Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika dan Pengembangan Diri Berbasis Keteladanan: Tinjauan Literatur Sistematis Tahun 2015–2025 Rara Bilqis Salsabila; Aisyah Rochmah Nuraini; Ah. Zakki Fuad
Kreatifitas Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam Vol. 15 No. 1 (2026): Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
Publisher : Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Diniyyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/kreatifitas.v15i1.2161

Abstract

Pembelajaran akhlak dan etika di lembaga pendidikan menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan sosial dan pengaruh media digital, sehingga diperlukan strategi yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga menyentuh aspek afektif dan perilaku peserta didik. Keteladanan guru menjadi salah satu pendekatan yang relevan karena memungkinkan terjadinya proses internalisasi nilai melalui observasi dan interaksi langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran akhlak dan etika berbasis keteladanan guru melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap publikasi ilmiah periode 2015–2025. Metode yang digunakan meliputi proses identifikasi, seleksi, dan analisis tematik terhadap 38 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Temuan menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis keteladanan guru terbagi ke dalam pendekatan instruktif-kognitif dan transformatif-afektif. Model keteladanan yang paling banyak didokumentasikan meliputi keteladanan berbasis perilaku harian (kedisiplinan, kejujuran, sikap adil), keteladanan verbal (tutur kata santun, pujian tulus, nasihat empatik), dan keteladanan spiritual (konsistensi ibadah dan integritas moral autentik). Dari perspektif psikologi, efektivitas keteladanan dijelaskan melalui teori pembelajaran sosial, teori perkembangan moral, dan teori kelekatan, yang semuanya menekankan pentingnya kedekatan emosional, kredibilitas guru, dan lingkungan belajar yang aman secara psikologis. Dengan demikian, keteladanan guru perlu diposisikan sebagai bagian dari pendekatan yang holistik, integratif, dan kontekstual dalam mendukung keberhasilan pendidikan karakter di lembaga pendidikan.
Islamic Education from the Perspective of Faith: An Epistemological Study in Learning at School Rara Bilqis Salsabila; Zumrotul Mukaffa
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i2.387

Abstract

Islamic education aims not only to transmit knowledge but also to develop faith and moral character among students. In this context, aqidah plays a fundamental role as a foundation that shapes perspectives on knowledge and the educational process. This study aims to analyze the concept of aqidah in the perspective of Islamic education, explain its role as an epistemological foundation in acquiring knowledge, and examine its implications for students’ ways of thinking in the learning process at madrasahs. This research employs a qualitative approach using library research. Data were collected from books and scholarly articles related to aqidah, Islamic epistemology, and Islamic education. The data were analyzed using content analysis to identify key concepts and thematic relationships systematically. The results indicate that aqidah functions not only as a theological belief but also as an epistemological foundation that determines the sources, methods, and objectives of knowledge in Islamic education. Islamic epistemology integrates revelation, reason, and empirical experience within the framework of tauhid. This approach contributes to the formation of a tawhidic mindset among students, enabling them to think critically, evaluate information selectively, and develop moral and spiritual awareness in the use of knowledge.