Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literatur Review: Pendidikan Kesehatan tentang Jaga Tekanan Darah, Latih Pikiran dengan Mindfulnes M. Bachtiar Safrudin; Vinda Yanti Anggun Sari; Salsabila Sarda Amelia; Nanda Imut Tyyah
Journal of Literature Review Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/54ha3715

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Selain dipengaruhi faktor fisiologis, hipertensi juga berkaitan erat dengan kondisi psikologis seperti stres, kecemasan, dan gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan dan terapi mindfulness dalam membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif melalui telaah terhadap 15 jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan pada tahun 2021–2026. Jurnal yang dianalisis membahas berbagai bentuk intervensi mindfulness, seperti mindfulness breathing, Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR), meditasi mindfulness, mindfulness dengan deep focus music, mindfulness spiritual, serta kombinasi mindfulness dan self-management. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan setelah pemberian intervensi mindfulness. Selain itu, mindfulness juga terbukti mampu menurunkan tingkat stres, kecemasan, dan insomnia, meningkatkan kualitas tidur, serta memperbaiki kemampuan individu dalam mengelola penyakit secara mandiri. Pendidikan kesehatan berbasis mindfulness dan media edukasi juga efektif meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi mengenai pengendalian tekanan darah. Dengan demikian, mindfulness dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis pendamping yang aman, mudah diterapkan, dan efektif dalam membantu pengendalian tekanan darah serta meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi.
Terapi Modern Dressing untuk Penyembuhan Luka Dekubitus pada Pasien Lansia Menggunakan Terapi Madu dan Terapi Aloe vera Zulmah Astuti; Siti Khadijah; Virna Nur Halizza; Rizka Dwi Purnamasari; Fauziyah Ardelia; Salsabila Sarda Amelia; Kamila Candra Maulani; Muhammad Raffi Nasywan Bagus Mulyana
Journal of Literature Review Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8tmn4464

Abstract

Luka dekubitus merupakan kerusakan jaringan akibat tekanan berkepanjangan yang sering terjadi pada pasien lansia dengan keterbatasan mobilitas atau tirah baring dalam waktu lama. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi, memperpanjang masa perawatan, serta menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu upaya yang dikembangkan dalam perawatan luka dekubitus adalah penggunaan modern dressing dengan bahan alami seperti madu dan Aloe vera. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi madu dan Aloe vera dalam penyembuhan luka dekubitus pada pasien lansia. Metode penelitian menggunakan literature review terhadap 13 artikel nasional dan internasional yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu artikel full text berbahasa Indonesia maupun Inggris, diterbitkan tahun 2021–2026, membahas penggunaan madu dan Aloe vera pada penyembuhan luka dekubitus, serta menggunakan desain penelitian eksperimental, quasi-experimental, randomized controlled trial, studi kasus, atau case report. Artikel diperoleh dari database PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, Garuda, dan SINTA. Hasil telaah menunjukkan bahwa terapi madu dan Aloe vera efektif dalam menjaga kelembapan luka, meningkatkan pembentukan jaringan granulasi dan epitelisasi, mengurangi inflamasi, menghambat pertumbuhan bakteri, serta mempercepat proses penyembuhan luka. Dengan demikian, terapi madu dan Aloe vera dapat menjadi alternatif intervensi nonfarmakologis yang aman dan efektif dalam mendukung penyembuhan luka dekubitus pada pasien lansia.