Safira Putri H. Malik
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Sosial dan Kelembagaan sebagai Penentu Keberhasilan Rehabilitasi Hutan dan Lahan: Studi Kasus Desa Momala, Kabupaten Gorontalo Dicky Artha; Sitti Mutiah Rahman; Fitryane Lihawa; Safira Putri H. Malik; Iswan Dunggio
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 06 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i06.3431

Abstract

Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) menjadi salah satu program utama pemerintah Indonesia dalam rangka memulihkan ekosistem hutan yang mengalami kerusakan. Meskipun demikian, capaian keberhasilan program tersebut belum sepenuhnya memenuhi harapan. Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara kondisi sosial dan kelembagaan masyarakat dengan tingkat keberhasilan pelaksanaan RHL di Desa Momala, Kabupaten Gorontalo. Pendekatan campuran (mixed method) diterapkan melalui kuesioner terstruktur berskala Likert 4 poin kepada 10 responden pilihan serta kuesioner Likert 5 poin kepada 39 responden yang mencakup petani peserta, aparat desa, dan pendamping lapangan. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Temuan menunjukkan bahwa rerata skor aspek sosial mencapai 2,61 (Cukup Baik), di mana dimensi pendampingan dan monitoring memperoleh skor paling rendah (2,38; Kurang Baik), diikuti norma dan praktik sosial (2,27; Kurang Baik). Pada aspek kelembagaan, fungsi kelompok tani memiliki indeks terendah (62%; Sedang), disusul monitoring program (64%; Sedang). Temuan penelitian ini menegaskan bahwa aspek sosial dan kelembagaan di Desa Momala menjadi tantangan utama dalam pencapaian keberhasilan RHL, terutama karena belum optimalnya pendampingan pascatanam, terbatasnya peran kelompok tani, masih berlangsungnya praktik pelepasan ternak bebas dan pembakaran lahan, serta belum terbentuknya rasa memiliki yang mengakar terhadap tanaman rehabilitasi.