Casnuri Casnuri
Universitas Respati Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Effect of Reward System on Male Participation in Surgical Contraceptive Method Suwarsi Suwarsi; Casnuri Casnuri; Fika Lilik Indrawati; Merita Eka Rahmuniyati
INDONESIAN NURSING JOURNAL OF EDUCATION AND CLINIC (INJEC) Vol 3, No 2 (2018): INJEC
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.344 KB) | DOI: 10.24990/injec.v3i2.206

Abstract

Introduction: The participation of men in the surgical contraceptive method (MOP) has not increased even though in some regencies or cities in Indonesia. There has been a reward program for men who want to join the MOP. This study was to determine the relationship of interest with the reward system for prospective MOP acceptors. Methods: Quantitative study with observational analytic approach, cross-sectional time design with two groups. The total sample of 60 men was taken by purposive sampling according to the inclusion criteria. Data is taken through a measuring instrument in the form of a questionnaire.  Bivariate analysis with chi-square test. Results: Respondents 'interest in family planning MOP in no system reward was mostly low at 21 people (70%), while the respondents' interest in family planning MOP in system reward was mostly good at 18 people (60%). There is no difference in interest in prospective MOP family planning acceptors between Districts with reward system and without reward system. There is a correlation between interest and reward (p = 0.007) in the Regency with reward and without reward system. Conclusions: There is no difference in interest between candidates for Family Planning MOP acceptors between reward and without reward system.
PENGARUH PAK EGI (PAKET EDUKASI GIZI) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DUSUN SIDOKERTO KALURAHAN PURWOMARTANI KAPANEWON KALASAN DIY Casnuri Casnuri; Endang Lestiawati; Nur Hayani
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 8, No 02 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i02.400

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi stunting merupakan salah satu masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia. Berdasarkan survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 menyebutkan prevalensi stunting sebesar 24,4%. Angka ini masih jauh dari angka prevalensi yang ditargetkan dalam RPJMN 2020-2024, yakni 14%. Kejadian stunting balita merupakan cerminan kurang gizi kronik yang didapatkan sejak dalam kandungan, keadaan ini akan berlanjut hingga remaja bahkan menjadi dewasa stunting dengan segala konsekuensinya. Kebiasaan anak mengkonsumsi makanan instan berdampak terhadap ketidaksukaan anak mengkonsumsi sayuran atau anak mempunyai kecenderungan mengkonsumsi bahan makanan tertentu. Mengenalkan makanan sehat pada anak sangat penting agar anak mengetahui macammacam makanan sehat yang diperlukan oleh tubuhnya. Anak mampu mengetahui manfaat makan makanan sehat yang ada pedoman gizinya dan boleh dimakan atau sehat, anak akan menolaknya. Keluarga terutama ibu memiliki peran krusial untuk pencegahan dan penanganan masalah stunting atau anak kerdil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan dan upaya pencegahan stunting anak usia Balita di Dusun Sidokerto Kalurahan Purwomartani Kapanewon Kalasan DIY. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dan ibu balita sebelum dan sesudah diberikan intervensi pendidikan gizi.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan rancangan one group pre-test and post-test design Nonequivalent Control Group, teknik pengambilan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15 orang ibu balita pada kelompok perlakuan dan kontrol. Data pengetahuan gizi diperoleh dengan kuesioner, data keterampilan diperoleh dengan observasi ceklist, dan edukasi gizi diberikan selama 2x dengan jarak interval 2 minggu menggunakan media leaflet dan ceramah. Data dianalisis menggunakan uji perbedaan paired t-test dan Wilcoxon. Pengambilan data menggunakan intrumen penelitian berupa kuesioner yang terdiri dari data demografi, pengetahuan orang dan upaya orang tua tua terhadap stunting.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian paket edukasi gizi terhadap pengetahuan sebagai upaya pencegahan stunting dengan p value 0,000.Kesimpulan: Berdasarkan hasil tersebut diharapkan upaya preventif di masyarakat dapat dilakukan dengan optimal dan berkesinambungan.