Nurul Hasanah
Universitas Negeri Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis miskonsepsi siswa berbasis artificial intelligence pada materi suhu dan kalor Nurul Hasanah; Sabani Sabani
ORBITA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 12, No 1 (2026): May (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/orbita.v12i1.38887

Abstract

AbstractThis study aimed to analyze the level and patterns of misconceptions among eleventh-grade students on the topic of temperature and heat, involving 200 respondents from SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan, MAN 2 Model Medan, and SMA PAB 4 Sampali, as well as to examine the effectiveness of an Artificial Intelligence (AI)-based diagnostic assessment. Misconceptions often arise from students’ everyday experiences that are not scientifically grounded, while manual identification of misconceptions tends to be time-consuming and inefficient. The study employed a mixed-methods approach with a sequential exploratory design. The instruments used included teacher interviews, an AI-based two-tier diagnostic test, and student and teacher response questionnaires. Data analysis involved quantitative descriptive analysis to determine the percentage of students’ conceptual understanding and qualitative analysis to identify misconception patterns based on combinations of answers and reasoning. The findings revealed that 31% of students demonstrated proper conceptual understanding, 46% experienced dominant misconceptions, and 23% lacked conceptual understanding. The dominant misconceptions were related to the concepts of temperature and heat, heat transfer, thermal equilibrium, and phase changes. The AI-based diagnostic assessment proved effective in rapidly identifying misconceptions and providing consistent feedback. In addition, student responses were categorized as very good (74.99%), while teacher responses were categorized as very good (81.94%). Therefore, AI-based diagnostic assessment has strong potential to improve adaptive, data-driven physics evaluation practices.Keywords: misconceptions; artificial intelligence; two-tier diagnostic test; temperature and heat.AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis tingkat dan pola miskonsepsi siswa kelas XI dengan responden sebanyak 200 dari SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan, MAN 2 Model Medan, dan SMA PAB 4 Sampali pada materi suhu dan kalor, serta mengkaji efektivitas asesmen diagnostik berbasis Artificial Intelligence (AI); miskonsepsi sering muncul dari pengalaman sehari-hari tanpa landasan ilmiah dan identifikasi manual memakan waktu lama. Menggunakan pendekatan mixed-methods desain sequential exploratory dengan instrumen wawancara guru, tes diagnostik dua tingkat (two-tier) berbasis AI, serta angket respon siswa-guru, analisis data mencakup deskriptif kuantitatif untuk persentase pemahaman konsep dan kualitatif untuk pola miskonsepsi berdasarkan kombinasi jawaban-alasan; hasil menunjukkan 31% paham konsep, 46% miskonsepsi dominan (pola utama: suhu-kalor, perpindahan panas, keseimbangan termal, perubahan fase), 23% tidak paham, dengan AI efektif identifikasi cepat dan umpan balik konsisten; respon siswa sangat baik (74,99%) dan guru sangat baik (81,94%), sehingga asesmen AI berpotensi tingkatkan evaluasi fisika adaptif berbasis data.Kata kunci: miskonsepsi; artificial intelligence; tes diagnostik two-tier; suhu dan kalor.
Pengaruh Rasa Percaya Diri terhadap Keaktifan dan Disiplin Belajar Siswa Nurul Hasanah; Tata Khairina Daulay; Nafthalia Panjaitan; Resti Citra Dewi; Agnes Laura Simanjuntak; Harun Saputra Zebua
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rendahnya rasa percaya diri terhadap keaktifan dan disiplin belajar siswa di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei korelasional. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket menggunakan skala Likert kepada siswa sebagai responden. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji regresi, uji-t, dan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat rasa percaya diri, keaktifan, dan disiplin belajar siswa berada pada kategori sedang dengan persentase rata-rata sebesar 70%. Indikator tertinggi terdapat pada kepatuhan terhadap tata tertib sekolah sebesar 82%, sedangkan indikator terendah terdapat pada rasa percaya diri setelah melakukan kesalahan sebesar 58%. Hasil uji-t menunjukkan bahwa rasa percaya diri berpengaruh signifikan terhadap keaktifan dan disiplin belajar siswa. Siswa yang memiliki rasa percaya diri tinggi cenderung lebih aktif dalam pembelajaran dan lebih disiplin dalam menjalankan tanggung jawab belajar. Dengan demikian, rasa percaya diri memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran di sekolah.