Latar Belakang: Perkembangan balita merupakan proses yang sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya paparan layar (screen time) yang semakin meningkat pada anak usia dini. Secara teoritis, balita merupakan periode kritis perkembangan bahasa, motorik, dan sosial-emosional yang membutuhkan stimulasi optimal melalui interaksi langsung. Paparan layar yang berlebihan dikhawatirkan dapat mengurangi kesempatan balita untuk memperoleh stimulasi tersebut. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis hubungan antara paparan layar dengan hasil skrining perkembangan balita menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 60 balita yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan teknik total sampling. Data paparan layar diperoleh melalui kuesioner terstruktur kepada orang tua, sedangkan data perkembangan balita dikumpulkan melalui pemeriksaan KPSP sesuai kelompok usia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara paparan layar dengan hasil KPSP (p < 0,05). Balita dengan paparan layar tinggi cenderung memiliki hasil perkembangan meragukan dan menyimpang. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa paparan layar berlebihan berhubungan dengan perkembangan balita yang kurang optimal, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dan tenaga kesehatan dalam membatasi screen time serta meningkatkan stimulasi perkembangan yang sesuai usia.