PAKET EDUKASI GIZI) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DUSUN SIDOKERTO KALURAHAN PURWOMARTANI KAPANEWON KALASAN DIY Casnuri Casnuri; Endang Lestiawati; Nur Hayani
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8, No 02 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i02.400

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi stunting merupakan salah satu masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia. Berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyebutkan prevalensi stunting sebesar 24,4%. Angka ini masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam RPJMN 2020-2024, yakni 14%. Kejadian stunting balita merupakan cerminan kurang gizi kronik yang didapatkan sejak dalam kandungan, keadaan ini akan berlanjut hingga remaja bahkan menjadi dewasa stunting dengan segala konsekuensinya. Kebiasaan anak mengkonsumsi makanan instan berdampak terhadap ketidaksukaan anak mengkonsumsi sayuran atau anak mempunyai kecenderungan mengkonsumsi bahan makanan tertentu. Mengenalkan makanan sehat pada anak sangat penting agar anak mengetahui macammacam makanan sehat yang diperlukan oleh tubuhnya. Anak mampu mengetahui manfaat makan makanan sehat yang ada pedoman gizinya dan boleh dimakan atau sehat, anak akan menolaknya. Keluarga terutama ibu memiliki peran krusial untuk pencegahan dan penanganan masalah stunting atau anak kerdil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan stunting anak usia Balita di Dusun Sidokerto Kalurahan Purwomartani Kapanewon Kalasan DIY. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan intervensi pendidikan gizi.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan one group pre-test and post-test design Nonequivalent Control Group, teknik pengambilan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang ibu balita pada kelompok perlakuan dan kontrol. Data pengetahuan gizi diperoleh dengan kuesioner, data keterampilan diperoleh dengan observasi ceklist, dan edukasi gizi diberikan selama 2x dengan jarak interval 2 minggu menggunakan media leaflet dan ceramah. Data dianalisis menggunakan uji perbedaan paired t-test dan Wilcoxon. Pengambilan data menggunakan intrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari data demografi, pengetahuan orang dan upaya orang tua tua terhadap stunting.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian paket edukasi gizi terhadap pengetahuan sebagai upaya pencegahan stunting dengan p value 0,000.Kesimpulan: Berdasarkan hasil tersebut diharapkan upaya preventif di masyarakat dapat dilakukan dengan optimal dan berkesinambungan.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN EDUKASI GIZI TERHADAP PENINGKATAN PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN PADA BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DUSUN SIDOKERTO KALURAHAN PURWOMARTANI KAPANEWON KALASAN DIY Casnuri casnuri; Endang Lestiawati; Nur Hayani
The Shine Cahaya Dunia Kebidanan Vol 7, No 2 (2022): THE SHINE CAHAYA DUNIA KEBIDANAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscbid.v7i2.384

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan gizi buruk. Praktik pemberian makan merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kejadian stunting, sehingga diperlukan adanya edukasi gizi mengenai praktik pemberian makan.Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh intervensi edukasi gizi terhadap perbaikan pengetahuan dan praktik pemberian makan (feeding practice) pada ibu yang memiliki balita 0- 5 tahun di Dusun Sidokerto Kalurahan Purwomartani Kapanewon Kalasan. Metode Penelitian: Menggunakan desain quasi experimental dengan pre-post test two group design. Jumlah subjek penelitian pada kelompok satu dan dua masing-masing adalah 15 orang. Intervensi berupa edukasi gizi menggunakan booklet PMBA, daftar ukuran rumah tangga dan contoh hidangan yang diberikan 3 kali dengan selang waktu 2 minggu. Data yang dikumpulkan meliputi usia ibu, pendidikan, status bekerja, mendapat penyuluhan gizi, pre-post pengetahuan, pre-post feeding practice. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon.Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan rerata yang bermakna pada skor pengetahuan sebelum dan setelah intervensi pada kedua kelompok (p=0,006; p=0,003), terdapat perbedaan rerata yang bermakna pada skor feeding practice sebelum dan setelah intervensi pada kedua kelompok (p=0,002; p=0,05).
Pengaruh pendidikan kesehatan media video terhadap pengetahuan dampak negatif seks bebas pada remaja Lestiawati, Endang; Barus, Tania Cristine br; Liliana, Anita
Journal of Health Research Science Vol. 4 No. 02 (2024): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v4i02.1351

Abstract

Latar Belakang: Fenomena dampak negatif seks bebas pada kalangan remaja meningkat dari waktu ke waktu. Berbagai dampak negatif seks bebas, seperti kehamilan yang tidak diinginkan, infeksi menular seksual, HIV/AIDS dan dampak terhadap kejiwaan. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan remaja adalah memberikan pendidikan kesehatan dengan media video. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh media video dalam meningkatkan pengetahuan terhadap dampak seks bebas pada remaja.Metode: Jenis Penelitian kuantitatif metode quasi eksperiment dengan desain pre test post test non equivalent control group. Jumlah sampel sebanyak 72 siswa-siswi kelas VIII dengan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data yang digunakan uji Wilcoxon.Hasil: Data hasil analisis bivariat pada kelompok intervensi didapatkan skor p-value 0,000.Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap pengetahuan dampak negatif seks bebas pada remaja di SMP Pangudi Luhur St Vincentius Sedayu Bantul.
VIDEO ANIMASI DIGITAL BERPENGARUH TERHADAP PENGETAHUAN ANAK PRA SEKOLAH DALAM MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI TK ANNUR-2 SLEMAN Deny Krisnanto, Paulinus; Widayati , Ririn Wahyu; Lestiawati, Endang; Lombua, Iwin
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i2.658

Abstract

Pada usia prasekolah rentan terdahap permasalahan kesehatan gigi dan mulut merupakan golongan rawan terjadi karies gigi dan mengalami gigi berlubang. Masalah kesehatan gigi dan mulut adalah hal yang dapat dihindari dengan melakukan perawatan sejak dini untuk mendukung kesehatan gigi salah satunya dengan perawatan masa anak-anak, perawatan gigi anak dilakukan untuk menghindari kellaian atau tanggapan gigi dan membuat gigi sehat, teratur, rapi, dan indah. Salah satu Tindakan untuk mengurangi masalah Kesehatan gigi dan mulut yaitu dengan edukasi.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegtahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan anak pra sekolah dalam Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut. Sampel penelitian ini adalah total sampling dengan responden berjumlah 51 dan dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 denganUji statistic menggunakan Uji  bivariat menggunakan Wilcoxon karena data berditrubusi tidak normal. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan intervensi yang diberikan menggunakan video. Hasil penelitian yang didapatkan melalui uji wlxocon dengan p value 0,001, nilai pengetahuan sebelum diberikan intervensi dengan median 60 dan pengetahuan setelah diberikan edukasi nilai median menjadi 80. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pemberian edukasi dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak TK.
THE DIFFERENCE IN EFFECTIVENESS BETWEEN DEMONSTRATION AND STORYTELLING METHODS OF HANDWASHING KNOWLEDGE OF FIRST- GRADERS ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN Lestiawati, Endang; Hapsari, Riris Puri; Retnaningsih, Listyana Natalia
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 2, Juli 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i2.1769

Abstract

Background: School-age children are vulnerable to infectious diseases that can potentially lead to death. Proper handwashing is one of the effective measures for prevention. Preventive actions become more effective when health education is delivered using demonstration and storytelling methods. This study aimed to determine the effectiveness of health education using demonstration and storytelling methods on the level of handwashing knowledge among first-grade elementary school students in Krogowanan Village, Sawangan, Magelang. Methods: The research was a quasi-experimental study using a pre-test and post-test design without a control group. A total sampling technique was employed, involving 42 respondents who were divided into two groups based on the method used: demonstration and storytelling. A questionnaire was used as the research instrument. Data were analysed using the Paired T-Test and the Independent T-Test.Results: The results of the Independent T-Test revealed a statistically significant difference (p = 0.000 < 0.05) in handwashing knowledge between the groups that received demonstration and storytelling interventions. The mean increase was higher in the storytelling group (2.1429) than in the demonstration group (1.8571).Conclusions: It indicates that the storytelling method was more effective in improving handwashing skills in first-grade elementary school children.
Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Premenstruasi Sindrom pada Mahasiswa DIV Bidan Pendidik Universitas Respati Yogyakarta Afriyanti, Neta; Lestiawati, Endang
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 14 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v14i2.135

Abstract

Pre-menstruasi sindrom diperkirakan terjadi pada 7-14 hari sebelum datang menstruasi. Stres merupakan salah satu faktor terjadinya pre-menstruasi sindrom yang mengakibatkan ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron. Tingginya tingkat stres yang terjadi mengakibatkan banyaknya mahasiswa mengalami kejadian pre-menstruasi sindrom. Bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kejadian pre-menstruasi sindrom pada mahasiswa DIV Bidan Pendidik di Universitas Respati Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional pada 181 responden dengan teknik total sampling. Instrumenst penelitian menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) dan Shortened Premenstrual Assesment Form (SPAF). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Berdasarkan hasil penelitian tentang tingkat stres, 65 (35,9%) responden paling banyak mengalami stres normal. Sebagian besar responden mengalamai pre-menstruasi sindrom sebanyak 107 (59,1%) responden. Analisis uji kolerasi Spearman Rank dengan p-value 0,026<0,05 dengan kofisien korelasi -0,165. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian pre-menstruasi sindrom pada mahasiswa DIV Bidan Pendidik Universitas Respati Yogyakarta
Efektivitas Media Flipchart dan Slide Power Point Terhadap Pengetahuan Tanda Bahaya Kehamilan pada Ibu Primigravida di Puskesmas Banguntapan II Yogyakarta Lestiawati, Endang; Liliana, Anita; Astuti, Murniyati
Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel Vol. 15 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel
Publisher : Institut Kesehatan Immanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36051/jiki.v15i2.162

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI)  yang masih tinggi disebabkan karena masih rendahnya pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu primigravida tentang tanda bahaya kehamilan salah satunya adalah pendidikan kesehatan dengan menggunakan media flipchart dan slide power point. Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan efektivitas pendidikan kesehatan tentang tanda bahaya kehamilan dengan menggunakan media flipchart dan slide power point terhadap pengetahuan ibu primigravida di Puskesmas Banguntapan II. Penelitian quasi eksperimen dengan desain pre and post test without control. Sampel 30 ibu primigravida diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Sample dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok 1 adalah kelompok flipchart dan kelompok 2 adalah kelompok slide power point. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji T-Test Paired dan Independent T-Test. Hasil penelitian menunjukan media slide power point dan flipchart dapat meningkatkan pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dengan hasil p value (0.000) < (0.05). Kesimpulan dari penelitian ini media flipchart dan slide power point sama-sama efektif terhadap tingkat pengetahuan ibu primigravida tentang tanda bahaya kehamilan di Puskesmas Banguntapan II.
THE DIFFERENCE IN EFFECTIVENESS BETWEEN DEMONSTRATION AND STORYTELLING METHODS OF HANDWASHING KNOWLEDGE OF FIRST- GRADERS ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN Lestiawati, Endang; Hapsari, Riris Puri; Retnaningsih, Listyana Natalia
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 2, Juli 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i2.1769

Abstract

Background: School-age children are vulnerable to infectious diseases that can potentially lead to death. Proper handwashing is one of the effective measures for prevention. Preventive actions become more effective when health education is delivered using demonstration and storytelling methods. This study aimed to determine the effectiveness of health education using demonstration and storytelling methods on the level of handwashing knowledge among first-grade elementary school students in Krogowanan Village, Sawangan, Magelang. Methods: The research was a quasi-experimental study using a pre-test and post-test design without a control group. A total sampling technique was employed, involving 42 respondents who were divided into two groups based on the method used: demonstration and storytelling. A questionnaire was used as the research instrument. Data were analysed using the Paired T-Test and the Independent T-Test.Results: The results of the Independent T-Test revealed a statistically significant difference (p = 0.000 < 0.05) in handwashing knowledge between the groups that received demonstration and storytelling interventions. The mean increase was higher in the storytelling group (2.1429) than in the demonstration group (1.8571).Conclusions: It indicates that the storytelling method was more effective in improving handwashing skills in first-grade elementary school children.