Ginanjar Pratama
Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI TUNNEL GARAM UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA MAN 3 PANDEGLANG, BANTEN Dema Okgareta; Meuthia Maharani Kanedi; Moch Saad; Ginanjar Pratama; Hendrawan Syafrie; Muta Ali Khalifa; Fahresa Nugraheni Supadminingsih; Erik Munandar; Bhatara Ayi Meata; Afifah Nurazizatul Hasanah; Lana Izzul Azkia; Prakas Santoso; Esza Cahya Dewantara; Agitha Saverti Jasmine; Nico Wantona Prabowo; Nunung Noer Aziizah; Annisa Khaira Nasution; Nurhaliza Amalia Lestari; Putri Risa Fatmawati; Adi Susanto; Fharikha Indriyawati; Giofani Mahendra Darma
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 2 (2026): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i2.8185

Abstract

Teknologi tunnel garam merupakan inovasi penting dalam proses produksi garam modern yang memanfaatkan efek rumah kaca untuk mempercepat penguapan air laut serta meningkatkan kualitas kristal garam. Namun, pemahaman tentang teknologi ini di kalangan pelajar masih rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan menguatkan pemahaman siswa terhadap manfaat teknologi tunnel garam sebagai alternatif penghasil garam berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan di MAN 3 Pandeglang, Banten, melibatkan 23 siswa, dengan metode pemberian pre-test, penyampaian materi interaktif, dan evaluasi menggunakan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan rata-rata nilai naik dari 70,9 menjadi 88,9. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi teknologi kelautan di kalangan pelajar, melalui pendekatan edukatif dan aplikatif yang berkelanjutan.
SOSIALISASI BAHAYA PENGGUNAAN FORMALIN PADA PRODUK HASIL PERIKANAN DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, JAKARTA Rini Yanuarti; Ginanjar Pratama; Itok Dwi Kurniawan
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 7 No 1 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v7i1.7312

Abstract

Formalin merupakan bahan tambahan pangan yang berbahaya bagi organ tubuh manusia apabila dikonsumsi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, tentang bahaya penggunaan formalin pada produk hasil perikanan. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi secara umum terdiri atas tahap persiapan, tahap sosialisasi dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat setelah dilakukan kegiatan sosialisasi. Terlihat ada 3 partisipan mengalami peningkatan sebesar 100%. Kemudian ada 6 partisipan yang mengalami peningkatan sebesar 80%, 2 partisipan mengalami peningkatan 70%, 3 partisipan yang mengalami peningkatan 60%, 4 partisipan yang masing-masing mengalami peningkatan 50% dan 40%, 3 partisipan yang mengalami peningkatan 30%. Secara keseluruhan rata-rata peningkatan pengetahuan dan pemahaman responden sebesar 60%.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN DARI CANGKANG KERANG HIJAU DAN SPIRULINA PADA MASYARAKAT DESA TANGGUL INDAH, SERANG, BANTEN Devi Faustine Elvina Nuryadin; Afifah Nurazizatul Hasanah; Rini Yanuarti; Ginanjar Pratama
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 8 No 1 (2025): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v8i1.7694

Abstract

Desa Tanggul Indah merupakan salah satu wilayah pesisir yang memiliki usaha rumah kupas kerang hijau. Setiap harinya, usaha tersebut menghasilkan sekitar 50kg cangkang kerang basah yang dibuang begitu saja di sekitar rumah kupas. Hal itu terlihat dari banyaknya cangkang kerang yang menumpuk di beberapa titik di wilayah tersebut. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk mengatasi hal tersebut dengan cara membuat cangkang kerang menjadi bernilai ekonomis. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat mengolah cangkang kerang menjadi sabun batang yang dikombinasikan dengan Spirulina untuk meningkatkan zat aktifnya di Desa Tanggul Indah. Kegiatan ini dilakukan dengan cara melatih masyarakat yang berjumlah 15 orang secara deep learning dalam membuat sabun batang. Proses transfer knowledge dilakukan secara langsung menggunakan metode ceramah dan praktik. Metode evaluasi dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan melalui kuesioner, untuk melihat perubahan pemahaman untuk pembuatan sabun. Hasil yang didapatkan yaitu meningkatnya pemahaman masyarakat Desa Tanggul Indah sebesar 100% terhadap cara membuat sabun batang yang berasal dari cangkang kerang hijau dan Spirulina. Selain itu, masyarakat juga sudah bisa membuat sendiri sabun batang tersebut.