Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan bimbingan kelompok berbasis nilai Maja Labo Dahu dan pendekatan konvensional dalam membentuk perilaku sosial anak usia dini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan fokus pada pemahaman mendalam terhadap proses, pengalaman, dan dampak dari kedua pendekatan bimbingan yang diterapkan di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Subjek penelitian terdiri dari guru, konselor, dan anak usia dini yang terlibat dalam kegiatan bimbingan kelompok. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bimbingan kelompok berbasis nilai Maja Labo Dahu lebih efektif dalam membentuk perilaku sosial anak usia dini dibandingkan pendekatan konvensional. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan kemampuan kerja sama, empati, tanggung jawab, dan kontrol diri anak dalam kegiatan kelompok. Pendekatan berbasis nilai budaya memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena anak tidak hanya menerima aturan secara verbal, tetapi juga menginternalisasi nilai melalui aktivitas sosial yang kontekstual. Sementara itu, pendekatan konvensional cenderung bersifat satu arah sehingga kurang memberikan ruang interaksi aktif bagi anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi nilai budaya lokal dalam layanan bimbingan kelompok memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan perilaku sosial anak usia dini.