Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Register Jual Beli Pakan Ternak di Pasar Induk Wonosobo sebagai Referensi Pembelajaran Teks Negosiasi Bahasa Indonesia Puspita Rahayu; Etin Pujihastuti; Dyah Wijayawati
Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.639 KB) | DOI: 10.20884/1.jpbsi.2021.2.1.4031

Abstract

Penelitian ini berjudul “Register Jual Beli Pakan Ternak di Pasar Induk Wonosobo sebagai Referensi Pembelajaran Teks Negosiasi Bahasa Indonesia”. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk dan fungsi register yang ada pada kegiatan jual beli pakan ternak di Pasar Induk Wonosobo, serta penggunaannya sebagai referensi pembelajaran teks negosiasi Bahasa Indonesia”. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah tuturan yang muncul pada kegiatan jual beli pakan ternak di Pasar Induk Wonosobo dan mengandung register. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 28 register yang digunakan pada kegiatan jual beli pakan ternak di Pasar Induk Wonosobo. Register tersebut berbentuk kata, frasa, singkatan dan akronim. Terdapat register bentuk kata dasar berjumlah 12 kata, register bentuk kata berimbuhan berjumlah 5 kata, register bentuk kata majemuk berjumlah 3 kata, register bentuk kata ulang berjumlah 1 kata, register bentuk frasa berjumlah 1, register bentuk singkatan berjumlah 5, dan register bentuk akronim berjumlah 1. Masing-masing register memiliki makna yang khas dan hanya dikenal pada kegiatan jual beli pakan ternak saja. Data yang diperoleh dapat digunakan dalam pembelajaran teks negosiasi di kelas X Sekolah Menengah Atas pada KD. 3.10 yaitu mengevaluasi pengajuan, penawaran dan persetujuan dalam teks negosiasi lisan maupun tulis.
SOCIAL PROBLEMS IN THE POEM "DI NEGERI AMPLOP" BY A. MUSTOFA BISRI (SEMIOTIC STUDY) RIFFATERRE Nia Mubarokah; Dyah Wijayawati
Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.288 KB) | DOI: 10.20884/1.jpbsi.2022.3.2.7238

Abstract

The poem “Di Negeri Amplop”, has a background of social problems conveyed by the author. The formulation of the research problem, namely: (1) how is the meaning and hypogram in the poem “Di Negeri Amplop” by A. Mustofa Bisri; and (2) hhat are the social problems contained in the collection of poetry “Di Negeri Amplop” by A. Mustofa Bisri. The objectives are: (1) to describe the meaning and hypogram in the collection of poems “Di Negeri Amplop” by A. Mustofa Bisri; and (2) to describe the social problem contained in the collection of poems "Di Negeri Amplop" by A. Mustofa Bisri. This research is in the form of a qualitative descriptive. The data in this study are in the form of a poem containing social problem entitled “Di Negeri Amplop”. Collecting data using library method. Data analysis using semiotic method. The results of this study indicate the meaning of bribery, corruption, collusion, and the existence of poor people. This meaning shows the existence of social problems of crime in the form of bribery.
ANALISIS DIMENSI TEKS MODEL NORMAN FAIRCLOUGH PADA UJARAN KARAKTER THORFINN THORSSON DALAM ANIME VINLAND SAGA Silvio Eggel Pratama; Dyah Wijayawati; M. Riyanton
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.38789

Abstract

This study is motivated by the limited number of linguistic studies that specifically examine the textual dimension of Critical Discourse Analysis in anime as a form of popular media. Vinland Saga presents dialogues that function not only as a means of communication, but also as a medium for constructing meaning, values, and the worldview of its characters. The research problem focuses on how the textual dimension of Norman Fairclough’s model is represented in the utterances of the character Thorfinn Thorsson. The aim of this study is to describe and analyze the linguistic features of the textual dimension, including lexical choice, grammatical structure, semantic relations, cohesion, and coherence in Thorfinn Thorsson’s utterances. This research employs a descriptive qualitative approach within the framework of Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis. The data consist of Thorfinn Thorsson’s utterances taken from selected episodes of Vinland Saga, collected through documentation techniques and analyzed systematically based on the categories of the textual dimension. The findings reveal that Thorfinn Thorsson’s utterances display consistent and distinctive linguistic patterns. Lexical choices tend to be direct and oriented toward physical action, grammatical structures frequently represent affirmation and self-denial, semantic relations are predominantly characterized by cause-and-effect patterns linking personal experience to acts of revenge, and cohesion and coherence are strongly constructed through causal conjunctions and referential devices that maintain textual unity. These findings demonstrate that the textual dimension plays a crucial role in representing the construction of meaning and the development of Thorfinn’s character in Vinland Saga.
Bentuk Tindak Tutur Perlokusi Ekspresif pada Dialog Tokoh Ian dalam Film Perayaan Mati Rasa Karya Umah Shahab Farrel Rizki Saputra; Dyah Wijayawati; Bivit Anggoro Prasetyo Nugroho
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i1.2721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur perlokusi ekspresif pada dialog tokoh Ian dalam film Perayaan Mati Rasa karya Umay Shahab. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang berlandaskan kajian pragmatik, dengan fokus pada penggunaan bahasa dalam konteks interaksi tuturan. Data penelitian berupa tuturan dialog tokoh Ian yang mengandung tindak tutur perlokusi ekspresif. Data diperoleh melalui metode Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), yaitu teknik pengumpulan data dengan cara menyimak penggunaan bahasa tanpa keterlibatan langsung peneliti dalam peristiwa tutur, yang dilanjutkan dengan teknik catat untuk mendokumentasikan data secara sistematis. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode padan pragmatis dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP), yakni menganalisis tuturan berdasarkan konteks situasi tutur serta faktor penentu makna di luar bahasa, seperti hubungan penutur dan mitra tutur serta kondisi situasional. Selanjutnya, data diklasifikasikan berdasarkan teori tindak tutur ekspresif yang dikemukakan oleh Searle (1979), yang meliputi bentuk berterima kasih, memberi selamat, meminta maaf, menyalahkan, memuji, menyatakan belasungkawa, dan mengeluh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh bentuk tindak tutur perlokusi ekspresif tersebut, ditemukan enam bentuk, yaitu berterima kasih, meminta maaf, menyalahkan, memuji, menyatakan belasungkawa, dan mengeluh, sedangkan bentuk memberi selamat tidak ditemukan. Bentuk tindak tutur perlokusi ekspresif yang paling dominan adalah mengeluh, yang merepresentasikan tekanan emosional dan konflik batin yang dialami tokoh utama. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan kajian pragmatik, khususnya analisis bentuk tindak tutur perlokusi ekspresif dalam media film, serta memberikan implikasi bagi bidang pendidikan bahasa dan sastra sebagai bahan ajar analisis wacana dan pembelajaran apresiasi karya sastra audiovisual.