Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Dampak Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Remaja Di Desa Nunggi Kac.Wera Nur Syariful Amin; Sarbudin Sarbudin; Muhamadiah Muhamadiah; Sulistia Indah; Israfil Israfil
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.4041

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar terhadap pola komunikasi dan interaksi sosial remaja, terutama melalui penggunaan media sosial. Media sosial yang awalnya berfungsi sebagai sarana komunikasi dan berbagi informasi, kini juga memengaruhi perilaku, moral, serta kedisiplinan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan media sosial terhadap perilaku remaja di Desa Nunggi Kecamatan Wera Kabupaten Bima NTB. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap remaja, orang tua, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja menggunakan media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram selama lebih dari empat jam per hari. Media sosial memberikan dampak positif berupa peningkatan wawasan, kemampuan komunikasi, dan akses informasi, namun juga menimbulkan dampak negatif seperti penurunan motivasi belajar, lemahnya kedisiplinan ibadah, serta munculnya perilaku konsumtif dan ketergantungan digital. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa dampak media sosial bersifat dua arah, bergantung pada tingkat kontrol diri, bimbingan keluarga, dan lingkungan sosial yang mendukung penggunaan media secara bijak.
Penggunaan Konseling Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Teknik Self Instructions Untuk Mengurangi Kejenuhan Belajar Peserta didik di SMAN 1 Sanggar Atiatun Rahmania; Nasution Nasution; Nurhayati Nurhayati; Nurrahmania Nurrahmania; Israfil Israfil; Irham Irham
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 8 No 2 (2025): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v8i2.4105

Abstract

Kondisi remaja era sekarang yang gandrung menggunakan media sosial telah menyita waktu dan energi. Kondisi tersebut juga menimbulkan kelelahan fisik dan psikis sehingga berdampak pada jenuh dalam kegiatan belaja. Penelitian ini bertujuan membantu menurunkan kejenuhan belajar peserta didik menggunakan CBT teknik self-instructions. Teknik ini, melatih peserta didik untuk mengenali dan menantang pikiran-pikiran yang merugikan, dan menggantinya dengan pernyataan yang lebih konstruktif dan memberdayakan. Tujuan dari penerapan teknik self-instructions adalah untuk meningkatkan motivasi, memperbaiki pola pikir, dan mengurangi perasaan kejenuhan yang dialami selama proses belajar. Kejenuhan belajar adalah kondisi psikologis yang ditandai oleh kebosanan, kehilangan minat, dan penurunan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif teknik single subject design, dengan sampel 10 peserta didik yang di pilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner penilaian diri untuk mengukur tingkat kejenuhan belajar sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan selama enam sesi, di mana peserta didik untuk mengelola pikiran negatif dan meningkatkan motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan signifikan dalam tingkat kejenuhan belajar peserta didik setelah penerapan teknik self-instructions. Rata-rata skor kejenuhan sebelum intervensi adalah 33,4, sedangkan setelah intervensi menurun menjadi 28,8. Hasil analisis statistik menggunakan uji t menunjukkan nilai t sebesar 5,225 dengan p-value < 0,001, yang mengindikasikan bahwa teknik self-instructions efektif untuk mengurangi kejenuhan belajar.
Implementasi Nilai-Nilai Orangtua Dengan Pendidik Dalam Pengembangan Karakter Disiplin Peserta Didik SMK Nurhayati Nurhayati; Nurrahmania Nurrahmania; Amiruddin Amiruddin; Israfil Israfil; Nasution Nasution; Juanda Juanda; Muhamadiah Muhamadiah
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4408

Abstract

penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai-nilai yang ditanamkan dalam proses pengasuhan orangtua dengan guru di Sekolah dalam mengembangkan karakter disiplin peserta didik. Nilai-nilai dasar sangat penting dalam mengambangkan karakter disiplin. Orangtua merupakan pendidik pertama dalam perkembangan karakter disiplin peserta didik, kemudian dilajutkan oleh pendidik/guru di sekolah secara konsisten. Kenyataan di lapangan menunjukan bahwa kearifan lokal yang telah mengakar dalam budaya dan nilai-nilai yang berlaku dalam praktik hidup masyarakat telah terkikis, seperti pola pergaulan, moral, kebiasaan hidup, kepercayaan yang mempengaruhi karakter peserta didik. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif jenis etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam. Subjek penelitian ini peserta didik SMK Negeri 3 Kota Bima. Analisis data etnografi dimaksudkan untuk memahami secara lebih mendalam terhadap catatan lapangan, hasil wawancara yang dikumpulkan berupa gambaran peristiwa, budaya, perilaku sosial dan nilai-nilai yang dianut oleh orangtua dan guru di sekolah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi nilai-nilai orangtua dengan nilai-nilai pendidik/guru di sekolah dalam mengembangkan karakter disiplin cukup baik, orangtua dan guru saling mendukung akan tetapi masih terdapat beberapa kendala dan persoalan yang perlu dibicaran secara terbuka antara orangtua dan guru di sekolah. Hal ini disimpulkan bahwa, pada awal tahun masuk orangtua berkonsultasi dengan guru, orangtua memberikan informasi tentang anaknya tetapi bila ada hal-hal yang negatif orangtua cenderung sungkan untuk menyampaikan, orangtua bersedia membantu guru untuk kepentingan peserta didik. Tetapi ada beberapa hal yang masih kurang seperti kurangnya contoh sikap disiplin dari guru (beberapa guru sering terlambat masuk kelas, kurang tepat waktu), guru bersikap kasar (secara verbal dan non-verbal), guru terkadang kurang adil dalam melayani peserta didik, orangtua terkadang tidak konsisten dengan aturan.
Eksplorasi Penerapan Pendekatan Bimbingan Kelompok Berbasis Nilai Maja Labo Dahu dan Pendekatan Konvensional dalam Membentuk Perilaku Sosial Anak Usia Dini Nurrahmania Nurrahmania; Ade S. Anhar; Sulistia Indah; Israfil Israfil; Sarbudin Sarbudin; Muchlis Muchlis
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan pendekatan bimbingan kelompok berbasis nilai Maja Labo Dahu dan pendekatan konvensional dalam membentuk perilaku sosial anak usia dini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan fokus pada pemahaman mendalam terhadap proses, pengalaman, dan dampak dari kedua pendekatan bimbingan yang diterapkan di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Subjek penelitian terdiri dari guru, konselor, dan anak usia dini yang terlibat dalam kegiatan bimbingan kelompok. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bimbingan kelompok berbasis nilai Maja Labo Dahu lebih efektif dalam membentuk perilaku sosial anak usia dini dibandingkan pendekatan konvensional. Hal ini ditunjukkan melalui peningkatan kemampuan kerja sama, empati, tanggung jawab, dan kontrol diri anak dalam kegiatan kelompok. Pendekatan berbasis nilai budaya memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena anak tidak hanya menerima aturan secara verbal, tetapi juga menginternalisasi nilai melalui aktivitas sosial yang kontekstual. Sementara itu, pendekatan konvensional cenderung bersifat satu arah sehingga kurang memberikan ruang interaksi aktif bagi anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa integrasi nilai budaya lokal dalam layanan bimbingan kelompok memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan perilaku sosial anak usia dini.
Pengembangan SandoAI Berbasis Budaya Lokal untuk Pencegahan Stunting pada Ibu Hamil Nurlaila Fitriani; Erlina Fauziah; Ade Sriwahyuningsih; Israfil Israfil
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 2 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2672

Abstract

Background: Food security and maternal nutrition are national priorities in stunting prevention programs, particularly in Bima District, West Nusa Tenggara, where the prevalence of stunting reaches 29.5%. Although Artificial Intelligence (AI) offers great potential for supporting nutritional interventions, the main challenge lies in its limited adaptation to cultural diversity that influences dietary patterns. Objective: This study aimed to develop and evaluate the effectiveness of the culturally adapted SandoAI platform in improving nutritional literacy and food security among pregnant women. Methods: The research applied a Research and Development (R&D) design using Borg & Gall’s model, involving 200 pregnant women, 40 health workers, and 15 stakeholders. The instruments included a 20-item nutrition literacy test, a 15-item food security questionnaire, interview guidelines, and observation sheets. Data were analyzed using descriptive statistics, paired t-tests, N-Gain, and qualitative descriptive analysis. Results: Expert validation produced an average score of 4.2 (very feasible), while the limited trial resulted in an average score of 4.25 (very good). Effectiveness testing showed significant improvements in nutritional literacy and food security with N-Gain values ranging from 0.62 to 0.65 (moderate category) and p < 0.05. Conclusion: SandoAI is considered feasible, practical, and effective as a culturally based nutrition education platform. It holds strong potential as a strategic innovation for stunting prevention by integrating AI and local wisdom in an adaptive and inclusive manner, aligning with national digital health transformation policies.
Personality Style, Kecemasan, dan Antenatal Care terhadap Risiko Stunting pada Bayi Ibu Remaja Erlina Fauziah; Resti Dona Saputri; Israfil Israfil
JUKEJ : Jurnal Kesehatan Jompa Vol 5 No 2 (2026): JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jkj.Vol5.Iss2.2673

Abstract

Stunting remains a public health problem, especially in coastal areas. The stunting rate reached 29.5%, exceeding the national average of 21.6%. Teenage mothers are the most vulnerable group in the pregnancy and parenting cycle, not only due to biological factors but also due to psychosocial aspects such as high anxiety and low involvement in antenatal care (ANC) services. This study aims to analyze the influence of personality style, pregnancy anxiety, and ANC involvement on the risk of stunting in infants of teenage mothers in coastal areas. The study used a mixed methods sequential explanatory design. The quantitative phase involved 158 teenage mothers with stratified sampling, using instruments consisting of questionnaires on personality style, pregnancy anxiety, and antenatal care involvement that had been validated by three experts (Aiken's V = 0.86–0.94; α = 0.77–0.88; ω = 0.79–0.91). The analysis was conducted with Jamovi 2.6.44 using binary logistic regression and mediation analysis. The qualitative phase involved 12 informants, analyzed manually with six systematic stages of semi-structured protocol-based thematic analysis based on quantitative results. The results showed that maternal personality style had a significant influence in reducing the risk of stunting (OR = 0.17; p = 0.008), while anxiety and ANC were not significant individually, but together contributed significantly in the combined regression model (χ² (3) = 8.33; p = 0.040). Qualitative data confirmed that mothers with adaptive personalities tended to be better able to manage anxiety and utilize ANC consistently. Psychological factors in reducing the risk of stunting were more effective than single medical interventions.
Optimalisasi Manajemen Kasus untuk Perlindungan Perempuan dan Anak di Kabupaten Bima Irmansah Irmansah; Israfil Israfil
EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI ) Vol 8 No 1 (2025): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : EDU SOCIATA ( JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v8i1.3396

Abstract

This study aims to analyze the difficulties faced by Social Sciences (IPS) teachers in the learning process of Sociology subjects in class XI of SMA Negeri 2 Langgudu. The focus of this study is to identify factors that inhibit the effectiveness of learning, both from the internal aspects of teachers and external school environments and students. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques are carried out through in-depth interviews, direct observation, and documentation. The research informants consisted of six IPS teachers selected using purposive sampling techniques, namely teachers who actively teach Sociology subjects. The data analysis procedure uses the Miles and Huberman interactive model, including the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the analysis show that the main difficulties faced by IPS teachers include limited mastery of information technology, the absence of school policies that require the use of IT-based media, and the diversity of student characteristics that affect the achievement of learning objectives. In addition, teachers experience obstacles in adapting the Merdeka Curriculum and time constraints in implementing project-based learning (P5). These findings indicate that improving teacher competency, school policy support, and curriculum implementation assistance are important aspects in overcoming obstacles to Sociology learning in schools.