Nashwa Camilla Zulaikha
Program Studi Sarjana Terapan Fisioterapi, Jurusan Fisioterapi, Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengendalian Hipertensi Berbasis Komunitas Melalui Pendekatan Latihan Senam Anti Hipertensi dan Brisk Walking, Monitoring, dan Peer Support di Desa Nambo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Liza Laela Abida; Ganesa Puput Dinda Kurniawan; Yudhia Fratidhina; Restu Arya Pambudi; Asyifa Triana; Danisywar Bari; Kely Febriyanti; Nashwa Camilla Zulaikha; Nashwa Felisya; Anisah Fairuz Tsurayya; Bratara Halif Wijaya; Carollina Zaenal; Clarisya Ardilla; Lutfiah Rachmadani; Meyra Anugrahthiany Pasha
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JAMSI - Mei 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2932

Abstract

Program pemberdayaan masyarakat melalui senam sehat anti hipertensi dan brisk walking dilaksanakan di Desa Nambo sebagai upaya preventif dalam menanggulangi tingginya kejadian hipertensi di masyarakat. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering tidak disadari (silent killer), namun berisiko menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke, sehingga diperlukan intervensi berbasis komunitas yang mudah diterapkan. Kegiatan ini melibatkan 106 responden di RW 04. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan mengenai faktor risiko dan pencegahan hipertensi, disertai praktik senam anti hipertensi dan brisk walking, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden yang signifikan, dengan rata-rata nilai meningkat dari 6,60 menjadi 8,25 serta 94,3% responden mencapai kategori pengetahuan sangat baik. Selain itu, intervensi senam anti hipertensi dan brisk walking terbukti efektif menurunkan rata-rata tekanan darah sistolik dari 135,07 mmHg menjadi 132,28 mmHg dan diastolik dari 83,61 mmHg menjadi 81,71 mmHg. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis aktivitas fisik sederhana dan edukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Program ini berpotensi menjadi strategi berkelanjutan dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi di tingkat komunitas.