Eusabius Separera Niron
Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK DASAWISMA UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI KELUARGA DI DESA JAWAPOGO, KECAMATAN MAUPONGGO, KABUPATEN NAGEKEO: Skolastika Sania Parihi; Veronika Ruba Pena; Eusabius Separera Niron; Bruno Rey Sonby Pantola
Journal Education and Government Wiyata Vol 4 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/e-gov.v4i2.399

Abstract

Jawapogo Village, Mauponggo District, Nagekeo Regency has faced two main problems. The problems faced are lack of skills and inability to access optimal economic resources, especially in terms of utilizing local potential such as candlenut fruit. The purpose of this community service is to encourage Dasawisma groups to improve family financial welfare. Observation, socialization, discussion, and skills training for Dasawisma mothers are all techniques used. This activity is carried out in four main stages, namely starting with preparation and observation to determine community needs, then Dasawisma mothers also learn about the importance of managing economic resources and talking about existing problems. Skills training concentrates on making candlenut oil and other value-added products from candlenut fruit. The results of the program show that the knowledge and skills of Dasawisma mothers on how to process candlenuts have increased. This has a positive impact on family income and community economic independence. Therefore, this empowerment program not only improves the economy but also helps women become part of village decision-making and creates new sustainable business opportunities.
MENGEMBANGKAN MINAT BACA BAGI GENERASI MUDA MELALUI KEGIATAN LITERASI BERBASIS KOMUNITAS DI DESA PASIR PUTIH, KECAMATAN NAGAWUTUNG KABUPATEN LEMBATA Irene Alianra Rika Nahak; Bruno Rey Pantola; Eusabius Separera Niron
Journal Education and Government Wiyata Vol 4 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/e-gov.v4i2.412

Abstract

Interest in reading among the younger generation, especially in rural areas such as Pasir Putih Village, Nagawutun District, Lembata Regency is still relatively low. Although the availability of books is quite adequate, the spirit and habit of reading have not been optimally formed among students. This is due to various factors, such as the lack of mentoring, the lack of a literate environment, and the dominance of non-academic activities such as helping parents go to sea and play outside the home. To answer these challenges, students of the Independent Learning Independent Campus (MBKM) program from Widya Mandira Catholic University (Unwira) Kupang carried out socialization activities to read interests, as well as build a Village Reading Corner as a center for community-based literacy activities. The methods used include socialization and joint discussion. The results of the activity showed that there was an increase in students' awareness of the importance of reading. The Reading Corner is not only a place to read, but also a center for the growth of an open and inclusive literacy culture. This activity proves that literacy can be developed effectively through a community-based, collaborative approach and touching the social context of the village community. Students play the role of agents of change who are able to revive the spirit of learning in the midst of limitations. With continuous support from schools, village governments, and the community, this literacy movement is expected to form a young generation of villages who like to read, think critically, and are ready to face future challenges.
EFEKTIVITAS PROGRAM KAMPUNG KB (KELUARGA BERENCANA) GUNA MEWUJUDKAN KELUARGA MANDIRI PADA KELURAHAN NAIMATA KECAMATAN MAULAFA KOTA KUPANG Viktorius Riki Jawan; Rodriques Servatius; Eusabius Separera Niron
Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Administrasi Publik Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/kybernology.v4i1.422

Abstract

Penelitian ini berjudul Efektivitas Program Kampung KB di Keluarahan Naimata Kecamata Maulafa Kota Kupang. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah Bagaimanakah Efektivitas Program Kampung KB di Keluarahan Naimata Kecamata Maulafa Kota Kupang. Teori yang digunakan oleh peneliti dalam memecahkan masalah penelitian adalah efektivitas berupa sasaran program dan sosialisasi program. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sumber data primer adalah para informan sedangkan data sekunder adalah dokumen-dokumen yang berkaitan dengan variabel penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.Tahap analisa data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, tahap penarikan kesimpulan lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Sasaran program Keluarga Berencana dan kesehatan di Kelurahan Naimata, khususnya Pasangan Usia Subur dan remaja, telah tercapai secara efektif, ditunjukkan oleh tingginya partisipasi dalam penyuluhan, konseling, dan penggunaan kontrasepsi. Keberhasilan pencapaian sasaran program didukung oleh peran kader profesional yang kompeten, pendataan yang akurat, ketersediaan alat kontrasepsi, serta sinergi dengan program BKB dan Posyandu, sehingga mendorong terwujudnya keluarga mandiri dan sehat serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi dan pola hidup sehat berkelanjutan. 2). Sosialisasi program Keluarga Berencana di Kelurahan Naimata berjalan efektif, terstruktur, dan merata melalui Posyandu serta berbagai kelompok kegiatan pendukung, sehingga informasi mengenai kontrasepsi, kesehatan reproduksi, dan perencanaan keluarga dapat diterima dengan baik oleh Pasangan Usia Subur dan remaja. Tingginya partisipasi dan pemahaman sasaran menunjukkan keberhasilan sosialisasi program dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kemandirian keluarga, serta mendukung terwujudnya keluarga sehat dan sejahtera di tingkat komunitas.Berdasarkan hasil analisis diatas, penulis menyimpulkan bahwa Efektivitas Program KB (Keluarga Berencana) Guna Mewujudkan Keluarga Mandiri Pada Kelurahan Naimata Kecamatan Maulafa Kota Kupang sudah berjalan dengan baik berupa sasaran program dan sosialisasi program.
STRATEGI IMPLEMENTASI NILAI-NILAI ADAT LIKAT TELO DALAM PENDIDIKAN FORMAL DI DESA ILE PADUNG Veronika Boleng Kelen; Eusabius Separera Niron; Stephanie Perdana Ayu Lawalu; Elisabeth D. M. Welin
PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik Vol 9 No 3 (2026): PAPATUNG Volume 9 Nomor 3 Tahun 2026
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/japp.v9i3.1922

Abstract

Nilai-nilai adat Tiga Tungku (Likat Telo) merupakan sistem sosial yang mengatur relasi kekerabatan dan harmoni sosial masyarakat Lamaholot di Desa Ile Padung melalui prinsip Opu Belake dan Muro (ikan ayam). Namun, dinamika modernisasi dan perubahan sosial berdampak pada melemahnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai adat tersebut. Pendidikan formal memiliki peran strategis dalam mentransmisikan nilai budaya lokal melalui mekanisme pendidikan yang tidak hanya bersifat kurikuler, tetapi juga kultural. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi implementasi nilai-nilai adat Tiga Tungku dalam pendidikan formal di Desa Ile Padung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi dan dianalisis menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edwards III yang meliputi aspek komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Hidden curriculum diposisikan sebagai strategi implementatif dalam internalisasi nilai adat melalui budaya sekolah, keteladanan guru, dan interaksi sosial peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai adat Tiga Tungku berlangsung secara implisit dan berkelanjutan melalui praktik pendidikan sehari-hari di sekolah. Keberhasilan strategi implementasi sangat ditentukan oleh konsistensi komunikasi nilai budaya, komitmen pelaksana, serta dukungan kelembagaan sekolah dan masyarakat adat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kebijakan sekolah berbasis budaya lokal sebagai upaya pelestarian nilai-nilai adat dalam pendidikan formal.