Ewinda Isensi Feni
Program Studi biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas San Pedro

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

CEMARAN MIKROBA PADA JAJANAN SALOME DI KOTA KUPANG Henry Pietherson Eryah; Ewinda Isensi Feni
Flobamora Biological Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroba yang tinggi pada salome dari pedagang S1, S2,S3, S5,S6 dan S7 kemungkinan disebabkan oleh tingkat sanitasi yang belum maksimal dikarenakan pedagang salome tersebut. Hal inilah yang terjadi disebabkan kurangnya kebersihan pada perlengkapan dan peralatan yang dipergunakan, alat yangKandungan digunakan untuk mengambil salome masih kurang higienis, selain itu alat tersebut dipergunakan berulang kali dan disimpan pada ruang yang terbuka. Hal ini yang mengakibatkan masuknya mikroba pada salome tersebut karena ruang terbuka sehingga menyebabkan paparan langsung dengan udara dan debu sehingga mengakibatkan terjadinya kontaminasi mikroba di udara. Pengujian total jumlah cemaran mikroba bakso dilakukan dengan metode hitung Total Plate Count (TPC). Metode tuang merupakan metode yang umum digunakan untuk perkembangan koloni bakteri dalam proses pengujian TPC berdasarkan metode analisis mikrobiologi
TINJAUAN TAKSONOMI, FILOGENETIK, DAN METABOLIT SEKUNDER JAMUR GENUS TERMITOMYCES Hisreidi Funome; Ewinda Isensi Feni
Flobamora Biological Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genus Termitomyces merupakan kelompok jamur Basidiomycota yang dikenal memiliki hubungan simbiotik obligat dengan rayap dan berperan penting secara ekologis, pangan, serta berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif perkembangan kajian taksonomi, filogenetik, dan metabolit sekunder pada genus Termitomyces berdasarkan literatur ilmiah dalam rentang waktu 2019–2024. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap artikel penelitian dan artikel ulasan yang relevan dari jurnal nasional dan internasional. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa identifikasi Termitomyces telah berkembang dari pendekatan morfologi menuju integrasi data molekuler berbasis marker genetik, yang memberikan kejelasan hubungan filogenetik dan delimitasi spesies. Selain itu, berbagai spesies Termitomyces dilaporkan menghasilkan metabolit sekunder seperti senyawa fenolik, flavonoid, terpenoid, polisakarida, dan senyawa volatil dengan aktivitas biologis, terutama antioksidan dan antimikroba. Keterkaitan antara taksonomi dan profil metabolit sekunder menunjukkan bahwa keakuratan identifikasi spesies menjadi dasar penting dalam eksplorasi senyawa bioaktif. Tinjauan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penelitian lanjutan terkait biodiversitas, bioprospeksi, dan pemanfaatan Termitomyces secara berkelanjutan.
KEANEKARAGAMAN BAKTERI PATOGEN PADA TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA: KAJIAN LITERATUR TENTANG TANAMAN INANG, FAKTOR LINGKUNGAN, DAN TANTANGAN PENGELOLAAN PENYAKIT Ewinda Isensi Feni; Yestri Limau; Henry Pietherson ery
Flobamora Biological Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri patogen merupakan salah satu penyebab utama penyakit pada tanaman pangan dan hortikultura yang berdampak terhadap penurunan produktivitas dan kualitas hasil panen. Keanekaragaman bakteri patogen, hubungan dengan tanaman inang, serta pengaruh faktor lingkungan menjadi aspek penting dalam memahami perkembangan penyakit dan tantangan pengelolaannya. Kajian ini bertujuan mengkaji keanekaragaman bakteri patogen pada tanaman pangan dan hortikultura, hubungan dengan tanaman inang, pengaruh faktor lingkungan terhadap perkembangan penyakit, serta tantangan dalam pengelolaan penyakit berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Kajian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Literatur diperoleh dari basis data Google Scholar, Scopus dan PubMed yang dipublikasikan pada periode 2019-2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa bakteri patogen yang paling banyak dilaporkan adalah Ralstonia spp., Xanthomonas spp., Pectobacterium spp., dan Dickeya spp. Setiap bakteri memiliki kisaran tanaman inang, organ tanaman yang diserang, serta karakteristik infeksi yang berbeda. Perkembangan penyakit dipengaruhi oleh suhu, kelembapan, curah hujan, drainase, dan sistem budidaya yang mendukung penyebaran patogen. Pengelolaan penyakit masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterlambatan identifikasi patogen, resistensi terhadap bakterisida, penyebaran melalui benih, keterbatasan varietas tahan, kemampuan bakteri bertahan di lingkungan, serta perubahan iklim. Kajian ini memberikan gambaran komprehensif mengenai hubungan antara bakteri patogen, tanaman inang, dan faktor lingkungan sebagai dasar pengembangan pengelolaan penyakit yang lebih efektif dan berkelanjutan.