Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL YANG MEMENGARUHI KEMAMPUAN BAHASA ANAK PRASEKOLAH Yasyri Nafsah Fathiyah Mulki; Adinda Putri; Nasywa Nasywa; Siva Aulia
DUNIA ANAK: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 9, No 1 (2026): DUNIA ANAK
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpaud.v9i1.6556

Abstract

Masa prasekolah atau golden age adalah masa penting dalam perkembangan bahasa anak. Meskipun demikian, banyak tantangan di lapangan yang mempengaruhi tercapainya kemampuan bahasa secara optimal. Seperti kurangnya stimulasi bahasa dalam keluarga, dampak negatif penggunaan gadget, dan kesenjangan kemampuan bahasa karena perbedaan latar belakang sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mensintesis semua faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kemampuan bahasa anak prasekolah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dari berbagai artikel ilmiah yang relevan. Kajian ini menemukan bahwa dari sisi internal terdiri dari kematangan biologis, neurologis, kognitif, psikologis, dan genetik, sedangkan faktor eksternal meliputi pola asuh, lingkungan keluarga, penggunaan gadget, dan kondisi sosial budaya. Kedua faktor ini saling berinteraksi secara bertahap dan beradaptasi dalam membentuk kemampuan bahasa anak, di mana pola asuh menjadi faktor eksternal paling dominan. Temuan ini mengarah pada kesimpulkan bahwa keberhasilan perkembangan bahasa anak sangat bergantung pada keselarasan antara kesiapan biologis anak dan kualitas stimulasi lingkungan. Temuan ini diharapkan dapat membantu orang tua dan pendidik dalam merancang stimulasi bahasa yang lebih baik.
Pengaruh Perceived Deception Terhadap Negative Ewom Intention Melalui Consumer Dissatisfaction Pada Konsumen Cushion Skintific Di Tiktok Shop Adinda Putri; Adam Hermawan; Asep Nuryadin
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1482

Abstract

Maraknya klaim visual berlebihan pada konten promosi kosmetik di TikTok Shop memicu persepsi penipuan (perceived deception) yang berisiko mengikis kepuasan dan kepercayaan konsumen. Penelitian terdahulu umumnya berhenti pada ketidakpuasan konsumen sebagai hasil akhir. Akibatnya, bagaimana ketidakpuasan itu berlanjut menjadi niat electronic word-of-mouth (eWOM) negatif belum banyak diuji secara empiris. Penelitian ini bertujuan menguji peran consumer dissatisfaction sebagai mediator antara perceived deception dan negative eWOM intention pada konsumen cushion Skintific di TikTok Shop. Penelitian menggunakan desain kuantitatif eksplanatori dengan teknik nonprobability sampling melalui metode purposive sampling terhadap 151 konsumen aktif. Teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS 4.0 dengan metode bootstrapping untuk menguji pengaruh langsung (direct effect) dan tidak langsung (indirect effect). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived deception berpengaruh positif dan signifikan terhadap consumer dissatisfaction (β=0,414; t=7,429; p=0,000), dan consumer dissatisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap negative eWOM intention (β=0,394; t=5,686; p=0,000). Sebaliknya, pengaruh langsung perceived deception terhadap negative eWOM intention tidak signifikan (β=0,021; t=0,228; p=0,820). Pengaruh tidak langsung melalui mediasi consumer dissatisfaction terbukti signifikan (β=0,163; t=4,210; p=0,000) dengan nilai VAF sebesar 88,6%, yang berarti consumer dissatisfaction memediasi hubungan tersebut secara penuh (full mediation). Temuan ini menegaskan bahwa brand kosmetik perlu memprioritaskan penyelesaian ketidakpuasan konsumen pascapembelian sebagai strategi utama untuk mencegah penyebaran ulasan negatif.