Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KALKULASI BIAYA PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN PROCESS COSTING UNTUK PT CHS Yuniarwati; Florencia Irena Lawita; Richard Edbert
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37294

Abstract

PT Cemara Hijau Serasi (PT CHS) is a manufacturing company engaged in the building materials industry, specifically in the production of rain gutters. As a company that produces both mass and customized orders, PT CHS faces challenges in accurately calculating the cost of goods sold (COGS). Inaccurate production cost calculations can affect product pricing and company profitability. To overcome these challenges, a community service activity was conducted in the form of a training session on production cost calculation using the Process Costing method. This activity aimed to enhance the knowledge and skills of PT CHS staff in calculating COGS efficiently, accurately, and in accordance with the company’s production characteristics. The activity was held at PT CHS in Tangerang from August to December 2025 through material presentations, practical training, and interactive discussions. The results showed that all PT CHS staff participated actively and enthusiastically throughout the sessions. Based on evaluation surveys, participants found the program highly beneficial as it helped them understand the step-by-step application of the Process Costing method more accurately and practically. Participants also expressed their interest in continuing similar activities in the future with more advanced and specific topics. Overall, this activity successfully improved the competency of PT CHS staff in calculating production costs and had a positive impact on efficiency, accuracy, and managerial decision-making within the company. PT Cemara Hijau Serasi (PT CHS) merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang industri bahan bangunan, khususnya dalam produksi talang air. Sebagai perusahaan yang memproduksi barang secara massal dan juga berdasarkan pesanan tertentu, PT CHS menghadapi kendala dalam menghitung harga pokok produksi (HPP) secara akurat. Ketidaktepatan dalam perhitungan biaya produksi dapat berdampak pada penetapan harga jual dan penentuan laba perusahaan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan kegiatan penyuluhan mengenai kalkulasi biaya produksi dengan menggunakan metode Process Costing yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan staf PT CHS dalam menghitung HPP secara efisien, akurat, dan sesuai dengan karakteristik proses produksi yang berlangsung di perusahaan. Kegiatan ini dilaksanakan di PT CHS, Kota Tangerang, selama periode Agustus hingga Desember 2025, melalui penyampaian materi, pelatihan praktik, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh staf PT CHS mengikuti penyuluhan dengan antusias dan berpartisipasi aktif dalam setiap sesi pelatihan. Berdasarkan hasil angket evaluasi, para peserta merasa kegiatan ini sangat bermanfaat karena membantu memahami langkah-langkah penerapan metode Process Costing secara tepat dan aplikatif. Selain itu, peserta berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang dengan topik yang lebih mendalam. Secara keseluruhan, kegiatan ini dinilai berhasil meningkatkan kompetensi staf PT CHS dalam menghitung biaya produksi serta memberikan dampak positif terhadap efisiensi, akurasi, dan pengambilan keputusan manajerial perusahaan.
PENGENALAN KONSEP DEBIT-KREDIT DAN JURNAL UMUM PERUSAHAAN JASA DI SMA NEGERI 2 JAKARTA BARAT Richard Edbert; Chelsya
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37326

Abstract

Accounting is one of the essential disciplines that plays a crucial role in both daily life and the business world. However, many high school students still face challenges in understanding basic accounting concepts such as debit, credit, and general journal entries. This community service program (PKM) aims to introduce and enhance students’ understanding of debit-credit concepts and their applications in service company journals at SMA Negeri 2 Jakarta Barat. Conducted under the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) initiative, the program lasted for four months and involved 37 students from class 12.6. The learning process adopted interactive methods supported by digital media such as PowerPoint and Kahoot to foster active participation and motivation. The program’s effectiveness was evaluated using a pre-test and mid-semester test. Results revealed a significant improvement in students’ comprehension, with the average score rising from 50.81 to 83.95, representing a 65.2% increase. This improvement demonstrates that integrating technology-based learning with engaging methods effectively enhances students’ conceptual understanding and learning enthusiasm. Additionally, students expressed higher interest and confidence in accounting after the sessions. In conclusion, this activity successfully achieved its objectives by strengthening students’ foundational accounting literacy, supporting experiential learning, and providing a meaningful contribution to the MBKM framework as an innovative model of community-based education that bridges theoretical knowledge with real-world practice. Akuntansi merupakan salah satu disiplin ilmu yang memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia usaha. Namun, banyak siswa sekolah menengah atas masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep dasar akuntansi seperti debit, kredit, dan pencatatan jurnal umum. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkenalkan serta meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep debit-kredit dan penerapannya dalam jurnal umum perusahaan jasa di SMA Negeri 2 Jakarta Barat. Program ini dilaksanakan dalam kerangka Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) selama empat bulan dengan melibatkan 37 siswa kelas 12.6. Proses pembelajaran menggunakan metode interaktif berbantuan media digital seperti PowerPoint dan Kahoot guna mendorong partisipasi aktif dan motivasi belajar siswa. Efektivitas kegiatan diukur melalui pre-test dan ujian tengah semester. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa, dengan rata-rata nilai meningkat dari 50,81 menjadi 83,95 atau naik sebesar 65,2%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran berbasis teknologi secara interaktif dapat meningkatkan pemahaman dan antusiasme belajar siswa. Selain itu, siswa juga menunjukkan minat dan kepercayaan diri yang lebih tinggi dalam memahami akuntansi. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya dalam memperkuat literasi akuntansi dasar siswa, mendukung pembelajaran berbasis pengalaman, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pelaksanaan MBKM sebagai model pendidikan inovatif yang menghubungkan teori dengan praktik nyata.
PENGENALAN PERBEDAAN PERUSAHAAN JASA, DAGANG, DAN MANUFAKTUR BAGI SISWA/I SMP RICCI 1 JAKARTA Amin Wijoyo; Steven Wiryajaya; Richard Edbert
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i1.37567

Abstract

This Community Service Program (PKM) was conducted to introduce the differences between service, trading, and manufacturing companies to students of SMP Ricci 1 Jakarta. The activity was motivated by the low interest and understanding of students toward basic accounting, which is often perceived as too theoretical and difficult to relate to real-life situations. Therefore, the program was designed to provide a contextual and interactive learning experience that helps students easily understand fundamental accounting concepts. The activity was implemented through a face-to-face interactive teaching approach, combining material delivery with educational games using the Kahoot platform as an evaluation tool. The session took place on October 6, 2025, and was attended by 28 students. The evaluation results showed that 17 students achieved an accuracy level above 80%, and 10 students scored between 60–80%, indicating a significant improvement in their understanding of the topic. The activity also proved effective in increasing learning motivation through the use of digital-based interactive methods. In conclusion, this PKM successfully enhanced students’ basic accounting literacy while creating an engaging and enjoyable learning environment for middle school students. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkenalkan perbedaan antara perusahaan jasa, dagang, dan manufaktur kepada siswa-siswi SMP Ricci 1 Jakarta. Latar belakang kegiatan ini berangkat dari rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap akuntansi dasar yang dianggap terlalu teoritis dan sulit dihubungkan dengan kehidupan nyata. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan interaktif agar siswa lebih mudah memahami konsep dasar akuntansi. Metode pelaksanaan dilakukan secara tatap muka dengan pendekatan dua arah, di mana penyampaian materi dikombinasikan dengan permainan edukatif menggunakan platform Kahoot sebagai alat evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2025 dan diikuti oleh 28 siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 17 siswa memperoleh tingkat kebenaran jawaban di atas 80% dan 10 siswa berada pada kisaran 60–80%, yang menandakan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap materi. Kegiatan ini juga terbukti efektif dalam menumbuhkan minat belajar melalui penggunaan media pembelajaran berbasis digital. Dengan demikian, PKM ini tidak hanya berhasil meningkatkan literasi akuntansi dasar, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan aplikatif bagi siswa sekolah menengah.