Irfan Fadillah Ramadhan
Program Studi S1 Fisioterapi, Universitas Muhammadiyah Kuningan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Edukasi Terapi Latihan Sederhana bagi Guru SLB dalam Mendukung Fungsi Gerak dan Proses Belajar di SLB B YPALB Perwari, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat Andi Yuliana Kamaluddin; Irfan Fadillah Ramadhan; Fildzah Maharani Oddang; Adijanto Adijanto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2928

Abstract

Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) memiliki peran strategis namun kompleks dalam mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), termasuk membantu aktivitas fisik siswa secara langsung selama pembelajaran. Keterbatasan pengetahuan guru terkait prinsip terapi latihan yang aman dan efektif menjadi hambatan dalam optimalisasi layanan pendidikan bagi ABK. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru SLB dalam menerapkan terapi latihan sederhana, khususnya latihan protective extension (parachute reflex), guna mendukung fungsi gerak ABK dalam konteks pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan pada Februari 2026 di SLB B YPALB Perwari, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dengan melibatkan 44 peserta yang terdiri dari guru, orang tua murid, dosen, dan mahasiswa Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Kuningan, melalui metode sharing session, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara keseluruhan, dengan rata-rata persentase jawaban benar meningkat dari 72,3% pada pre-test menjadi 94,7% pada post-test dan kemampuan peserta menerapkan terapi latihan sederhana dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Risiko Jatuh Berdasarkan Timed Up and Go Test dan Berg Balance Scale pada Lansia di LKSLU Mursyidul Falaah Kabupaten Kuningan Andi Yuliana Kamaluddin; Irfan Fadillah Ramadhan; Fildzah Maharani Oddang
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 3 (2026): JUPIN Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2721

Abstract

Penuaan menyebabkan penurunan komposisi tubuh, kekuatan otot, dan kontrol postural yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko jatuh pada lansia. Indeks Massa Tubuh (IMT) sering dikaitkan dengan gangguan mobilitas dan keseimbangan, namun bukti mengenai kekuatan hubungannya masih beragam. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara IMT dengan risiko jatuh pada lansia berdasarkan Timed Up and Go Test (TUG) dan Berg Balance Scale (BBS). Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 30 lansia di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKSLU) diukur berat badan, tinggi badan, IMT, waktu TUG, dan skor BBS. Responden dipilih menggunakan teknik total sampling terhadap lansia yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu berusia ≥60 tahun, mampu berjalan mandiri tanpa alat bantu, dan bersedia mengikuti seluruh prosedur pengukuran; lansia dengan gangguan kognitif berat atau kondisi medis akut yang membatasi mobilitas dieksklusi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan rerata IMT 24,98 ± 6,01 kg/m², TUG 12,95 ± 4,01 detik, dan BBS 51,13 ± 7,42. Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan IMT dengan TUG sangat lemah dan tidak signifikan (rho=0,035; p=0,854), sedangkan hubungan IMT dengan BBS menunjukkan arah korelasi negatif namun tidak mencapai signifikansi statistik (rho=-0,335; p=0,071). Disimpulkan bahwa pada sampel ini IMT tidak berhubungan signifikan secara statistik dengan risiko jatuh berdasarkan TUG maupun BBS. Terdapat korelasi negatif lemah antara IMT dan BBS (rho=-0,335), namun secara statistik tidak signifikan (p=0,071; α=0,05), sehingga belum dapat disimpulkan adanya hubungan bermakna antara kedua variabel tersebut.. Faktor lain seperti kekuatan otot, usia, dan penyakit penyerta diduga turut berkontribusi terhadap keseimbangan dan mobilitas fungsional lansia, namun ketiganya tidak dianalisis sebagai variabel dalam penelitian ini sehingga memerlukan kajian lebih lanjut.