Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen risiko kredit melalui penerapan sistem credit scoring internal pada PT XYZ, sebuah perusahaan agritech, dengan menggunakan matriks IFE dan EFE untuk merumuskan strategi bersaing dalam mitigasi risiko pendanaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada PT XYZ. Data dikumpulkan melalui tinjauan pustaka, analisis dokumen, dan observasi terhadap implementasi credit scoring perusahaan. Matriks IFE dan EFE disusun dengan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal kunci, pemberian bobot, serta peringkat respons perusahaan. Matriks IFE memperoleh skor 2,63, yang mengindikasikan posisi internal PT XYZ dalam manajemen risiko kredit sedikit di atas rata-rata namun belum kuat. Kekuatan utama adalah sistem credit scoring internal (0,72), sementara kelemahan utama meliputi keterbatasan integrasi data pertanahan (0,15) dan ketergantungan pada mitra pendanaan (0,30). Matriks EFE memperoleh skor 2,54, dengan program swasembada pangan pemerintah sebagai peluang utama (0,60) dan keterbatasan infrastruktur digital sebagai ancaman utama (0,18). Penelitian ini terbatas pada studi kasus tunggal PT XYZ dan mungkin tidak sepenuhnya dapat digeneralisasi ke seluruh perusahaan agritech. Temuan ini memberikan rekomendasi strategis untuk memperkuat mitigasi risiko kredit, diversifikasi sumber pendanaan, peningkatan akurasi credit scoring, dan investasi pada infrastruktur digital offline-first. Penelitian ini berkontribusi pada literatur yang terbatas tentang implementasi credit scoring di perusahaan agritech Indonesia.