Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penggunaan Konseling Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Teknik Self Instructions Untuk Mengurangi Kejenuhan Belajar Peserta didik di SMAN 1 Sanggar Atiatun Rahmania; Nasution Nasution; Nurhayati Nurhayati; Nurrahmania Nurrahmania; Israfil Israfil; Irham Irham
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.4105

Abstract

Kondisi remaja era sekarang yang gandrung menggunakan media sosial telah menyita waktu dan energi. Kondisi tersebut juga menimbulkan kelelahan fisik dan psikis sehingga berdampak pada jenuh dalam kegiatan belaja. Penelitian ini bertujuan membantu menurunkan kejenuhan belajar peserta didik menggunakan CBT teknik self-instructions. Teknik ini, melatih peserta didik untuk mengenali dan menantang pikiran-pikiran yang merugikan, dan menggantinya dengan pernyataan yang lebih konstruktif dan memberdayakan. Tujuan dari penerapan teknik self-instructions adalah untuk meningkatkan motivasi, memperbaiki pola pikir, dan mengurangi perasaan kejenuhan yang dialami selama proses belajar. Kejenuhan belajar adalah kondisi psikologis yang ditandai oleh kebosanan, kehilangan minat, dan penurunan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif teknik single subject design, dengan sampel 10 peserta didik yang di pilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner penilaian diri untuk mengukur tingkat kejenuhan belajar sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan selama enam sesi, di mana peserta didik untuk mengelola pikiran negatif dan meningkatkan motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan signifikan dalam tingkat kejenuhan belajar peserta didik setelah penerapan teknik self-instructions. Rata-rata skor kejenuhan sebelum intervensi adalah 33,4, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 28,8. Hasil analisis statistik menggunakan uji t menunjukkan nilai t sebesar 5,225 dengan p-value < 0,001, yang mengindikasikan bahwa teknik self-instructions efektif untuk mengurangi kejenuhan belajar.
Implementasi Nilai-Nilai Orangtua Dengan Pendidik Dalam Pengembangan Karakter Disiplin Peserta Didik SMK Nurhayati Nurhayati; Nurrahmania Nurrahmania; Amiruddin Amiruddin; Israfil Israfil; Nasution Nasution; Juanda Juanda; Muhamadiah Muhamadiah
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4408

Abstract

penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai yang ditanamkan dalam proses pengasuhan orangtua dengan guru di Sekolah dalam mengembangkan karakter disiplin peserta didik. Nilai-nilai dasar sangat penting dalam mengambangkan karakter disiplin. Orangtua merupakan pendidik pertama dalam perkembangan karakter disiplin peserta didik, kemudian dilajutkan oleh pendidik/guru di sekolah secara konsisten. Kenyataan di lapangan menunjukan bahwa kearifan lokal yang telah mengakar dalam budaya dan nilai-nilai yang berlaku dalam praktik hidup masyarakat telah terkikis, seperti pola pergaulan, moral, kebiasaan hidup, kepercayaan yang mempengaruhi karakter peserta didik. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam. Subjek penelitian ini peserta didik SMK Negeri 3 Kota Bima. Analisis data etnografi dimaksudkan untuk memahami secara lebih mendalam terhadap catatan lapangan, hasil wawancara yang dikumpulkan berupa gambaran peristiwa, budaya, perilaku sosial dan nilai-nilai yang dianut oleh orangtua dan guru di sekolah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi nilai-nilai orangtua dengan nilai-nilai pendidik/guru di sekolah dalam mengembangkan karakter disiplin cukup baik, orangtua dan guru saling mendukung akan tetapi masih terdapat beberapa kendala dan persoalan yang perlu dibicaran secara terbuka antara orangtua dan guru di sekolah. Hal ini disimpulkan bahwa, pada awal tahun masuk orangtua berkonsultasi dengan guru, orangtua memberikan informasi tentang anaknya tetapi bila ada hal-hal yang negatif orangtua cenderung sungkan untuk menyampaikan, orangtua bersedia membantu guru untuk kepentingan peserta didik. Tetapi ada beberapa hal yang masih kurang seperti kurangnya contoh sikap disiplin dari guru (beberapa guru sering terlambat masuk kelas, kurang tepat waktu), guru bersikap kasar (secara verbal dan non-verbal), guru terkadang kurang adil dalam melayani peserta didik, orangtua terkadang tidak konsisten dengan aturan.
Eksplorasi Penerapan Pendekatan Bimbingan Kelompok Berbasis Nilai Maja Labo Dahu dan Pendekatan Konvensional dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia Dini Nurrahmania Nurrahmania; Ade S. Anhar; Sulistia Indah; Israfil Israfil; Sarbudin Sarbudin; Muhlis Muhlis
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan bimbingan kelompok berbasis nilai Maja Labo Dahu dan pendekatan konvensional dalam membentuk perilaku sosial anak usia dini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan fokus pada pemahaman mendalam terhadap proses, pengalaman, dan dampak dari kedua pendekatan bimbingan yang diterapkan di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Subjek penelitian terdiri dari guru, konselor, dan anak usia dini yang terlibat dalam kegiatan bimbingan kelompok. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bimbingan kelompok berbasis nilai Maja Labo Dahu lebih efektif dalam membentuk perilaku sosial anak usia dini dibandingkan pendekatan konvensional. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan kemampuan kerja sama, empati, tanggung jawab, dan kontrol diri anak dalam kegiatan kelompok. Pendekatan berbasis nilai budaya memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena anak tidak hanya menerima aturan secara verbal, tetapi juga menginternalisasi nilai melalui aktivitas sosial yang kontekstual. Sementara itu, pendekatan konvensional cenderung bersifat satu arah sehingga kurang memberikan ruang interaksi aktif bagi anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi nilai budaya lokal dalam layanan bimbingan kelompok memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan perilaku sosial anak usia dini.