Farrel Rizki Saputra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Bentuk Tindak Tutur Perlokusi Ekspresif pada Dialog Tokoh Ian dalam Film Perayaan Mati Rasa Karya Umah Shahab Farrel Rizki Saputra; Dyah Wijayawati; Bivit Anggoro Prasetyo Nugroho
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i1.2721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur perlokusi ekspresif pada dialog tokoh Ian dalam film Perayaan Mati Rasa karya Umay Shahab. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang berlandaskan kajian pragmatik, dengan fokus pada penggunaan bahasa dalam konteks interaksi tuturan. Data penelitian berupa tuturan dialog tokoh Ian yang mengandung tindak tutur perlokusi ekspresif. Data diperoleh melalui metode Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), yaitu teknik pengumpulan data dengan cara menyimak penggunaan bahasa tanpa keterlibatan langsung peneliti dalam peristiwa tutur, yang dilanjutkan dengan teknik catat untuk mendokumentasikan data secara sistematis. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP), yakni menganalisis tuturan berdasarkan konteks situasi tutur serta faktor penentu makna di luar bahasa, seperti hubungan penutur dan mitra tutur serta kondisi situasional. Selanjutnya, data diklasifikasikan berdasarkan teori tindak tutur ekspresif yang dikemukakan oleh Searle (1979), yang meliputi bentuk berterima kasih, memberi selamat, meminta maaf, menyalahkan, memuji, menyatakan belasungkawa, dan mengeluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh bentuk tindak tutur perlokusi ekspresif tersebut, ditemukan enam bentuk, yaitu berterima kasih, meminta maaf, menyalahkan, memuji, menyatakan belasungkawa, dan mengeluh, sedangkan bentuk memberi selamat tidak ditemukan. Bentuk tindak tutur perlokusi ekspresif yang paling dominan adalah mengeluh, yang merepresentasikan tekanan emosional dan konflik batin yang dialami tokoh utama. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan kajian pragmatik, khususnya analisis bentuk tindak tutur perlokusi ekspresif dalam media film, serta memberikan implikasi bagi bidang pendidikan bahasa dan sastra sebagai bahan ajar analisis wacana dan pembelajaran apresiasi karya sastra audiovisual.