Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Peningkatan Kompetensi Petugas Pusat Kesejahteraan Sosial (PUSKESOS) Studi Kasus Puskesos “CEKAS” (Cekatan Edukatif Kreatif Amanah Santun) Kelurahan Benteng Kota Sukabumi Tri Hastuti; Sait Abdullah; Muhamad Nur Affandi; Hendrikus T. Gedeona
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 2 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i3.10373

Abstract

Pusat Kesejahteraan Sosial (PUSKESOS) merupakan layanan terintegrasi di tingkat kelurahan yang berperan strategis sebagai garda terdepan penanganan permasalahan kesejahteraan sosial masyarakat. Namun, implementasi Puskesos masih menghadapi kendala, terutama pada aspek kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi kompetensi petugas Puskesos “CEKAS” (Cekatan Edukatif Kreatif Amanah Santun) Kelurahan Benteng Kota Sukabumi serta merumuskan strategi peningkatan kompetensinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih secara purposive meliputi Dinas Sosial, UPT SLRT, petugas Puskesos, dan unsur masyarakat pengguna layanan. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan lima dimensi kompetensi Spencer & Spencer serta diperkuat dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi petugas belum optimal, terutama pada dimensi pengetahuan dan keterampilan teknis, ditandai rendahnya pemahaman regulasi, keterbatasan penggunaan teknologi (SIKS-NG), ketergantungan pada individu kunci, serta rendahnya disiplin kehadiran. Meski demikian, petugas memiliki kekuatan berupa motivasi altruistik-spiritual, empati, dan kedekatan dengan masyarakat. Berdasarkan skor IFAS 3,50 dan EFAS 3,25, posisi strategi berada pada Kuadran I (agresif), sehingga strategi utama yang direkomendasikan adalah strategi SO melalui mentoring berbasis pengalaman, penguatan identitas profesional melalui sertifikasi dan kemitraan pelatihan, serta pembelajaran kolaboratif antar Puskesos pilot project. Strategi ini dinilai realistis, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan.
Scaling Up Stunting Prevention: Integrated Strategic Framework for Assistance Team Competency Hesti Trestiawati; Abdul Rahman; Muhamad Nur Affandi; Ely Sufianti; Hafid Aditya Pradesa
Wiga : Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi Vol. 16 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30741/wiga.v16i2.1875

Abstract

This research addresses the competency gap challenges faced by Family Assistance Teams (TPK) in handling 4,502 at-risk families with only 49 team members in Cikole District. The study employs a dual analytical framework integrating SWOT-QSPM and Analytical Hierarchy Process (AHP) to formulate comprehensive competency improvement strategies. Using Spencer & Spencer's competency framework, qualitative data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document review. SWOT-QSPM analysis produced six strategies prioritizing Service Quality Improvement (TAS: 7.65) based on external conditions and immediate impact needs. Conversely, AHP analysis placed Continuous Competency Development as the top priority (29.2%) based on systematic evaluation of five competency aspects, with knowledge having the highest weight (42.8%). The research reveals that these differing priorities are complementary rather than contradictory, representing external-pragmatic versus internal-fundamental perspectives. The integrated strategy recommends phased implementation over 24 months, simultaneously addressing quick wins through service quality enhancement while building fundamental capabilities through systematic competency development. This dual perspective approach provides balanced strategy formulation that optimizes both short-term stakeholder support and long-term sustainability. The study contributes methodologically by demonstrating how SWOT-QSPM and AHP can be integrated as complementary analytical tools, and practically by providing actionable blueprint for competency improvement considering real field constraints.