Kopi gunung temanggung merupakan salah satu produk unggulan industri rumah tangga di Kabupaten Temanggung. Setiap bulan mitra hanya mampu menghasilkan 30kg untuk grean bean dan 100pcs kemasan kopi bubuk. Hal tersebut dikarenakan seluruh proses produksi masih dilakukan secara konvensional tanpa bantuan teknologi khususnya pada proses sangrai dan penggilingan biji kopi. Sehingga, hal ini dapat menghambat peningkatan produktivitas dan kapasitas produksi. Selain itu, pemasaran produk dilakukan secara konvensional yang hanya menjangkau pembeli di lingkungan sekitar desa. Oleh karena itu, perlu upaya untuk melakukan perbaikan pengelolaan usaha pada aspek produksi dan manajemen pemasaran. Tujuan dan focus kegiatan PKM adalah (a) perbaikan sistem produksi melalui penerapan TTG dan (b) perbaikan sistem pemasaran produk. Metode yang dilakukan pada kegiatan PKM yaitu metode partisipatif dengan melibatkan mitra dengan tahapan kegiatan berupa: perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan program, pendampingan dan monitoring evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan PKM pada apsek produksi yaitu tercipta mesin TTG berupa: 1 unit mesin roasting kopi, 1 unit mesin grinder biji kopi. Pada aspek pemasaran tercipta sebuah website yang terintegrasi dengan ecommerce (shopee dan tokopedia) serta media sosial (whatsapp dan instagram). Hasil kegiatan pada aspek produksi yaitu meningkatkan produksi sebesar 50% dan omzet 42%. Pada aspek manajemen pemasaran, penjualan produk meningkat 5pcc/hari dan menjangkau seluruh kota di Indonesia. Seluruh kegiatan PKM ini sebagai upaya dalam meningkatkan nilai tambah produk kopi unggulan daerah Temanggung, sehingga mampu mendorong peningkatan ekonomi masayarakat di Kabupaten Temanggung.