Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gambaran Penyebab Pending Claim BPJS Kesehatan Akibat Ketidaktepatan Kode Diagnosis di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Cindy Rozza Bella; Aldi Pratama; Arif Zaenal Abidin
Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/rmik.v3i2.47

Abstract

In the process of submitting a BPJS Health claim, not all files submitted can be claimed. Claim status is declared ineligible or pending. A pending claim occurs if the claim file submitted by the hospital is incomplete or does not comply with the requirements set by BPJS Health. Delayed claims can disrupt hospital cash flow and cause losses for the hospital and BPJS Health participants. This research aims to describe the causes of pending claims at UNS Hospital. This research is a quantitative descriptive study with a population of 182 inpatients pending claim files at UNS Hospital for the period August-October 2023. The sample for this research is 78 pending claim files based on diagnosis code verification. The sampling technique is total sampling. Based on the data obtained, the number of files with coding confirmation is 78 pending claim files or 11.3% of the total pending claims in the period August – October 2023. This data shows that the majority of pending claim files are due to inaccurate diagnosis. The factor causing pending claims from BPJS Health inpatients at UNS Hospital occurs due to differences in perception between hospital staff and BPJS Health and is not purely due to coder error, but due to a lack of supporting data as a diagnosis enforcer which affects the accuracy of the code.
Edukasi TRIAD KRR sebagai Strategi Peningkatan Kapasitas Santri dalam Mencegah Perilaku Berisiko Ninuk Angelia; Nunik Angelia; Kris Linggardini; Cindy Rozza Bella
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.23093

Abstract

Remaja Indonesia saat ini tengah mengalami perubahan sosial masyarakat modern yang begitu pesat, dimana terjadi perubahan norma, nilai, dan gaya hidup. Keadaan ini beresiko meningkatkan kerentanan remaja terhadap berbagai macam permasalahan, salah satunya adalah TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR). Pemanfaatan layanan kesehatan reproduksi remaja di Indonesia cenderung rendah. Hal ini menjadi salah satu penyebab rendahnya pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi remaja. Pondok pesantren berperan penting dalam pembinaan akhlak remaja, namun masih menghadapi tantangan dalam kesehatan reproduksi santri. Keterbatasan akses informasi yang komprehensif dan sesuai nilai keagamaan menyebabkan rendahnya pengetahuan dan sikap santri terhadap perilaku sehat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas santri Pondok Pesantren Darussalam Dukuhwaluh dalam memahami dan mencegah permasalahan TRIAD. Sasaran kegiatan ini adalah santri remaja usia 15–19 sebanyak 54 santri. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam satu kali pertemuan yang diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi TRIAD Kesehatan Reproduksi Remaja (TRIAD KRR), diskusi interaktif, dan post-test. Rerata skor pengetahuan sebelum edukasi sebesar 82,62 meningkat menjadi 95,75 setelah edukasi. Meskipun peningkatan tersebut belum menunjukkan perbedaan yang signifikan, hasil ini mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman santri setelah mengikuti kegiatan edukasi partisipatif. Secara keseluruhan, hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi partisipatif TRIAD KRR dapat diterapkan dengan baik di lingkungan pondok pesantren dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan santri. Namun demikian, diperlukan pengembangan program edukasi yang dilakukan secara berulang dan berkelanjutan, serta penguatan layanan pendampingan atau konseling kesehatan reproduksi yang ramah santri untuk menghasilkan perubahan pengetahuan dan sikap yang lebih optimal.
Edukasi Golden Time Stroke: Pentingnya CT Scan Tepat Waktu untuk Pencegahan Risiko Stroke Berat Lutfatul Fitriana; Cindy Rozza Bella; Kurnia Ritma Dhanti
Awal Bros Journal of Community Development Vol 7 No 2 (2026): Awal Bros Journal of Community Development
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/abjcd.v7i2.930

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Keberhasilan penanganan stroke sangat dipengaruhi oleh kecepatan pasien memperoleh pelayanan medis dalam periode golden time, yaitu 0–4,5 jam sejak munculnya gejala. Pemeriksaan CT Scan berperan penting dalam menentukan jenis stroke dan terapi yang tepat. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai golden time stroke dan pentingnya CT Scan masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan anggota Aisyiyah Banteran mengenai deteksi dini stroke dan urgensi pemeriksaan CT Scan. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi metode FAST (Face, Arm, Speech, Time), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 29 peserta berusia 30–60 tahun. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah edukasi diberikan. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai konsep golden time stroke, metode FAST, dan peran CT Scan dalam diagnosis stroke. Kegiatan edukasi kesehatan berbasis komunitas terbukti efektif meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai deteksi dini stroke dan pentingnya penanganan cepat untuk mencegah kecacatan maupun kematian akibat stroke.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Desa Melalui Pelatihan Sadari sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Ninuk Angelia; Nunik Angelia; Jumiati Riskiyani Dwi Nandia; Cindy Rozza Bella
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i3.12840

Abstract

The high incidence of breast cancer indicates the importance of early detection efforts, one of which is through breast self-examination (SADARI). However, health cadres in Tipar Kidul Village have never received SADARI training, so their knowledge and skills in performing and socializing SADARI to the community are still limited. This activity aims to improve the knowledge, attitudes, and skills of health cadres in performing SADARI correctly, as well as to enhance their ability to educate the community. The method of the activity uses an educational and participatory approach that includes a pre-test, delivery of educational material, demonstration and training of SADARI, supervision of independent practice, post-test, and observation of participants' skills in performing SADARI. The results of the activity show an increase in the knowledge and attitudes of health cadres after participating in the training. The average knowledge score increased from 81.3 to 94.8, a rise of 16.6%, while the average attitude score increased from 83.1 to 86.2, a rise of 3.7%. Additionally, participants were able to understand the basic concepts of breast cancer, the importance of early detection, the timing of SADARI, the warning signs of breast cancer, and the correct steps of SADARI. Health cadres also demonstrated better skills in practicing SADARI and were prepared to educate the community. SADARI training has proven to be an effective strategy in enhancing the capacity of health cadres as health promotion agents in the community.
Model Pemberdayaan Desa melalui Pengelolaan Limbah Terpadu Berbasis Aset Lokal dengan Produksi Pupuk Bokashi Feses Kambing Cindy Rozza Bella; Widya Fitri Salsabila; Balghis Amelia Fitri; Aliyya Alifa Nurbaety; Rahma Nur Laely; Zahrani Yanuar Putri; Naja'at Faya Mahdia; Anindita Asa Dzakiyah; Amjad Permata; Fadhli Prajana Dwi Pamungkas; Fatih Arfy; Dio Ramdhan Saputra
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i3.13068

Abstract

Goat farming contributes to the community's economy, but its waste management is not yet optimal, posing a potential environmental pollution risk. The utilization of waste as an environmentally friendly fertilizer is needed to reduce dependence on chemical fertilizers in Pandansari Village, Ajibarang District. This program uses the Asset-Based Community Development (ABCD) approach by utilizing local assets, involving active participation from farmer groups, and receiving support from village institutions such as BUMDes and the local government. The implementation method includes four stages: asset identification (discovery), planning (define), production implementation (destiny), and monitoring and evaluation. The results show the successful production of high-quality bokashi with a fermentation temperature reaching 52°C and an organic carbon content of 18.5%, as well as an increase in the technical capacity of the community. This program is capable of reducing livestock waste pollution, creating economic added value, supporting organic farming, and strengthening integrated farming systems based on the circular economy at the village level.