Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of the policy of sending troublemaking children to military barracks by local governments (case study of the KDM policy in West Java) Teuku Muhammad Arief; Margaretha Hanita
PINISI Discretion Review Volume 9, Issue 2, March 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pdr.v1i2.82631

Abstract

The policy of sending delinquent children to military barracks by the West Java local government aims to address the increasing juvenile delinquency by utilizing military discipline to build strong character and mental resilience. The initiative arose in response to growing concerns over youth involvement in violence, substance abuse, and negative social behaviors, which have raised alarm among parents and educators. This study explores the implementation of this policy using Narrative Policy Analysis (NPA), a method that examines the narratives surrounding the policy and its reception by different stakeholders, including the government, military, and the public. The research finds that while the policy is seen by supporters as an effective means of rehabilitation, offering structure, discipline, and emotional fortitude, critics argue that it violates child protection laws and may exacerbate the stigma and trauma for the children involved. Moreover, there are concerns about the potential for the policy to worsen the psychological well-being of these children by labeling them as “delinquents,” which could have long-term negative effects on their development. The study recommends a more holistic approach to juvenile rehabilitation that prioritizes human rights, psychological support, and family engagement. The implementation of such policies should consider not only the immediate behavioral outcomes but also the overall well-being and future prospects of the children involved, ensuring a balance between discipline and empathy. 
Analisis Kebijakan Pengiriman Anak-Anak Nakal ke Barak Militer oleh Pemerintah Daerah : Studi Kasus Kebijakan KDM di Jawa Barat Teuku Muhammad Arief; Margaretha Hanita
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20192

Abstract

Meningkatnya kenakalan remaja di Jawa Barat mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan kebijakan pengiriman anak-anak yang berperilaku menyimpang ke barak militer sebagai upaya pembinaan karakter dan disiplin. Kebijakan tersebut memunculkan perdebatan karena dipandang memiliki manfaat sekaligus potensi pelanggaran terhadap prinsip perlindungan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis narasi kebijakan, kontra narasi, dan metanarasi atas kebijakan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Narrative Policy Analysis (NPA) pada level analisis meso. Sumber data berupa data sekunder yang diperoleh dari dokumen kebijakan, berita media massa, dan literatur ilmiah. Data dianalisis melalui identifikasi elemen narasi, aktor kebijakan, sistem nilai, strategi, serta pembentukan metanarasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi utama pemerintah menempatkan kebijakan sebagai solusi pembentukan disiplin dan pengurangan kenakalan remaja, sedangkan kontra narasi menyoroti risiko pelanggaran hak anak, trauma psikologis, stigmatisasi, dan lemahnya dasar hukum serta bukti efektivitas jangka panjang. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kebijakan memerlukan pendekatan yang lebih humanis melalui pendidikan karakter, konseling, dukungan keluarga, intervensi psikososial, evaluasi berbasis bukti, serta kolaborasi lintas sektor agar tujuan pembinaan remaja dapat tercapai tanpa mengabaikan hak-hak anak.