Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN DURASI PAPARAN LAYAR DENGAN HASIL SKRINING PERKEMBANGAN BALITA MENGGUNAKAN KPSP TAHUN 2025 Siska Tiyas Aprilia; Rini Damayanti; Sisilia Prima; Rochmawati
Jurnal Bidan Srikandi Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jbs.2026.v4i1.155

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan balita merupakan proses yang sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya paparan layar (screen time) yang semakin meningkat pada anak usia dini. Secara teoritis, balita merupakan periode kritis perkembangan bahasa, motorik, dan sosial-emosional yang membutuhkan stimulasi optimal melalui interaksi langsung. Paparan layar yang berlebihan dikhawatirkan dapat mengurangi kesempatan balita untuk memperoleh stimulasi tersebut. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis hubungan antara paparan layar dengan hasil skrining perkembangan balita menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 60 balita yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan teknik total sampling. Data paparan layar diperoleh melalui kuesioner terstruktur kepada orang tua, sedangkan data perkembangan balita dikumpulkan melalui pemeriksaan KPSP sesuai kelompok usia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian: Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara paparan layar dengan hasil KPSP (p < 0,05). Balita dengan paparan layar tinggi cenderung memiliki hasil perkembangan meragukan dan menyimpang. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa paparan layar berlebihan berhubungan dengan perkembangan balita yang kurang optimal, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dan tenaga kesehatan dalam membatasi screen time serta meningkatkan stimulasi perkembangan yang sesuai usia.
Analisis Hubungan Status Gizi Berdasarkan Nilai Indeks Masa Tubuh Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri. Rini Damayanti; Rochmawati; Winnie Tunggal Mutika
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/9h0f5e95

Abstract

Abstrak Tahap remaja ialah masa peralihan yang terlihat dari perubahan fisik serta mental yang cepat. Kebutuhan zat gizi meningkat selama fase ini guna mendukung pertumbuhan dan pembentukan sel darah merah. Ketidakseimbangan asupan gizi dapat menyebabkan masalah metabolisme, termasuk anemia yang ditunjukkan dengan rendahnya kadar hemoglobin (Hb). Tujuan dari penelitian ini yakni guna mengevaluasi korelasi antara status gizi remaja menurut nilai indeks massa tubuh (IMT) terhadap kadar hemoglobin. Desain cross-sectional melalui pendekatan kuantitatif diterapkam dalam penelitian ini. Penelitian ini melibatkan mahasiswa Program Studi Kebidanan sebanyak 92 responden pada periode tahun 2025 yang dipilih secara teknik purposive sampling. Selain memeriksa kadar hemoglobin menggunakan alat digital, data dikumpulkan melalui pengukuran perbandingan berat badan beserta tinggi badan guna menghitung nilai indeks masa tubuh. Uji korelasi spearman rank diterapkan guna mengetahui korelasi antara status gizi berdasarkan nilai indeks masa tubuh terhadap kadar hemoglobin. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya mayoritas peserta mempunyai status gizi normal (60,9%) dan kadar hemoglobin berada di batas normal (64,1%). Nilai rs = -0,279 dengan p = 0,007 (p < 0,01) menunjukkan adanya korelasi negatif sekaligus signifikan antara status gizi berdasarkan nilai IMT dan kadar hemoglobin. Oleh karena itu, untuk mencegah anemia pada remaja, kesadaran gizi harus ditingkatkan melalui pengaturan pola makan seimbang dan pemantauan status gizi.   Kata kunci: status gizi, IMT, kadar hemoglobin, remaja