Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Membangun Budaya Siaga Bencana melalui Simulasi Gempa Bumi dan Tsunami di Lingkungan Madrasah Aliyah Negeri 2 Suak Timah Raina Parmitalia Dinda; Rita Fazlina; Rezqi Malia; Alvisyahri Alvisyahri; Veranita Veranita; Astiah Amir; Fadli Idris; Dewi Purnama Sari; Fitry Hasdanita; Rahmat Djamaluddin; Rinaldy Rinaldy; Zulyaden Zulyaden; Fachruddin Fachruddin
Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Mei : Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/solusibersama.v3i2.3235

Abstract

This community service activity aimed to build a disaster preparedness culture through earthquake and tsunami simulation activities at Madrasah Aliyah Negeri 2 Suak Timah, West Aceh Regency. The activity was motivated by the high risk of earthquake and tsunami disasters in the coastal area of West Aceh and the limited understanding of students regarding disaster mitigation and evacuation procedures. This program was carried out through collaboration between the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of West Aceh Regency, lecturers from the Civil Engineering Department of Teuku Umar University, the Samatiga Community Health Center, and the school. The methods used included education, socialization, demonstrations, and direct simulations regarding self-rescue actions during earthquakes and tsunamis. The simulation was conducted at Suak Timah Football Field as the evacuation gathering point. The results showed an increase in students’ and school members’ knowledge and preparedness in facing disasters. Participants were able to understand evacuation routes, perform self-protection actions, and follow evacuation procedures in an orderly and rapid manner. Evaluation results indicated that disaster mitigation understanding reached 85%, self-rescue ability 88%, accuracy in following evacuation routes 90%, discipline during simulation 92%, and participant involvement reached 95%. This activity also encouraged the formation of a disaster awareness culture and the emergence of active student roles as preparedness pioneers within the school environment. Therefore, disaster simulation proved to be an effective educational medium in improving the capacity and preparedness of school communities toward earthquake and tsunami risks.
Analisis Penggunaan Pondasi Bored Pile Terhadap Pembangunan Gedung Puskesmas Kajeung Kecamatan Sungai Mas Sugiarto, Riggi; Rahmat Djamaluddin; Dewi Purnama Sari
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 3 No. 1 (2022): juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v3i1.204

Abstract

Secara geografis, tempat didirikannya gedung Puskesmas Kajeung merupakan area pegunungan. Dimana area tersebut merupakan area yang rawan terhadap longsor, oleh sebab itu salah satu hal terpenting dalam merencanakan sebuah konstruksi gedung adalah merencanakan pondasinya. Puskesmas Kajeung telah dibangun 1 lantai dengan luas 794,448 m2. Dimana, gedung Puskesmas Kajeung dapat dibangun dengan menggunakan pondasi dangkal maupun pondasi dalam tergantung dari hasil penyelidikan tanah dilokasi. Hasil uji sondir atau Cone Penetration Test (CPT) dilapangan diperoleh kondisi tanah keras pada kedalaman 12 meter, karena tanah keras berada pada kedalaman lebih dari 3 meter, maka pembangunan gedung Puskesmas Kajeung menggunakan pondasi dalam yaitu bored pile. Penelitian dilakukan untuk mengetahui daya dukung pondasi bored pile dan kelayakan penggunaan pondasi bored pile terhadap pembangunan gedung Puskesmas Kajeung. Data-data perhitungan diperoleh dari CV. Brosis Indobeta Consultant. Dalam pembangunannya pondasi bored pile yang digunakan pada gedung Pukesmas Kajeung berdiameter 30 cm dengan Panjang 12 m. Dari hasil Perhitungan diperoleh nilai daya dukung pondasi bored pile menggunakan metode schmertmann dan nottingham sebesar 673,008 KN dan mengunakan metode meyerhof sebesar 538,357 KN. Maka dengan beban gedung Puskesmas Kajeung pada titik B1 = 156,98 KN, B2 = 292,54 KN dan B5 = 371,66 KN dapat disimpulkan bahwa pondasi bored pile pada pembangunan gedung Puskesmas Kajeung mampu menahan beban gedung Puskesmas Kajeung serta layak dan aman untuk dijadikan pondasi gedung Pukesmas Kajeung. Kata Kunci : bored pile, daya dukung, Pondasi, sondir, puskesmas kajeung.