Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS HASIL TANGKAPAN PER UPAYA PENANGKAPAN DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN SUMBERDAYA IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) YANG DIDARATKAN DI PPN BRONDONG, LAMONGAN, JAWA TIMUR Azkia, Lana Izzul; Fitri, Aristi Dian Purnama; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.897 KB)

Abstract

Kakap Merah (Lutjanus sp.) merupakan komoditas ekspor yang memiliki harga rata-rata tertinggi dibandingkan ikan lainnya di PPN Brondong. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil tangkapan per upaya penangkapan sumberdaya Kakap Merah yang didaratkan di PPN Brondong dan menganalisis pola musim penangkapan sumberdaya ikan Kakap Merah yang didaratkan di PPN Brondong. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey dan deskriptif. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 90 orang responden. Metode analisis data yang digunakan untuk mengetahui hasil tangkapan per upaya penangkapan adalah analisis CPUE dan standarisasi alat tangkap sedangkan untuk mengetahui pola musim penangkapan digunakan metode rata-rata bergerak. Hasil penelitian menunjukkan nilai Hasil tangkapan per upaya penangkapan atau CPUE (Catch Per Unit Effort) sumberdaya Kakap merah yang didaratkan di PPN Brondong tahun  2008-2014 berfluktuasi dan cenderung mengalami penurunan dengan nilai rata-rata CPUE sebesar 3511,40 kg/trip/tahun. Berdasarkan nilai IMP diketahui bahwa musim puncak penangkapan Kakap merah terjadi pada bulan November.   Red snapper (Lutjanus sp.) is export comodity had the highest average price from the other fishes in Brondong Arcipelagic Fishing Port. The purpose of this research to analyze Catch Per Unit Effort of red snapper resources landed in Brondong Archipelagic Fishing Port, Lamongan and analyze fishing season pattern of red snapper resources landed in Brondong Archipelagic Fishing Port, Lamongan. The method in this research was survey and descriptive method. The sampling method was purposive sampling with 90 respondent. Data Analysis to know Catch Per Unit Effort used CPUE analysis and fishing gear standaritation method, while data analysis to know fishing season pattern used moving average method. The result showed that Catch Per Unit Effort of red snapper resources landed in Brondong Archipelagic Fishing Port, Lamongan have fluctuation and inclined to be down. Based on the index was known that the peak fishing season fishing occurs in November.
POLA SPASIAL DAN TEMPORAL KEGIATAN PENANGKAPAN RAJUNGAN NELAYAN BETAHWALANG KABUPATEN DEMAK Lana Izzul Azkia; Muhammad Fedi Alfiadi Sondita; Eko Sri Wiyono
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 25, No 2 (2019): (Juni) 2019
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.349 KB) | DOI: 10.15578/jppi.25.2.2019.67-77

Abstract

Desa Betahwalang merupakan sebuah sentra pendaratan rajungan yang terletak di pesisir Kabupaten Demak Jawa Tengah. Kegiatan penangkapan rajungan adalah mata pencaharian utama nelayan Betahwalang. Lokasi dan waktu pengoperasian alat penangkapan ikan menentukan besar biaya operasional dan kualitas rajungan. Ketersediaan data dan informasi secara spasial dan temporal adalah faktor keberhasilan dalam kegiatan penangkapan dan sejauh ini belum tersedia secara rinci. Penelitian ini bertujuan mengkaji lokasi dan waktu penangkapan rajungan oleh nelayan Betahwalang dalam dua musim, yaitu musim angin barat (musim hujan) dan musim angin timur (musim kemarau). Data diperoleh dari wawancara terhadap 30 responden per jenis alat tangkap (bubu, arad, dan jaring insang dasar). Informasi tentang lokasi dan waktu penangkapan rajungan diplot langsung pada sebuah peta grid berukuran 1 km x 1 km. Selanjutnya, informasi dari peta tersebut dipindahkan ke peta grid berukuran 10 km x 10 km. Lokasi penangkapan dominan nelayan bubu di perairan sekitar bagian barat Betahwalang (zona E5) pada musim angin barat dan di perairan sekitar bagian utara Semarang (zona F6) pada musim angin timur, sementara lokasi penangkapan dominan nelayan arad adalah perairan sekitar bagian utara Semarang (zona F6) baik pada musim angin barat maupun timur; untuk lokasi penangkapan dominan nelayan jaring insang dasar pada musim angin barat adalah perairan sekitar bagian barat Betahwalang (zona G5) dan perairan sekitar bagian utara Semarang (zona F6) pada musim angin timur.Betahwalang is center of blue swimming crab (BSC) landing place in coastal area of Demak, Central java. BSC fishing is the main livelihood of betahwalang fishing community. The fishing area and fishing time determine the operational cost and BSC quality. The availability of data and information on spatial and temporal is successful factors in BSC fishing bussiness and these were not available yet. This study aimed to assess BSC fishing area and fishing time of Betahwalang fisher in two seasons, i.e westerly monsoon wind (wet season) and easterly monsoon wind (dry season). Data were collected through interview to 30 respondent for each type of fishing fleet (traps, mini trawl and bottom gill net). Information on fishing area and fishing time was plotted on the grid map 1 km x 1 km, then transferred to a grid map 10 km x 10 km. The result showed that the major fishing area of collapsible trap on the west monsoon around western of Betahwalang waters (zone E5), while during east monsoon they operated around northern of Semarang (zone F6). The major fishing area of mini trawl during west and east monsoon was on the waters around northern of Semarang (zone F6). The major fishing area of bottom gillnet on the west monsoon was around western of Betahwalang (zone G5), while east monsoon around northern of Semarang (zone F6).
Strategy to Development of Ecotourism in Kiluan Bay Lampung Muhammad Reza; Lana Izzul Azkia; David Julian; Rizha Bery Putriani
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i2.4853

Abstract

Kiluan Bay is a coastal region in Tanggamus Regency, Lampung Province, with a very high potential for tourism. Increased levels of tourists may have a negative impact on Kiluan Bay's natural resources, one of which is the accumulation of trash. The ecosystem at Kiluan Bay may be impacted by trash accumulation, especially plastics. If these issues are not properly handled, it will have an impact on the sustainability of tourism activities and the preservation of the environment. Even so, this will have an effect on the local economy. In order to reduce the negative impacts of tourism activities that are not environmentally friendly, it is thought that the concept of ecotourism needs to be implemented at Kiluan Bay. The purpose of this study is to establish ecotourism development strategies that emphasize community knowledge at the local level. Survey techniques and interviews with relevant persons were used to collect the data. The results of the data collection were analyzed using a SWOT analysis to determine the alternative strategies required to support the implementation of the ecotourism concept in Kiluan Bay. The research showed that Kiluan Bay's ecotourism development is positioned in quadrant V (Growth/Stable). This viewpoint suggests that the ecotourism development strategy in Kiluan Bay, Lampung, must take the most of the existing opportunities. Developing an ecotourism management approach in Kiluan Bay that involves the community directly is one strategy that had to be implemented.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA DAN PERAN SERTIFIKASI HALAL PRODUK PANGAN LOKAL UMKM DALAM MENUNJANG KETAHANAN PANGAN TINGKAT RUMAH TANGGA Siti Widiati; Lana Izzul Azkia
Sebatik Vol. 27 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v27i1.2275

Abstract

Produk pangan lokal erat dengan budaya masyarakat sehingga menjadi ciri khas suatu daerah. Tumbuhnya usaha tersebut mendorong perekonomian dalam menunjang ketahanan pangan pelaku usahanya. Peningkatan permintaan produk pangan lokal diupayakan dengan meningkatkan rasa percaya konsumen terhadap produk melalui sertifikasi halal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi pengembangan usaha produk pangan lokal dan menganalisis peran sertifikasi dalam menunjang ketahanan pangan pelaku usaha di UMKM Abinisa. Penelitian ini dianalisis dengan analisis SWOT dan Coping Strategy Index (CSI). Penyusunan strategi pengembangan usaha produk pangan lokal di UMKM Abinisa dilakukan dengan mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal kekuatan yang paling besar adalah produk yang berbasis pangan lokal, pemasaran produk yang luas dan sudah memiliki pelanggan tetap. Faktor internal kelemahan terbesar yaitu akses modal terbatas. Faktor eksternal peluang yang terbesar adalah pemasaran produk yang dilakukan secara offline maupun online. Faktor ancaman terbesar adalah banyaknya persaingan dengan produk lokal lainnya. Kondisi usaha produk pangan lokal di UMKM Abinisa berada pada Grow And Build. Strategi yang dapat dilakukan antara lain: meningkatkan sarana dan prasarana terutama dalam proses dan bahan baku pengolahan produk. Strategi tersebut perlu dikembangkan untuk meningkatkan pemenuhan pangan keluarga. Mekanisme pemenuhan pangan keluarga berada pada Taraf I, tidak melakukan Langkah drastis pada Taraf II dan Taraf III. Hal ini tidak terlepas dari peran sertifikat halal di UMKM Abinisa yang berbasis olahan telur dan pangan lokal di Provinsi Banten. Sertifikat Halal mampu meningkatkan penjualan produk sehingga ekonomi pelaku usaha lebih berdaya dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan menunjang ketahanan pangan tingkat rumah tangga.
GERAKAN AKSI BERSIH PANTAI SEBAGAI WUJUD KEPEDULIAN MENJAGA LINGKUNGAN DI PULAU PANJANG KABUPATEN SERANG, BANTEN Erik Munandar; Ginanjar Pratama; Lana Izzul Azkia; Hendrawan Syafrie; Afifah Nurazizatul Hasanah; Muta Ali Khalifa; Bhatara Ayi Meata; Adi Susanto; Fahresa Nugraheni Supadminingsih; Devi Faustine Elvina Nuryadin; Desy Aryani; Fitri Afina Radityani
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 6 No 2 (2024): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v6i2.6961

Abstract

Pulau Panjang merupakan salah satu pulau yang berada di wilayah Teluk Banten, menjadi salah satu jalur laut strategis, termasuk dalam Wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Kabupaten Serang, dan menjadi tujuan objek wisata khususnya pantai. Sampah yang berada di pantai akan meningkat seiring dengan peningkatan kegiatan. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan ataupun membersihkan sampah kiriman. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengklasifikasi jenis sampah yang ada di pulau Panjang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah partisipatif masyarakat dalam kegiatan aksi bersih dan klasifikasi jenis sampah yang berada di Pulau Panjang. Hasil yang diperoleh yaitu peserta aksi bersih ini diikuti 60 orang peserta yang terdiri atas mahasiswa, masyarakat dan dosen, serta sosialisasi yang terselenggara dengan baik dengan indikator masyarakat yang lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Aksi bersih pantai berhasil mengangkut sekitar 20 kantong sampah menunjukan adanya peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan pantai di Pulau Panjang.
ADAPTASI MATA IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) HASIL TANGKAPAN PUKAT CINCIN DI SELAT SUNDA Susanto,, Adi; Kartiwa, Teddi; Irnawati, Ririn; Nurdin, Hery Sutrawan; Hamzah, Asep; Supadminingsih, Fahresa Nugraheni; Syafrie, Hendrawan; Azkia, Lana Izzul
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 2 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.2.84-89

Abstract

Pengoperasian pukat cincin di Selat Sunda menggunakan alat bantu lampu jenis metal halide untuk menarik ikan target agar berkumpul di catchable area. Adanya asumsi bahwa semakin terang lampu yang digunakan dapat meningkatkan hasil tangkap mendorong nelayan menggunakan lampu dalam jumlah banyak dan daya yang besar. Padahal setiap jenis ikan memiliki preferensi dan kemampuan adaptasi yang terbatas terhadap cahaya yang diterimanya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat adaptasi mata ikan tongkol (Euthynnus affinis) yang ditangkap oleh pukat cincin di Selat Sunda berdasarkan jumlah lampu yang berbeda. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Mei hingga Juli 2021 dengan mengikuti operasi penangkapan ikan yang dilakukan oleh kapal pukat cincin dengan dua kapal lampu yang berbeda (kapal yang dilengkapi 8 lampu dan kapal yang dilengkapi dengan 6 lampu). Intensitas cahaya lampu pada medium air diukur menggunakan ILT 5000 research radiometer. Pengambilan sampel mata ikan tongkol dilakukan masing-masing sebanyak 3 ekor pada setiap trip yang selanjutnya diproses dengan metode histologi. Hasil penelitian menunjukkan intensitas cahaya pada kapal yang menggunakan 8 lampu lebih tinggi dibandingkan dengan kapal yang menggunakan 6 lampu. Namun demikian, pada kedalaman > 10 m, intensitas cahaya yang dihasilkan oleh kedua kapal tersebut relatif sama. Nilai indeks kon ikan tongkol hasil tangkapan kapal dengan 6 lampu rata-rata 90,76% sedangkan pada kapal dengan 8 lampu sebesar 91,50%. The purse seines fishing operation in the Sunda Strait uses metal halide lamps to attract target fish to congregate in catchable areas. There is an assumption that brighter lights can increase the catch, encouraging fishermen to use lights in large quantities and with high power. Even though each type of fish has preferences and limited adaptability to the light it receives. This study aims to determine the level of adaptation of the tuna (Euthynnus affinis) caught by purse seines based on the number of different lights. Data collection was conducted from May to July 2021 through experimental fishing on a purse seiner fishing vessel with two different numbers of lamps, including 6 lamps and 8 lamps for each boat respectively. The light intensity in the seawater was measured using an ILT 5000 research radiometer. A sampling of the eye of the tuna was carried out by 3 individuals on each trip which were then processed using histological methods. The results showed the light intensity on the boat using 8 lights was higher compared to boat using 6 lights. However, at depths > 10 m, the light intensity produced by both was similar. The average cone value of Mackarel tuna captured on the boat with 6 lights is 90.76%, while for a boat with 8 lights, it is 91.50%.
Ketahanan pangan dan gizi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis produk pangan lokal di Kecamatan Tirtayasa Kabupaten Serang Widiati, Siti; Azkia, Lana Izzul
Jurnal Sosio Agribisnis Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jsa.v8i2.43069

Abstract

Food security is the state of having individuals or groups with access to enough food and nutrition. Local food resources play a crucial role in meeting the dietary needs of the community. Abinisa's Small and Medium Enterprises (SMEs) are one of the producers of local food products in the city of Serang. Improving the economic status of SME operators can bolster the food security and nutrition of their households. The objective of this research is to analyze food security based on Food Expenditure Share (FES) and to assess food security and nutrition based on Energy Adequacy Ratio (EAR) and Protein Adequacy Ratio (PAR) among entrepreneurs in Abinisa's SMEs. This study is descriptive in nature, aiming to provide an overview of the conditions in the field. The data used in this research includes both primary and secondary sources. The research results indicate that the majority of households among SME operators fall into the category of being food secure, with an average Food Expenditure Share of less than 60 percent. Additionally, the levels of energy and protein adequacy in the households of entrepreneurs in Abinisa's SMEs average above 80 percent. Keywordsi: food Security; SME; local food products
The Urban Coastal Settlement Management Strategy of Bumi Waras Sub-District, Bandar Lampung Putri, Septi Malidda Eka; Wahono, Endro P.; Reza, Muhammad; Azkia, Lana Izzul
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 8 No 2 (2024): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/coj.v8i2.55754

Abstract

Indonesia's extensive coastal areas face significant environmental and social challenges, particularly in densely populated regions like Bumi Waras Sub-district, emphasizing the urgent need for integrated coastal management to ensure sustainable development and improve community living conditions. This study aims to ascertain the future course of urban coastal settlement management measures. The study was conducted in Bandar Lampung's Bumi Waras Sub-District's coastal region, as the second-highest population sub-district in Bandar Lampung City. The samplings were chosen purposively by expert assessments and the community. Direct interviews were used to collect data, while the SWOT method was used to analyze the result. The results of the Internal Factors Analysis Summary matrix score of 3.167 and the External Factors Analysis Summary matrix at 3.153, indicating fairly good growth conditions. The highest priority strategy, 4.028, was the "weaknesses and threats" (WT) parameter, highlighting the need to address limited community participation in planning, implementing, and supervising coastal area management, as well as the lack of private sector involvement. Therefore, the recommended strategy is to enhance human resource capacity through socialization and counseling on urban coastal settlement management. Additionally, efforts should be directed toward optimizing the utilization of existing facilities and infrastructure to reduce environmental damage and promote sustainable coastal area management.
Pencegahan dan Pengendalian Bencana Alam di Kecamatan Bumi Waras Kota Bandar Lampung Muhammad Reza; Qadar Hasani; Rizha Bery Putriani; Lana Izzul Azkia
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 1 No 1 (2024): Mei
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v1i1.3466

Abstract

Wilayah pesisir merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana alam seperti banjir rob, tsunami, gempa bumi dan abrasi. Pencegahan bencana alam dibutuhkan pemahaman masyarakat terhadap langkah-langkah apa saja yang perlu dilakukan dalam melaksanakan pencegahan tersebut, tujuan dari pencegahan tersebut sebagai upaya mengurangi resiko bencana dapat berjalan dengan baik dengan semestinya. Pengabdian ini dilakukan di wilayah pesisir Bumi Waras Kota Bandar Lampung. Tahapan pengabdian yaitu berupa pretest, penyampaian materi, postest dan tindak lanjut setelah pengabdian berakhir. Hasil pretest yang didapatkan sekitar 25 responden belum memahami upaya pencegahan bencana alam. Namun setelah dilakukan penyampaian materi dan diskusi, hasil posttest diperoleh sekitar 34 responden telah memahami upaya-upaya pencegahan bencana alam di wilayah pesisir.
PROPORTION OF LEGALLY SIZE BLUE SWIMMING CRABS CAUGHT BY FISHERMEN IN BETAHWALANG VILLAGE Azkia, Lana Izzul; Reza, Muhammad; Putri, Septi Malidda Eka
Journal of Aquatropica Asia Vol 7 No 2 (2022): Journal of Aquatropica Asia
Publisher : Jurusan Akuakultur, Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/joaa.v7i2.3421

Abstract

Blue swimming crab is a fishery product with high economic value in Indonesia. Betahwalang Village, Demak, is one of the crab fisheries locations in the province of Central Java. High selling prices and processing industry demand encourages fishing activities. One issue brought on by increased fishing activity is the smaller crab size. It will impact the crab fishing industry in Betahwalang. The majority of the fisherman in Betahwalang Village catch crabs using arad nets, simple gill nets, and traps. This study aims to evaluate the size of crab catch results on fishing gear used by fishermen and recommend proper fishing gear for catching crabs. This research was conducted in April 2019. The catch size of crab was the primary data collected for this study, also with data on fishing grounds, methods, and characteristics of fishing gear. Data were collected by observation, interviews, and measurements of fishing gear and the carapace width of the crab. The results of data collection and processing were analyzed descriptively. The results showed that the highest proportion of legal size crabs (carapace width ≥10 cm) was caught in traps, while the proportion of unlegal size crabs caught was mostly in bottom gillnets and mini trawl.