Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemetaan Kerapatan Mangrove Menggunakan NDVI, SAVI, dan EVI pada Citra Landsat 9 di Kota Makassar Sri Mulyani; Muhammad Faisal Juanda; Marlina Marlina; Rahma Musyawarah; Amal Arfan
Jurnal Environmental Science Vol 8, No 2 (2026): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v8i2.83980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran dan tingkat kerapatan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kota Makassar menggunakan pendekatan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif berbasis analisis spasial. Data diperoleh dari citra satelit Landsat 9, observasi lapangan, dan data pendukung lainnya. Teknik analisis meliputi pra pengolahan citra, perhitungan indeks vegetasi NDVI, SAVI, dan EVI, klasifikasi kerapatan vegetasi, serta analisis spasial dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran mangrove mengikuti pola garis pantai dan alur sungai dengan dominasi vegetasi jarang hingga sedang. Nilai indeks menunjukkan bahwa NDVI memiliki rentang −0,134 hingga 0,674, SAVI berkisar antara −0,168 hingga 0,881, dan EVI memiliki rentang −0,166 hingga 1,000. Secara keseluruhan, EVI menunjukkan sensitivitas terbaik dalam membedakan variasi kerapatan vegetasi mangrove dibandingkan NDVI dan SAVI
Perbandingan Luas Area Ekosistem Mangrove Pulau Tanakeke menggunakan Algoritma Random Forest dan Algoritma CART Amal Arfan; Wahidah Sanusi; Muhammad Faisal Juanda; Imam Muhajir Utama; Muhammad Arib Musba Amalul
Media Komunikasi Geografi Vol. 27 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v27i1.113941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan luas ekosistem mangrove menggunakan Algoritma Random Forest dan Algoritma CART. Data sampel diproses menggunakan teknik fotogrametri dan dimasukkan ke dalam Google Earth Engine (GEE) melalui API. Pengumpulan data dilakukan dengan metode in situ dan menggunakan drone. Teknik pengambilan sampel acak sistematis digunakan untuk memilih titik sampel berdasarkan interval yang teratur. Pengamatan lapangan dilakukan langsung di lokasi mangrove dengan dokumentasi foto dan koordinat GPS. Penggunaan drone mencakup pengambilan foto transek tegak lurus dan miring untuk memastikan representasi visual habitat. Hasil menunjukkan bahwa algoritma Random Forest (RF) lebih unggul daripada CART dalam pemetaan ekosistem mangrove di Pulau Tanakeke. Hasil RF memperkirakan luas mangrove sebesar 807,24 hektar, sedangkan CART menghasilkan perkiraan yang lebih besar, yaitu 1.097,90 hektar, namun lebih rentan terhadap overfitting karena membangun satu pohon keputusan yang sangat spesifik terhadap data latih tanpa mekanisme pengacakan. RF menunjukkan akurasi sebesar 92,99% dengan nilai Kappa yang tinggi, yang menunjukkan kesesuaian yang sangat baik antara prediksi dan kondisi aktual di lapangan. Sebaliknya, meskipun CART mencapai akurasi sebesar 90,05%, nilai Kappa-nya lebih rendah, yang menunjukkan bahwa stabilitas RF dalam menangani variasi data lebih baik daripada CART. Perbedaan estimasi menunjukkan bahwa overestimasi oleh CART dapat memengaruhi perencanaan pesisir, sehingga Random Forest lebih tepat untuk mendukung kebijakan pengelolaan mangrove.
Empowering Coastal Communities through Training on Blue Swimming Crab Shell Waste Utilization for Feed Pellet Production in Nisombalia Village Muhammad S. Tabbu; Muh. Asrul Nasution; Mutia Ulya; Aidil Sulfitra; Muhammad Faisal Juanda; Rizky Andika Putra; Randa Saputra; A. Yasin Abdillah; A. Nur Alamsyah
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 4: Issue 2 (Agustus 2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatek.v4i2.2041

Abstract

Blue swimming crab shell waste is a by-product of fisheries processing that remains underutilized and has potential for further development through waste valorization. This community service activity aimed to facilitate members of the SIPARESO Creative Economy Group in practicing the utilization of blue swimming crab shell flour as an additional ingredient in the production of feed pellet prototypes and to describe the implementation of the practical process, participants’ responses, and the outputs produced. The activity was conducted on August 9, 2026, in Kuri Caddi Hamlet, Nisombalia Village, Marusu District, Maros Regency, South Sulawesi, Indonesia, involving 15 group members. A participatory hands-on approach was employed, comprising education, demonstration, guided group practice, mentoring, and evaluation. Data were collected through observations of group practice implementation, participant interviews, and documentation of the process and outputs. The nominal formulation used approximately 5 kg of ingredients, including 0.5 kg of blue swimming crab shell flour, representing approximately 10% of the total formulation. The results showed that the group was able to carry out the basic stages of ingredient preparation, mixing, steaming, and other processing procedures, with varying levels of assistance required across stages. Participants viewed the utilization of blue swimming crab shells as an alternative approach to utilizing fisheries by-products; however, its sustainability remains dependent on the availability of equipment and materials, process standardization, and continued technical assistance. Overall, the activity demonstrated the feasibility of transferring simple processing technology for the utilization of blue swimming crab by-products at the coastal community group level.