Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK) di Kantor Akuntan Publik Ardaniah Abbas Alia Rezki Amalia; Nur Abshari Abbas; Aisyah Zarkasi; Irene Ipal Parinding; Muhammad Raihan Mubaraq
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.abdiku4457

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui Sosialisasi Standar Pengungkapan Keberlanjutan (SPK), bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai urgensi pengungkapan aspek-aspek keberlanjutan dalam laporan keuangan. Pengungkapan berkelanjutan yang diatur dalam Standar Pengungkapan Berkelanjutan (SPK) dicanangkan akan efektif pada 1 Januari 2027 mendatang, menjadikan pengungkapan aspek-aspek non keuangan bersifat mandatory. Oleh karena itu kegiatan ini dilaksanakan untuk menjembatani aliran informasi kepada pihak profesional. Kegiatan dilaksanakan dengan sosialisasi dan diskusi interaktif di Kantor Akuntan Publik (KAP) Ardaniah Abbas. Hasil kegiatan merupakan penguatan pengetahuan konseptual dan praktis terkait PSPK 1 tentang Persyaratan Umum Pengungkapan Keberlanjutan dan PSPK 2 tentang Pengungkapan Terkait Iklim. Kegiatan ini juga memberikan rekomendasi berupa penyusunan panduan dan matriks pengukuran pengungkapan sesuai dengan karakteristik klien KAP Ardaniah Abbas untuk mengembangkan prosedur audit yang lebih komprehensif khusus untuk menilai pengungkapan keberlanjutan perusahaan.
Optimalisasi Profitabilitas UMKM Melalui Implementasi Activity Based Costing (ABC) dan Identifikasi Aktivitas Bernilai Tambah Ilyona Risty Randan; Aisyah Zarkasi; Irene Ipal Parinding; Nur Abshari Abbas; Muhammad Raihan Mubaraq
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.abdiku4886

Abstract

UMKM laundry menghadapi tantangan dalam menentukan harga pokok produksi yang akurat karena metode tradisional cenderung mendistorsi biaya, terutama ketika perusahaan menawarkan beragam jenis layanan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode Activity Based Costing (ABC) dan mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah guna mengoptimalkan profitabilitas UMKM khususnya jasa Laundry. Melalui analisis data produksi, hasil menunjukkan bahwa metode tradisional menyebabkan undercosting pada layanan Cuci Komplit (20,1%) dan overcosting pada Cuci Kering Lipat (12,6%) serta Setrika Saja (38,9%). Penerapan ABC berhasil mengungkap biaya riil per kilogram: Cuci Komplit Rp3.684, Cuci Kering Lipat Rp2.679, dan Setrika Saja Rp1.875. Selain itu, teridentifikasi bahwa aktivitas mekanisasi (cuci dan pengering) menyerap biaya overhead tertinggi (Rp1.723.934 atau 65,8% dari total overhead), sehingga menjadi target utama efisiensi. Kegiatan PKM ini merekomendasikan penyesuaian harga jual berbasis ABC dan optimalisasi aktivitas mekanisasi untuk meningkatkan profitabilitas hingga 38% pada layanan tertentu.
Mewujudkan Pengelolaan Amanah: Pendampingan Pelaporan Keuangan Berbasis ISAK 335 untuk Tata Kelola Pesantren yang Berkelanjutan Warka Syachbrani; Lukman Dahlan; Alia Rezki Amalia; Irene Ipal Parinding; Nur Abshari Abbas
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.abdiku4923

Abstract

Sebagian besar pondok pesantren di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menyusun laporan keuangan yang transparan dan akuntabel sesuai standar akuntansi yang berlaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pengurus yayasan dan pengelola keuangan Pondok Pesantren Tahfizul Quran Nurussunnah Bulukumba mengenai pelaporan keuangan berbasis Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 335 sebagai upaya mewujudkan tata kelola pesantren yang berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan dalam satu sesi setengah hari yang diikuti oleh 30 peserta, bertempat di Ruang Pertemuan Kahayya, Gedung Pinisi Bulukumba. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dikombinasikan dengan pendekatan Community Development, dengan menekankan keterlibatan aktif peserta melalui sesi pemaparan materi dan diskusi. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan ISAK 335, urgensi laporan keuangan bagi pesantren, klasifikasi aset neto, serta lima komponen laporan keuangan entitas non-laba. Hasil kegiatan menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya laporan keuangan yang terstandar, serta munculnya kesadaran baru bahwa akuntabilitas keuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari pengelolaan amanah lembaga. Kegiatan ini memperkuat tata kelola kelembagaan pesantren dan membuktikan efektivitas pendekatan PAR dalam mendorong perubahan kapasitas dan kesadaran pengelolaan keuangan lembaga non-laba berbasis komunitas.