Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aliran Aliran Filsapat Pendidikan Islam Elvina Elvina; Rimma Irawani Pardede; Fadhly Yassin Tanjung; Siti mahmudah Noor Hayati; Yahanan Yahanan
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i1.108

Abstract

Kajian ini membahas aliran-aliran filsafat pendidikan Islam serta implikasinya terhadap pengembangan konsep pendidikan Islam yang holistik. Fokus utama penelitian ini adalah pada tiga aliran filsafat utama, yaitu Peripatetik (Masya’iyyah), Iluminasi (Isyraqiyyah), dan Hikmah Muta’aliyah, serta aliran-aliran teologi Islam seperti Khawarij, Murji’ah, Syi’ah, Mu’tazilah, dan Ahlussunnah wal Jama’ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis terhadap karya-karya filosof Muslim klasik dan literatur ilmiah kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa masing-masing aliran filsafat dan teologi memiliki karakteristik epistemologis, ontologis, dan metodologis yang berbeda, yang berimplikasi langsung terhadap tujuan, metode, dan orientasi pendidikan Islam. Aliran Peripatetik menekankan rasionalitas dan logika, Iluminasi mengedepankan intuisi dan spiritualitas, sedangkan Hikmah Muta’aliyah mensintesiskan rasio, intuisi, dan wahyu secara integratif. Selain itu, aliran-aliran teologi Islam turut membentuk paradigma pendidikan melalui pandangan mereka tentang iman, akal, dan moralitas. Kajian ini menegaskan bahwa warisan utama filsafat pendidikan Islam terletak pada integrasi rasionalitas, kemanusiaan, spiritualitas, dan wahyu, yang tetap relevan untuk menjawab tantangan pendidikan Islam kontemporer
Epistemologi Dalam Filsafat Pendidikan Islam Azhar Azmi Manurung; Syifa Zulfi; Siti Mahmudah Noorhayati; Yahanan Yahanan
Cermat : Jurnal Cendekiawan dan Riset Multidisiplin Akademik Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari-April
Publisher : SMA Negeri 1 Bangkinang Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cermat.v2i1.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam konsep epistemologi dalam filsafat pendidikan Islam, meliputi sumber dan validitas pengetahuan, serta pendekatan epistemologi bayani, irfani, dan burhani. Epistemologi dalam pendidikan Islam memiliki kekhasan tersendiri karena tidak hanya mengandalkan rasio dan empirisme sebagaimana tradisi Barat, tetapi juga menempatkan wahyu sebagai sumber kebenaran absolut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur-literatur primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber pengetahuan dalam epistemologi pendidikan Islam terdiri dari tiga pilar utama: ayat-ayat ilahiyah (Al-Qur'an dan Sunnah), ayat-ayat insaniyah (potensi akal, indera, hati, dan fitrah manusia), dan ayat-ayat kauniyah (fenomena alam semesta). Validitas pengetahuan dalam Islam diukur bukan hanya dari aspek rasionalitas dan empirisitas, tetapi juga dari kesesuaiannya dengan nilai-nilai tauhid, moral, dan tujuan spiritual. Ketiga pendekatan epistemologi—bayani (tekstual), irfani (intuitif-spiritual), dan burhani (rasional-empiris)—saling melengkapi dalam membentuk fondasi epistemologi pendidikan Islam yang holistik dan integratif. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang mengintegrasikan ketiga pendekatan epistemologi tersebut secara seimbang agar menghasilkan peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, kematangan moral, dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai khalifah Allah di muka bumi