Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif, terutama pada sektor konstruksi dan industri yang memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan perusahaan adalah melalui pelaksanaan safety induction, yaitu kegiatan pengenalan awal bagi pekerja baru, kontraktor, maupun tamu sebelum memasuki area kerja untuk memberikan pemahaman mengenai potensi bahaya, penggunaan alat pelindung diri (APD), prosedur tanggap darurat, serta aturan keselamatan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi safety induction dan perannya dalam meningkatkan keselamatan kerja di PT Contemporary Amperex Technology Limited Energy Engineering (PT CCIEE), Kabupaten Karawang, dengan menggunakan metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Pengamatan dilakukan secara langsung pada kegiatan safety induction, toolbox meeting, general safety talk, safety patrol, dan inspeksi keselamatan yang dilaksanakan oleh Departemen Health, Safety and Environment (HSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa safety induction berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan kerja melalui pemahaman mengenai risiko kerja, pengendalian bahaya, penggunaan APD yang benar, serta tindakan yang harus dilakukan dalam kondisi darurat. Selain itu, program ini mendukung pembentukan budaya keselamatan kerja yang positif dan berkelanjutan sehingga dapat membantu mengurangi potensi kecelakaan kerja serta mendukung penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di lingkungan perusahaan. Oleh karena itu, safety induction perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan sebagai bagian dari strategi peningkatan kinerja keselamatan kerja.