Tata letak fasilitas yang kurang sesuai dengan hubungan antar aktivitas dapat menghasilkan jarak antar stasiun yang lebih panjang dan konfigurasi fasilitas yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan merancang ulang tata letak fasilitas pada UMKM Tahu Junaidi menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) dengan mempertimbangkan hubungan antar aktivitas, kebutuhan ruang, dan jarak antar stasiun kerja. Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, serta pengukuran dimensi dan posisi fasilitas. Tahapan perancangan meliputi evaluasi tata letak awal menggunakan jarak rectilinear, analisis hubungan kedekatan menggunakan Activity Relationship Chart (ARC), penyusunan Activity Relationship Diagram (ARD), penentuan kebutuhan ruang, serta pengembangan tata letak usulan SLP. Evaluasi tata letak dilakukan dengan membandingkan total jarak rectilinear antar pasangan stasiun pada tata letak awal dan tata letak usulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total jarak pada tata letak awal sebesar 1.524,02 m, sedangkan tata letak usulan SLP menghasilkan total jarak sebesar 1.145,87 m. Dengan demikian, tata letak usulan mampu menurunkan total jarak antar pasangan stasiun sebesar 378,15 m atau berkurang 24,81% dibandingkan tata letak awal. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan SLP menghasilkan konfigurasi tata letak yang lebih efisien secara geometris, ditunjukkan oleh penurunan total jarak antarpasangan stasiun, dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan ruang dan hubungan kedekatan aktivitas pada proses produksi UMKM Tahu Junaidi.