Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kinerja Keuangan PT Aneka Tambang Tbk Dengan Metode Dupont Analysis Pada Periode 2021–2024 Sabila Ropina Ketaren; Tesalonika Septiana Manurung; Jessi Charina Sembiring; Sri Karyani Damanik
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 4 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i4.10944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) pada periode 2021-2024 dengan menggunakan pendekatan DuPont Analysis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Analisis dilakukan berdasarkan lima indikator utama yaitu: Net Profit Margin (NPM), Total Asset Turnover (TATO), Equity Multiplier (EM), Return on Investment (ROI), dan Return on Equity (ROE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk mengalami perubahan selama periode tersebut. Tahun 2022 tercatat sebagai periode dengan kinerja terbaik, ditandai oleh nilai Net Profit Margin (NPM) tertinggi sebesar 8,32% dan Return on Equity (ROE) mencapai 16,19%. Sebaliknya, tahun 2021 menunjukkan performa terendah, dengan Net Profit Margin (NPM) sebesar 4,84% dan Return on Equity (ROE) sebesar 8,94%. Perubahan nilai indikator-indikator tersebut mencerminkan dinamika dalam efisiensi operasional, tingkat profitabilitas, serta struktur permodalan perusahaan. Hasil analisis ini memberikan gambaran menyeluruh terhadap sumber profitabilitas dan efektivitas pengelolaan aset maupun modal di PT Aneka Tambang Tbk, sehingga dapat menjadi dasar evaluasi dan pertimbangan bagi pengambil kebijakan perusahaan dalam menentukan keputusan di masa mendatang.
Pelatihan Kewirausahaan Kreatif Untuk Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Sejak Dini Melalui Pendekatan Service Learning Muhammad Arfan Harahap; Sri Karyani Damanik; Reni Novianti Sari; Fitri Rorizki
Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 5 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Peduli Riset dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pelatihan kewirausahaan kreatif semakin diakui sebagai pendekatan strategis dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini pada remaja. Namun, implementasi pelatihan kewirausahaan kreatif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM), khususnya pada jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs), masih relatif terbatas dan sering kali belum mengintegrasikan pembelajaran berbasis pengalaman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan early entrepreneurial spirit pada siswa MTs melalui pelatihan kewirausahaan kreatif dengan menggunakan pendekatan Service Learning. Metode Service Learning mengintegrasikan proses pembelajaran dengan pelayanan kepada masyarakat melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan pelatihan kewirausahaan kreatif, refleksi, dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan di MTs Annur dengan melibatkan siswa sebagai peserta aktif dalam berbagai aktivitas kewirausahaan kreatif berbasis pengalaman, seperti pengembangan ide usaha, simulasi bisnis sederhana, dan proyek kelompok. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan refleksi peserta, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan kreatif berbasis Service Learning mampu meningkatkan kreativitas, entrepreneurial self-efficacy, inisiatif, dan sikap mandiri siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan Service Learning efektif digunakan sebagai model kegiatan PKM dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini pada siswa.
Implementasi Digitalisasi Pemasaran sebagai Upaya Meningkatkan Daya Saing UMKM Kuliner Bunda Deni di Desa Paya Bengkuang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat Nazwa Tantri Fitria; Ammar Halomoan Sihombing; Syahila Bunga Dammadifa Htb; Eka Kristina Waruwu; Sri Karyani Damanik
Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat. Vol. 4 No. 3 (2026): August : Natural: Jurnal Pelaksanaan Pengabdian Bergerak bersama Masyarakat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/natural.v4i3.2701

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a vital role in supporting local economic activity, including job creation and increasing community income. The advancement of digital technology offers MSMEs opportunities to expand their marketing efforts through digital channels, thereby increasing consumer awareness of their products. However, some MSMEs in rural areas still face limitations in utilizing digital technology for marketing purposes. This study aims to analyze the implementation of marketing digitalization as a means to enhance the competitiveness of the "Bunda Deni" culinary MSME in Paya Bengkuang Village, Gebang District, Langkat Regency. The study employs a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the business owner and parties associated with the marketing activities of the "Bunda Deni" culinary MSME. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that marketing digitalization can be implemented through the use of social media, instant messaging applications, product content creation, and digital payment systems. Utilizing digital media provides opportunities for MSMEs to expand their marketing reach, introduce products to new consumers, improve customer communication, and build a business identity. Nevertheless, the implementation of digitalization faces several challenges, particularly limited content creation skills, inconsistent social media management, and a lack of knowledge regarding digital marketing strategies. Therefore, guidance and improvements in digital literacy are necessary to ensure that marketing digitalization can be sustained and effectively support the increased competitiveness of the "Bunda Deni" culinary MSME.