Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Desa Pengujan, Kabupaten Bintan. Rendahnya pemahaman ibu rumah tangga mengenai gizi seimbang, serta keterbatasan keterampilan dalam memanfaatkan potensi lokal, khususnya hasil perikanan, menjadi faktor penyebab belum optimalnya upaya pencegahan stunting. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan pesisir dalam memanfaatkan potensi lokal sebagai sumber pangan bergizi melalui sosialisasi, pelatihan, serta pendampingan. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi mitra, sosialisasi tentang stunting dan gizi seimbang, pelatihan diversifikasi produk olahan ikan mempinang (Lethrinus nebulosus), serta penerapan teknologi sederhana seperti chopper, kukusan, dan vacuum sealer. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra dengan rata-rata kenaikan sebesar 10,76% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Peningkatan tertinggi terdapat pada topik peran keluarga dalam pencegahan stunting (30,43%). Selain itu, keterampilan mitra dalam mengolah ikan menjadi produk bernilai gizi seperti nugget, rolade, dan fish roll juga meningkat signifikan yaitu rata-rata sebesar 59,6%, terutama pada aspek teknik pengolahan dan penyimpanan produk. Penerapan teknologi hard (chopper, kukusan dan vacuum sealer), dan soft (modul pelatihan, edukasi gizi, sanitasi pangan dan pendampingan diversifikasi produk olahan ikan) terbukti relevan, mudah diadopsi, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengolahan pangan lokal. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas perempuan pesisir sebagai agen perubahan dalam pencegahan stunting, serta berpotensi mendorong terbentuknya usaha rumah tangga berbasis olahan ikan lokal.