Ana Mujahidatur Rosunnah
Universitas Muhammadiyah Lamongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Guru Dalam Membentuk Karakter Kemandirian Siswa Pada Pembelajaran Menulis Narasi Kelas III MI Muhammadiyah 1 Sukodadi Ana Mujahidatur Rosunnah; Rizka Novi Irmaningrum; Linaria Arofatul Ilmi Uswatun Khasanah
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.422

Abstract

Strategi yang digunakan guru tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga harus mendukung pembentukan karakter kemandirian siswa. Pada pembelajaran menulis narasi di kelas III MI Muhammadiyah 1 Sukodadi masih menunjukkan adanya ketergantungan tinggi siswa pada guru, sehingga diperlukan strategi guru yang tepat untuk menumbuhkan karakter kemandirian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam membentuk karakter kemandirian Siswa pada pembelajaran menulis narasi kelas III MI Muhammadiyah 1 Sukodadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek kepala sekolah, guru kelas III, dan siswa kelas III MI Muhammadiyah 1 Sukodadi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknis analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Strategi guru dalam membentuk karakter kemandirian siswa kelas III MI Muhammadiyah 1 Sukodadi pada pembelajaran menulis narasi telah dilaksanakan secara terencana dan konsisten melalui keteladanan atau contoh, kegiatan rutin atau pembiasaan, pengondisian lingkungan, serta pemberian penguatan berupa pujian, arahan, dan teguran mendidik. Strategi tersebut mendukung perkembangan indikator kemandirian seperti bertanggung jawab, kepemimpinan, dan pengembangan diri siswa, meskipun tingkat konsistensi kemandirian siswa belum merata sehingga masih memerlukan bimbingan berkelanjutan.