Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Kotoran Ayam terhadap Pertumbuhan Tanaman Kelor (Moringa Oleifera l.) dengan Aplikasi Metode Stek di Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao Hisreidi Funome; Henri Pietherson Eryah; Mery Fahik; Semy Lazarus Bulak
Flobamora Biological Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.234 KB)

Abstract

Salah satu jenis tanaman yang sangat melimpah di Indonesia yaitu kelor (Moringa oleifera L.). Tanaman kelor dapat dibudidayakan dengan metode stek batang, karena dengan menggunakan stek batang dapat diperoleh bibit dalam waktu yang singkat dan tanaman cepat menghasilkan buah. Dalam menunjang pertumbuhan tanaman kelor digunakan pupuk organik. Salah satu jenis pupuk organik adalah kotoran ayam. Kotoran ayam memiliki unsur hara nitrogen yang tinggi yang mampu menjaga kesuburan tanah dan mampu memacu pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik kotoran ayam dengan metode stek terhadap pertumbuhan tanaman kelor (Moringa oleifera L.). Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil yang diperoleh pada pemberian pupuk organik dengan metode stek tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman kelor. Sedangkan pemberian pupuk organic kotoran ayam memberikan pengaruh secara signifikan terhadap jumlah daun tanaman kelor.
Pengaruh Pemberian Campuran Cucian Air Beras dan Air Kelapa pada Pertumbuhan Tanaman Sawi (Brassica Sinensis l.) di Kecamatan Maulafa Kelurahan Oepura Hisreidi Funome; Mery Fahik; Sipora P. Telnoni; Hesry Y. Nenohaifeto
Flobamora Biological Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.459 KB)

Abstract

Mata pencarian masyarakat Indonesia adalah petani yang membudidayakan berbagai macam tanaman, salah satunya sawi. Tanaman ini yang merupakan sayuran yang dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini disebabkan oleh karena kandungan gizi pada sayur sawi terdiri dari vitamin dan mineral sangat berguna untuk mempertahankan kesehatan serta dapat mencegah penyakit. Dalam upaya meningkatkan produksi tanaman sawi dengan mempertimbangkan kualitas dan kandungan unsur hara, maka perlu diterapkan pupuk organik. Pupuk organik merupakan salah satu cara untuk memenuhi unsur hara makro dan mikro pada tanaman. Campuran air padi dan air kelapa merupakan salah satu jenis pupuk organik cair yang dapat berdampak pada pertumbuhan batang tanaman sawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pengaruh pemberian campuran air beras dan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi di kecamatan Maulafa. Penelitian ini menggunakan metode Randomized Group Design untuk mengetahui pengaruh pemberian campuran air beras dan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh pemberian campuran air beras dan air kelapa. Pada perlakuan 9 mL pupuk cair, campuran air beras dan air kelapa, terjadi peningkatan tinggi yang signifikan yaitu dengan rata-rata 9,5 cm. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah semakin tinggi konsentrasi campuran air cucian padi dan air kelapa yang memiliki pengaruh signifikan terhadap tanaman sawi.
Pengaruh Pemberian Campuran Cucian Air Beras dan Air Kelapa terhadap Pertumbuhan Tinggi Batang Tanaman Tomat (Solanum Lycorpesicum) Mery Fahik; Hisreidi Funome; Henri Pietherson Eryah; Melciana Musu
Flobamora Biological Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.142 KB)

Abstract

Mata pencarian masyarakat Indonesia adalah petani yang membudidayakan berbagai macam tanaman, salah satunya tomat. Dalam upaya meningkatkan produksi tanaman tomat dengan mempertimbangkan kualitas dan kandungan unsur hara, maka perlu diterapkan pupuk organik. Pupuk organik merupakan salah satu cara untuk memenuhi unsur hara makro dan mikro pada tanaman. Campuran air padi dan air kelapa merupakan salah satu jenis pupuk organik cair yang dapat berdampak pada pertumbuhan batang tanaman tomat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pengaruh pemberian campuran air beras dan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman tomat di kecamatan kelapa lima desa Fatululi. Penelitian ini menggunakan metode Randomized Group Design untuk mengetahui pengaruh pemberian campuran air beras dan air kelapa terhadap pertumbuhan tinggi batang tanaman tomat. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh pemberian campuran air beras dan air kelapa. Pada perlakuan 9 mL pupuk cair, campuran air beras dan air kelapa, terjadi peningkatan tinggi yang signifikan yaitu dengan rata-rata 9,5 cm. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah semakin tinggi konsentrasi campuran air cucian padi dan air kelapa yang memiliki pengaruh signifikan terhadap tinggi batang tanaman tomat.
JAMUR PATOGEN PADA TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA DI WILAYAH TROPIS KERING: KAJIAN LITERATUR TENTANG PATOGENESIS DAN STRATEGI PENGENDALIAN Feni, Ewinda Isensi; Funome, Hisreidi
Flobamora Biological Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur patogen merupakan kendala utama dalam produksi tanaman pangan dan hortikultura di wilayah tropis kering, menyebabkan penurunan hasil, kualitas, dan keberlanjutan sistem pertanian. Artikel ini merupakan review literatur sistematis yang bertujuan untuk merangkum keanekaragaman jamur patogen, mekanisme patogenesis, serta implikasinya terhadap strategi pengendalian penyakit. Kajian mencakup patogen daun, pascapanen, dan tular tanah atau vaskular, seperti Fusarium oxysporum, Rhizoctonia solani, Alternaria spp., Curvularia spp., dan Colletotrichum spp. Hasil sintesis menunjukkan bahwa patogen daun dan pascapanen menyebabkan kerusakan lokal melalui penetrasi epidermis, enzim degradasi dinding sel, dan toksin, sedangkan patogen tular tanah dan vaskular mampu mengkolonisasi jaringan xilem, menimbulkan gangguan sistemik, serta berpotensi menyebabkan kematian tanaman. Faktor lingkungan tropis kering termasuk fluktuasi kelembapan, kondisi tanah, praktik budidaya, dan sanitasi pascapanen memperkuat intensitas infeksi. Strategi pengendalian yang efektif harus bersifat terintegrasi dan adaptif, mencakup identifikasi patogen yang akurat, pengelolaan mikroklimat, rotasi tanaman, penggunaan agen hayati, serta metode deteksi dini dan karantina. Temuan ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai interaksi patogen- inang-lingkungan, mendukung perumusan strategi pengendalian penyakit yang berkelanjutan pada agroekosistem tropis kering.
Analisis DO, BOD, Dan Total Coliform Sebagai Indikator Kualitas Air Sumber Mata Air Oetbolan Dan Oebonak Di Kota Soe Funome, Hisreidi; Oktavina G. LP Manulangga
Jurnal Kimia dan Ilmu Lingkungan: Chemviro Vol. 4 No. 1 (2026): Vol 4. No 1 (2026)
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to analyze the water quality of Oetbolan and Oebonak springs in Soe City using Dissolved Oxygen (DO), Biochemical Oxygen Demand (BOD), and Total Coliform as indicators. The research employed a descriptive quantitative approach with grab sampling techniques. Water samples were analyzed in the enviromental laboratory using the Winkler method for DO, a five-day incubation method for BOD, and the Most Probable Number (MPN) method for Total Coliform, following the Indonesian National Standards (SNI). The results showed that DO concentrations at Oetbolan and Oebonak springs were 4.12 mg/L and 5.15 mg/L, respectively, which did not meet the established water quality standard (>6 mg/L). In contrast, BOD values were relatively low, measuring 0.7 mg/L at Oetbolan and 0 mg/L at Oebonak, indicating low organic pollution levels and compliance with water quality standards. Total Coliform counts were 13 MPN/100 mL at Oetbolan and 3 MPN/100 mL at Oebonak, which were far below the permissible threshold. These findings indicate that the water quality of both springs is generally good in terms of organic and microbiological aspects; however, limitations were observed in dissolved oxygen availability. This study provides essential scientific information on the condition of local spring water sources and serves as a basis for sustainable water quality monitoring and management
Analisis Kualitas Air Pada Mata Air di Kecamatan Kota Soe  Kabupaten Timur Tengah Selatan Hisreidi Funome; Anna Apriani Maniuk Solo
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 6 No. 1 (2026): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v6i1.754

Abstract

The increasing urbanization, natural activities, anthropogenic activities, and tourism in springs in Kota Soe District can potentially lead to the entry of contaminants that can decrease water quality. Therefore, monitoring water quality in springs is currently crucial to ensure the sustainability of water resources. This study aims to determine the concentration of physical and chemical parameters and water quality in the Oebesa, Oebesi, and Oenasi springs in Kota Soe District. Water quality was determined by measured physical and chemical parameters, compared the measurement results with water quality standards, and analysis using the water pollution index method. The research indicate that the temperature, pH, TDS, TSS, and BOD at the three springs meet the Class I water quality standards stipulated by Government Regulation Number 22 of 2021 concerning the Implementation of Environmental Protection and Management for the Water Category. However, the Dissolved Oxygen (DO) values ??of the three springs are relatively low (<6 mg/L) and do not meet these established standards. The pollution index values ??for the Oebesa, Oebesi, and Oenasi springs were 0.456, 0.530, and 0.537, which indicated that the three springs are categorized as being in good condition. This study show that the springs in Kota Soe District remain suitable for use as water sources, however management efforts are required to improved Dissolved Oxygen concentrations.
KEANEKARAGAMAN SPESIES LEPIDOPTERA (RHOPALOCERA) DI KAWASAN TAMAN NOSTALGIA KOTA KUPANG Marsela Susana Bili; Mery Fahik; Henry P Eryah; HISREIDI FUNOME
Flobamora Biological Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan taman kota berperan penting sebagai habitat pendukung keanekaragaman hayati, termasuk kupu-kupu (Lepidoptera: Rhopalocera) yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies kupu-kupu serta menganalisis tingkat keanekaragaman kupu-kupu di kawasan Taman Nostalgia Kota Kupang. Pengambilan data dilakukan melalui metode jelajah dengan pengamatan langsung pada pagi hingga siang hari, dilanjutkan dengan identifikasi morfologi menggunakan buku acuan. Tingkat keanekaragaman dianalisis menggunakan indeks Shannon–Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 81 individu kupu-kupu yang tergolong ke dalam empat famili, yaitu Nymphalidae, Papilionidae, Pieridae, dan Lycaenidae, dengan famili Nymphalidae sebagai kelompok yang paling dominan. Nilai indeks keanekaragaman menunjukkan kategori sedang, yang mengindikasikan bahwa Taman Nostalgia masih mampu mendukung komunitas kupu-kupu meskipun berada di lingkungan perkotaan. Penelitian ini memberikan data dasar penting bagi upaya pengelolaan taman kota yang berorientasi pada konservasi keanekaragaman Lepidoptera.
HUBUNGAN ANTARA JUMLAH RENDAMAN AIR KELAPA DENGAN WAKTU FERMENTASI PADA BIOPROSES FERMENTASI MINYAK KELAPA Henry Pietherson Eryah; HISREIDI FUNOME
Flobamora Biological Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada April-Mei tahun 2023 di laboratorium pendidikan biologi FKIP Undana yang bertujuan untuk mengetahui lama waktu optimum air kelapa terfermentasi spontan pada bioproses fermentasi minyak kelapa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri atas 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Parameter yang diuji adalah rendemen minyak yang dihasilkan, kadar air dan uji organoleptik. Data diuji menggunakan Analisis Of Varians (ANOVA) dengan program SPSS dan apabila berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut Berat Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menyatakan bahwa pada bioproses fermentasi minyak kelapa adalah 18 jam menghasilkan 113 ml. 10 jam menghasilkan 43,33 ml. 12 jam menghasilkan 69 ml. 14 jam menghasilkan 79 ml. 16 jam menghasilkan 107 ml. dan 20 jam menghasilkan 102 ml. Hasil analisis statistic menyatakan bahwa nilai Fhitung (14,296) > Ftabel dengan taraf signifikansi 5% (3,11). Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) menunjukkan bahwa waktu fermentasi spontan 18 jam lebih baik dan menghasilkan rendemen minyak lebih banyak dibandingkan dengan perlakuan lainya walaupun tidak berbeda nyata dengan perlakuan uji 20 jam.
TINJAUAN TAKSONOMI, FILOGENETIK, DAN METABOLIT SEKUNDER JAMUR GENUS TERMITOMYCES Hisreidi Funome; Ewinda Isensi Feni
Flobamora Biological Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Flobamora Biological Journal
Publisher : Program Studi Biologi Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genus Termitomyces merupakan kelompok jamur Basidiomycota yang dikenal memiliki hubungan simbiotik obligat dengan rayap dan berperan penting secara ekologis, pangan, serta berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif. Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif perkembangan kajian taksonomi, filogenetik, dan metabolit sekunder pada genus Termitomyces berdasarkan literatur ilmiah dalam rentang waktu 2019–2024. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terhadap artikel penelitian dan artikel ulasan yang relevan dari jurnal nasional dan internasional. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa identifikasi Termitomyces telah berkembang dari pendekatan morfologi menuju integrasi data molekuler berbasis marker genetik, yang memberikan kejelasan hubungan filogenetik dan delimitasi spesies. Selain itu, berbagai spesies Termitomyces dilaporkan menghasilkan metabolit sekunder seperti senyawa fenolik, flavonoid, terpenoid, polisakarida, dan senyawa volatil dengan aktivitas biologis, terutama antioksidan dan antimikroba. Keterkaitan antara taksonomi dan profil metabolit sekunder menunjukkan bahwa keakuratan identifikasi spesies menjadi dasar penting dalam eksplorasi senyawa bioaktif. Tinjauan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penelitian lanjutan terkait biodiversitas, bioprospeksi, dan pemanfaatan Termitomyces secara berkelanjutan.