Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ontologi Tutupan Lahan Sebagai Dasar Pemahaman Ekosistem Das yang Berkelanjutan Dicky Artha; Mahludin S. Baruwadi; Hasim Hasim
JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jwikal.v4i2.990

Abstract

Land cover change is one of the most critical environmental issues affecting the stability of watershed (DAS) ecosystems. This study aims to explore the existential nature of land cover through an ontological approach as a conceptual foundation for sustainable environmental management. A descriptive qualitative method was applied using literature analysis, conceptual mapping, and environmental philosophy interpretation. The results reveal that land cover change not only reflects ecological dynamics but also represents a transformation in the ontological relationship between humans and nature. Within the framework of ecological ontology, land is understood as a living entity possessing intrinsic value and existential function within the web of life. This interpretation is supported by recent studies (2015–2025) demonstrating significant links between land cover change, hydrological responses, and the decline of ecosystem service quality across Indonesia and Southeast Asia (Basuki et al., 2022; Supangat et al., 2023; Locke, 2024). Ontological awareness thus serves as a philosophical foundation for watershed management policies that are ecologically ethical, holistic, and sustainable.
Dinamika Sosial dan Kelembagaan sebagai Penentu Keberhasilan Rehabilitasi Hutan dan Lahan: Studi Kasus Desa Momala, Kabupaten Gorontalo Sitti Mutiah Rahman; Dicky Artha; Fitryane Lihawa; Safira Putri H. Malik; Iswan Dunggio
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 06 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i06.3431

Abstract

Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) menjadi salah satu program utama pemerintah Indonesia dalam rangka memulihkan ekosistem hutan yang mengalami kerusakan. Meskipun demikian, capaian keberhasilan program tersebut belum sepenuhnya memenuhi harapan. Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara kondisi sosial dan kelembagaan masyarakat dengan tingkat keberhasilan pelaksanaan RHL di Desa Momala, Kabupaten Gorontalo. Pendekatan campuran (mixed method) diterapkan melalui kuesioner terstruktur berskala Likert 4 poin kepada 10 responden pilihan serta kuesioner Likert 5 poin kepada 39 responden yang mencakup petani peserta, aparat desa, dan pendamping lapangan. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Temuan menunjukkan bahwa rerata skor aspek sosial mencapai 2,61 (Cukup Baik), di mana dimensi pendampingan dan monitoring memperoleh skor paling rendah (2,38; Kurang Baik), diikuti norma dan praktik sosial (2,27; Kurang Baik). Pada aspek kelembagaan, fungsi kelompok tani memiliki indeks terendah (62%; Sedang), disusul monitoring program (64%; Sedang). Temuan penelitian ini menegaskan bahwa aspek sosial dan kelembagaan di Desa Momala menjadi tantangan utama dalam pencapaian keberhasilan RHL, terutama karena belum optimalnya pendampingan pascatanam, terbatasnya peran kelompok tani, masih berlangsungnya praktik pelepasan ternak bebas dan pembakaran lahan, serta belum terbentuknya rasa memiliki yang mengakar terhadap tanaman rehabilitasi.