Perlambatan kemajuan persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida meningkatkan risiko komplikasi maternal dan neonatal, seperti atonia uteri dan asfiksia janin. Pemanfaatan gymball merupakan salah satu asuhan kebidanan komplementer non-farmakologis yang diharapkan dapat mempercepat penurunan kepala janin ke dasar panggul melalui optimalisasi gaya gravitasi dan posisi tubuh vertikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan teknik gymball terhadap durasi persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida di Klinik Pratama Athallah Sukabumi. Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data sekunder rekam medik ibu bersalin primigravida periode April 2024 hingga April 2025 di Klinik Pratama Athallah Sukabumi. Total sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 responden yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 43 responden pada kelompok intervensi (gymball) dan 12 responden pada kelompok kontrol (non-gymball). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square (α = 0,05). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pada kelompok ibu yang menerapkan teknik gymball, sebanyak 21 responden (48,8%) mengalami durasi persalinan kala I fase aktif kategori cepat (≤ 6 jam). Sebaliknya, pada kelompok kontrol (non-gymball), hanya sebagian kecil responden yang mengalami persalinan cepat. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value sebesar 0,028 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara penerapan teknik gymball dengan durasi persalinan kala I fase aktif. Penerapan teknik gymball efektif secara signifikan dalam membantu mempercepat durasi persalinan kala I fase aktif pada ibu primigravida. Fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya Klinik Pratama Athallah, disarankan untuk mengintegrasikan penggunaan gymball sebagai salah satu standar asuhan kebidanan komplementer pada persalinan normal.