Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

DISEMINASI MESIN PENCACAH RUMPUT YANG EFEKTIF DAN EFISIEN UNTUK PETERNAK SAPI DI DESA CONGKO Rosmini Maru; Haris Haris; Bakhrani Rauf; Rahma Musyawarah; Sukri Nyompa
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3891

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternak sapi di Desa Congko, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan melalui diseminasi mesin pencacah rumput yang efisien. Permasalahan utama yang dihadapi oleh peternak adalah pencacahan rumput yang dilakukan secara manual, memerlukan banyak waktu dan tenaga serta berdampak pada kualitas pakan. Kegiatan ini melibatkan identifikasi kebutuhan mitra, pemilihan dan penyediaan mesin pencacah rumput, sosialisasi, serta pelatihan penggunaan dan perakitan mesin. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi kerja, kualitas pakan, dan kemandirian peternak dalam merawat serta memperbaiki mesin. Program ini tidak hanya berhasil memberikan solusi teknis, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan keterampilan peternak dalam mengadopsi teknologi baru. Dengan dampak positif ini, diharapkan program ini dapat diterapkan di daerah lain dengan kondisi serupa untuk meningkatkan kesejahteraan peternak secara lebih luas.
Pemberdayaan kelompok nelayan tamparang dalam meningkatkan ekonomi lokal di Desa Topejawa Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar Hasriyanti Hasriyanti; Abdul Malik; Erman Syarif; Rahma Musyawarah; Ernawati S. Kaseng
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30542

Abstract

AbstrakIndonesia merupakan negara kepulauan dengan potensi kelautan yang sangat besar, termasuk sumber daya perikanan dan ekosistem laut yang kaya. Kabupaten Takalar, khususnya Desa Topejawa, merupakan wilayah pesisir yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan tradisional. Namun, masyarakat nelayan di desa ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan alat tangkap, rendahnya akses pasar, serta minimnya kapasitas organisasi dan ekonomi rumah tangga. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Nelayan Tamparang melalui pendekatan partisipatif, berfokus pada aspek organisasi, rumah tangga, pendidikan dan ekonomi. Metode kegiatan yang digunakan melibatkan observasi lapangan, dokumentasi, diskusi kelompok, pelatihan, dan pendampingan berbasis kebutuhan lokal. Program ini melibatkan 42 anggota kelompok nelayan sebagai subjek utama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemberdayaan yang menyeluruh meliputi aspek organisasi, rumah tangga, pendidikan, dan perekonomian memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian komunitas nelayan. Dalam aspek organisasi, penguatan struktur kelembagaan, literasi organisasi, dan kepemimpinan lokal mendorong kolaborasi dan tata kelola yang lebih baik. Pada aspek rumah tangga, keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi serta peningkatan kemampuan manajemen keluarga terbukti memperkuat ketahanan keluarga nelayan. Di sisi pendidikan, peningkatan kesadaran orang tua serta penyediaan sarana belajar mendukung peran keluarga dalam menunjang pendidikan anak. Sementara itu, pada aspek perekonomian, edukasi tentang pengolahan hasil tangkapan, diversifikasi produk, dan kelestarian laut mendorong peningkatan nilai tambah dan keberlanjutan usaha nelayan. Secara keseluruhan, pendekatan terpadu ini memperkuat potensi lokal dan membangun fondasi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Kata Kunci: pemberdayaan masyarakat; kelompok nelayan; Desa Topejawa; Kabupaten Takalar. Abstract Indonesia, as an archipelagic country, holds immense marine potential, including rich fisheries resources and diverse marine ecosystems. Takalar Regency, particularly Topejawa Village, is a coastal area where most residents rely on traditional fishing for their livelihoods. However, the local fishing community faces numerous challenges such as limited fishing gear, restricted market access, and low organizational and household economic capacity. This Community Service Program (PkM) aims to empower the Tamparang Fishermen Group through a participatory approach focusing on organizational, household, and economic aspects. The methods used include field observation, documentation, group discussions, training, and mentoring tailored to local needs. A total of 42 fishermen participated as the main subjects of this program. The results show that empowerment in the organizational aspect improved group capacity through open forums, organizational literacy training, and the strengthening of leadership and internal communication. At the household level, the program encouraged the active role of fishermen’s wives in family economics through training on seafood processing and household management, and supported children's education through awareness sessions and the provision of basic learning materials. In the economic aspect, activities were directed at improving production efficiency, processing fish into value-added products, and providing education on sustainable marine resource management. All activities were carried out using a participatory model to foster long-term community independence. This program demonstrates that a community-based approach can be an effective strategy to improve the well-being and capacity of coastal fishing communities. Keywords: community empowerment; fishermen; coastal economy; topejawa; participatory approach.
Pemetaan Kerapatan Mangrove Menggunakan NDVI, SAVI, dan EVI pada Citra Landsat 9 di Kota Makassar Sri Mulyani; Muhammad Faisal Juanda; Marlina Marlina; Rahma Musyawarah; Amal Arfan
Jurnal Environmental Science Vol 8, No 2 (2026): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v8i2.83980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran dan tingkat kerapatan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kota Makassar menggunakan pendekatan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif berbasis analisis spasial. Data diperoleh dari citra satelit Landsat 9, observasi lapangan, dan data pendukung lainnya. Teknik analisis meliputi pra pengolahan citra, perhitungan indeks vegetasi NDVI, SAVI, dan EVI, klasifikasi kerapatan vegetasi, serta analisis spasial dan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran mangrove mengikuti pola garis pantai dan alur sungai dengan dominasi vegetasi jarang hingga sedang. Nilai indeks menunjukkan bahwa NDVI memiliki rentang −0,134 hingga 0,674, SAVI berkisar antara −0,168 hingga 0,881, dan EVI memiliki rentang −0,166 hingga 1,000. Secara keseluruhan, EVI menunjukkan sensitivitas terbaik dalam membedakan variasi kerapatan vegetasi mangrove dibandingkan NDVI dan SAVI
DISEMINASI MESIN PENCACAH RUMPUT YANG EFEKTIF DAN EFISIEN UNTUK PETERNAK SAPI DI DESA CONGKO Rosmini Maru; Haris Haris; Bakhrani Rauf; Rahma Musyawarah; Sukri Nyompa
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3891

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternak sapi di Desa Congko, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan melalui diseminasi mesin pencacah rumput yang efisien. Permasalahan utama yang dihadapi oleh peternak adalah pencacahan rumput yang dilakukan secara manual, memerlukan banyak waktu dan tenaga serta berdampak pada kualitas pakan. Kegiatan ini melibatkan identifikasi kebutuhan mitra, pemilihan dan penyediaan mesin pencacah rumput, sosialisasi, serta pelatihan penggunaan dan perakitan mesin. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi kerja, kualitas pakan, dan kemandirian peternak dalam merawat serta memperbaiki mesin. Program ini tidak hanya berhasil memberikan solusi teknis, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan keterampilan peternak dalam mengadopsi teknologi baru. Dengan dampak positif ini, diharapkan program ini dapat diterapkan di daerah lain dengan kondisi serupa untuk meningkatkan kesejahteraan peternak secara lebih luas.
ANALISIS POLA SEBARAN LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK (LKSA) KOTA MAKASSAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE NEAREST NEIGHBORD Mat Rasul; Putri Aprianti; Ester Meri; Maddatuang Maddatuang; Rahma Musyawarah
Jurnal Geografi Vol 22 No 1 (2026): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jgeo.v22i1.24701

Abstract

The problem of children's social welfare, especially orphans and abandoned children, is a major concern in Makassar City, where many children face various challenges in meeting their basic needs. This study aims to analyze the distribution pattern of Child Social Welfare Institutions (LKSA) in Makassar City using spatial analysis on ArcGIS software tools in the Average Nearest Neighbor tool. The method used in the study is descriptive quantitative with a spatial approach. The data used is secondary data obtained from the Geospatial Information Agency and One Data Indonesia Makassar City for 2023-2024 related to LKSA data and verified through field observation to ensure the location of the LKSA is in accordance with the location in the field. The results of the analysis showed that the distribution of LKSA in Makassar City tended to be clustered with a Nearest Neighbor Ratio (NNR) value of 0.766, Z-Score -4.22, and a p-value of 0.000024. This inequality is influenced by several factors such as social dynamics, accessibility and economy. These findings indicate that there is an uneven distribution of LKSA that needs to be considered by the government and the community. The recommendation in this study is to emphasize the need to equitably distribute LKSA in several sub-districts that do not yet exist and still lack LKSA to ensure the fulfillment of the rights, welfare, and safety of children who need social protection.
Pelatihan Aplikasi Penginderaan Jauh dalam Pemetaan Bagi Guru Geografi dan Siswa SMA Negeri 5 Takalar Hasriyanti Hasriyanti; Rahma Musyawarah; Dermawan Dermawan; Nur Alifah; Ernawati S. Kaseng
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v8i12025p54-61

Abstract

Pemetaan penggunaan lahan (land use) sebagai salah satu aplikasi dari intrepretasi citra penginderaan jauh merupakan langkah awal untuk meningkatkan dan memperkaya materi tersebut kepada guru-guru geografi dan peserta didik, mengingat materi penginderaah jauh belum dipahami secara mendalam, baik dari segi isi maupun teknik dan aplikasi citra penginderaan jauh. Pembelajaran pada materi penginderaan jauh perlu melibatkan kemampuan individu terutama kemampuan penggunaan teknologi selama proses pembelajaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman guru tentang pentingnya interpretasi citra penginderaan jauh untuk pemetaan perubahan penggunaan lahan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk pendidikan dan pelatihan aplikasi penginderaan jauh. Pendekatan penelitian yang dilakukan yakni Participatory Action Research. Pelatihan dan penataran tentang pembelajaran penginderaan jauh dengan menggunakan program media komputer mendapat apresiasi dan respon yang sangat positif dari para peserta. Hasil dari kegiatan dapat dilihat dari indikator keaktifan peserta selama kegiatan berlangsung, peserta tetap mengikuti dengan tekun dan mereka mampu mengoperasikan program pembelajaran penginderaan jauh dengan baik. Terjadinya peningkatan pengetahuan dan pemahaman pembelajaran penginderaan jauh bagi guru geografi SMA Negeri 5 Takalar. Dimana pada materi kognitif diperoleh peningkatan pada kategori baik yaitu dari 20 % menjadi 89,50 % atau mengalami peningkatan sebesar 69% dari total keseluruhan peserta. 2) Untuk materi sikap diperoleh peningkatan pada kategori baik yaitu dari 25 % menjadi 100 % atau megalami peningkatan sebesar 75% dari total keseluruhan peserta.